Seputar Kaltim

    Kaltim Promosikan Wisata Lewat Maratua Run 2025, Panitia Siapkan Akomodasi 4 Ribu Peserta

    Penulis:Maulana|Redaktur:Maruly Zainuddin
    03 Januari 2025 pukul 19:47 WITA

    Rapat persiapan Maratua Run 2025 yang dipimpin langsung oleh Penjabat Gubernur Kalimantan Timur. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersiap menggelar event lari berskala internasional, Maratua Run 2025 pada 13-16 Februari mendatang.  Ajang ini tidak hanya menyuguhkan lomba lari dengan hadiah pemenang utama mencapai Rp100 juta, namun juga menjadi momentum untuk mempromosikan keindahan alam Pulau Maratua sebagai destinasi wisata unggulan.

    Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik mengatakan bahwa Maratua Run 2025 merupakan upaya untuk menggabungkan olahraga dan pariwisata.  "Kita ingin perkenalkan daerah di daerah remote seperti Maratua. Selama ini kan cuma sebatas tempat wisata air, kita ingin kombinasikan dengan olahraga. Ini akan menjadi sport tourism yang diharapkan menjadi branch marking untuk mengembangkan daerah remote," ujar Akmal Malik usai rapat persiapan di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (3/1/2024).

    Konsep sport tourism yang diusung dalam Maratua Run 2025 diharapkan dapat menjadi model baru dalam pengembangan daerah-daerah terpencil di Kaltim. Dengan menggelar event berskala internasional, diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Maratua dan daerah-daerah lainnya seperti Derawan, Sangkulirang, dan Karst Mangkaliat.

    "Satu-satunya cara mengembangkan daerah remote itu adalah event. Alhamdulillah Kaltim punya pendukung kegiatan cukup besar. Kita punya pemilik konsesi. Tapi kita akan tentukan, mereka (perusahaan) juga akan dapat kompensasi, mereka akan branding perusahaan mereka masing-masing. Tapi kita harap upaya branding yang mereka lakukan berkolaborasi dengan upaya peningkatan sport tourism yang kita lakukan," tambah Akmal.

    Untuk menjamin kelancaran acara, panitia telah melakukan survei selama tiga hari dan memperkirakan kebutuhan akomodasi untuk 4 ribu peserta. Selain memanfaatkan penginapan yang ada, panitia juga akan menyediakan tenda-tenda sebagai alternatif.

    "Untuk penginapan tim survei 3 hari untuk 4 ribu orang perkiraan kita lebih dari cukup. Selain itu kita gunakan tenda-tenda. Kalau untuk kamar saja ada, tapi kita antisipasi penggembira yang datang nanti kita siapkan, kita dorong ada penerbangan reguler ke sana," jelas Akmal.

    Dengan suksesnya Maratua Run 2025, Pemerintah Provinsi Kaltim berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Maratua dan daerah-daerah lainnya di Kaltim. Selain itu, event ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

    "InsyaAllah setelah sukses Maratua kita laksanakan, kami yakin ini triger pertumbuhan pariwisata di Maratua. Nanti kita cari juga tempat lain yang bagus, misalnya Derawan, Sangkulirang, Karst Mangkaliat itu bagus, cuma tidak ada yang eksplore. Perlu upaya yang luar biasa untuk hal seperti itu. Itu kenapa di Maratua kalau berhasil kita coba di tempat lain, bergiliran," pungkas Akmal.

    (Sf/Mr)

    Seputar Kaltim

    Kaltim Promosikan Wisata Lewat Maratua Run 2025, Panitia Siapkan Akomodasi 4 Ribu Peserta

    Penulis:Maulana|Redaktur:Maruly Zainuddin
    03 Januari 2025 pukul 19:47 WITA

    Rapat persiapan Maratua Run 2025 yang dipimpin langsung oleh Penjabat Gubernur Kalimantan Timur. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersiap menggelar event lari berskala internasional, Maratua Run 2025 pada 13-16 Februari mendatang.  Ajang ini tidak hanya menyuguhkan lomba lari dengan hadiah pemenang utama mencapai Rp100 juta, namun juga menjadi momentum untuk mempromosikan keindahan alam Pulau Maratua sebagai destinasi wisata unggulan.

    Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik mengatakan bahwa Maratua Run 2025 merupakan upaya untuk menggabungkan olahraga dan pariwisata.  "Kita ingin perkenalkan daerah di daerah remote seperti Maratua. Selama ini kan cuma sebatas tempat wisata air, kita ingin kombinasikan dengan olahraga. Ini akan menjadi sport tourism yang diharapkan menjadi branch marking untuk mengembangkan daerah remote," ujar Akmal Malik usai rapat persiapan di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (3/1/2024).

    Konsep sport tourism yang diusung dalam Maratua Run 2025 diharapkan dapat menjadi model baru dalam pengembangan daerah-daerah terpencil di Kaltim. Dengan menggelar event berskala internasional, diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Maratua dan daerah-daerah lainnya seperti Derawan, Sangkulirang, dan Karst Mangkaliat.

    "Satu-satunya cara mengembangkan daerah remote itu adalah event. Alhamdulillah Kaltim punya pendukung kegiatan cukup besar. Kita punya pemilik konsesi. Tapi kita akan tentukan, mereka (perusahaan) juga akan dapat kompensasi, mereka akan branding perusahaan mereka masing-masing. Tapi kita harap upaya branding yang mereka lakukan berkolaborasi dengan upaya peningkatan sport tourism yang kita lakukan," tambah Akmal.

    Untuk menjamin kelancaran acara, panitia telah melakukan survei selama tiga hari dan memperkirakan kebutuhan akomodasi untuk 4 ribu peserta. Selain memanfaatkan penginapan yang ada, panitia juga akan menyediakan tenda-tenda sebagai alternatif.

    "Untuk penginapan tim survei 3 hari untuk 4 ribu orang perkiraan kita lebih dari cukup. Selain itu kita gunakan tenda-tenda. Kalau untuk kamar saja ada, tapi kita antisipasi penggembira yang datang nanti kita siapkan, kita dorong ada penerbangan reguler ke sana," jelas Akmal.

    Dengan suksesnya Maratua Run 2025, Pemerintah Provinsi Kaltim berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Maratua dan daerah-daerah lainnya di Kaltim. Selain itu, event ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

    "InsyaAllah setelah sukses Maratua kita laksanakan, kami yakin ini triger pertumbuhan pariwisata di Maratua. Nanti kita cari juga tempat lain yang bagus, misalnya Derawan, Sangkulirang, Karst Mangkaliat itu bagus, cuma tidak ada yang eksplore. Perlu upaya yang luar biasa untuk hal seperti itu. Itu kenapa di Maratua kalau berhasil kita coba di tempat lain, bergiliran," pungkas Akmal.

    (Sf/Mr)