Kaltim Pangkas Anggaran PU di Tengah APBD yang Tersisa Rp15 Triliun, Wagub Seno Aji Sebut Fokus Infrastruktur Mendesak

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    03 Desember 2025 11:10 WIB

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat menyampaikan amanat upacara. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji meminta seluruh jajaran Pekerjaan Umum (PU) baik di tingkat pusat maupun daerah untuk bersinergi erat menyusul adanya pemangkasan anggaran yang signifikan. 

    Anggaran Dinas PUPR-PERA Kaltim dipastikan akan berada di bawah Rp1 triliun pada tahun 2026, sebuah angka yang jauh menyusut dari rata-rata tahunan yang mencapai Rp2-4 triliun.

    Pemangkasan ini menjadi perhatian mengingat Laporan APBD Kaltim secara keseluruhan juga mengalami penyesuaian besar. Berdasarkan data terkini, APBD Kaltim dilaporkan terpangkas hingga menyisakan sekitar Rp15 triliun.

    Wagub Seno Aji menegaskan bahwa kondisi anggaran ini menuntut Dinas PUPR untuk lebih selektif dan memaksimalkan setiap rupiah.

    "Dengan adanya pemangkasan TKD (Transfer ke Daerah) ini, dampaknya sangat-sangat banyak. Anggaran PU di 2026 itu sudah di bawah Rp1 triliun," ujar Seno Aji, usai menghadiri Hari Bakti PU ke-80, Selasa (3/12/2025).

    Menghadapi keterbatasan dana, Pemerintah Provinsi Kaltim menetapkan skala prioritas yang ketat. Proyek infrastruktur yang dianggap sangat mendesak (urgent) akan dioptimalkan, sementara pemeliharaan jalan yang kondisinya masih baik akan ditunda.

    "Yang dipangkas tentu saja yang misalnya jalan-jalan yang sudah baik. Biasanya kita lapis dengan aspal, nah ini kita kalau kondisi masih 85 persen, kita biarkan dulu. Urgensi kita adalah jalan-jalan yang sangat tidak baik, di bawah 60 persen, baru kita antisipasi," jelas Seno Aji.

    Lebih lanjut, Wagub menekankan pentingnya sinergi antara Balai Besar, Dinas PU Provinsi, dan Dinas PU Kabupaten/Kota untuk mencegah pemborosan dan ketidaksinkronan proyek. 

    Seno Aji menyoroti masalah klasik di mana pengerjaan jalan seringkali tidak selaras dengan pembangunan drainase, yang berujung pada pembongkaran berulang.

    "Kami juga menyampaikan antara Balai, PU, kemudian Dinas PU Provinsi, Kabupaten, Kota, itu selalu sinergi bersama-sama supaya infrastruktur Kalimantan Timur ini terjaga dengan baik dan meningkat," katanya.

    Menurutnya, infrastruktur yang baik merupakan kunci utama agar perekonomian Kaltim tetap berjalan.

    Meski terjadi pemangkasan, Seno Aji memastikan bahwa beberapa proyek krusial tetap mendapatkan perhatian.

    Ia menyebut proyek perbaikan Jalan Kutai Barat hingga Mahakam Ulu tetap berjalan dengan alokasi anggaran Rp100 miliar tahun depan dari APBD, ditambah dukungan dari Kementerian sebesar Rp420 miliar.

    "Insyaallah, akhir 2026, jalan tersebut (Kubar-Mahulu) sudah mulus sampai Ujoh Bilang," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Kaltim Pangkas Anggaran PU di Tengah APBD yang Tersisa Rp15 Triliun, Wagub Seno Aji Sebut Fokus Infrastruktur Mendesak

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    03 Desember 2025 11:10 WIB

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat menyampaikan amanat upacara. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji meminta seluruh jajaran Pekerjaan Umum (PU) baik di tingkat pusat maupun daerah untuk bersinergi erat menyusul adanya pemangkasan anggaran yang signifikan. 

    Anggaran Dinas PUPR-PERA Kaltim dipastikan akan berada di bawah Rp1 triliun pada tahun 2026, sebuah angka yang jauh menyusut dari rata-rata tahunan yang mencapai Rp2-4 triliun.

    Pemangkasan ini menjadi perhatian mengingat Laporan APBD Kaltim secara keseluruhan juga mengalami penyesuaian besar. Berdasarkan data terkini, APBD Kaltim dilaporkan terpangkas hingga menyisakan sekitar Rp15 triliun.

    Wagub Seno Aji menegaskan bahwa kondisi anggaran ini menuntut Dinas PUPR untuk lebih selektif dan memaksimalkan setiap rupiah.

    "Dengan adanya pemangkasan TKD (Transfer ke Daerah) ini, dampaknya sangat-sangat banyak. Anggaran PU di 2026 itu sudah di bawah Rp1 triliun," ujar Seno Aji, usai menghadiri Hari Bakti PU ke-80, Selasa (3/12/2025).

    Menghadapi keterbatasan dana, Pemerintah Provinsi Kaltim menetapkan skala prioritas yang ketat. Proyek infrastruktur yang dianggap sangat mendesak (urgent) akan dioptimalkan, sementara pemeliharaan jalan yang kondisinya masih baik akan ditunda.

    "Yang dipangkas tentu saja yang misalnya jalan-jalan yang sudah baik. Biasanya kita lapis dengan aspal, nah ini kita kalau kondisi masih 85 persen, kita biarkan dulu. Urgensi kita adalah jalan-jalan yang sangat tidak baik, di bawah 60 persen, baru kita antisipasi," jelas Seno Aji.

    Lebih lanjut, Wagub menekankan pentingnya sinergi antara Balai Besar, Dinas PU Provinsi, dan Dinas PU Kabupaten/Kota untuk mencegah pemborosan dan ketidaksinkronan proyek. 

    Seno Aji menyoroti masalah klasik di mana pengerjaan jalan seringkali tidak selaras dengan pembangunan drainase, yang berujung pada pembongkaran berulang.

    "Kami juga menyampaikan antara Balai, PU, kemudian Dinas PU Provinsi, Kabupaten, Kota, itu selalu sinergi bersama-sama supaya infrastruktur Kalimantan Timur ini terjaga dengan baik dan meningkat," katanya.

    Menurutnya, infrastruktur yang baik merupakan kunci utama agar perekonomian Kaltim tetap berjalan.

    Meski terjadi pemangkasan, Seno Aji memastikan bahwa beberapa proyek krusial tetap mendapatkan perhatian.

    Ia menyebut proyek perbaikan Jalan Kutai Barat hingga Mahakam Ulu tetap berjalan dengan alokasi anggaran Rp100 miliar tahun depan dari APBD, ditambah dukungan dari Kementerian sebesar Rp420 miliar.

    "Insyaallah, akhir 2026, jalan tersebut (Kubar-Mahulu) sudah mulus sampai Ujoh Bilang," pungkasnya.

    (Sf/Rs)