Seputar Kaltim

    Kaltim Guyur Bonus Rp80 Miliar untuk Atlet PON dan Peparnas, Gubernur Rudy Mas'ud Punya Target Juara Nasional 2028

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 November 2025 pukul 14:40 WITA

    Pemberian apresiasi secara simbolis oleh pemerintah provinsi kaltim kepada atlet PON dan Perpanas. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengucurkan Rp80 Miliar sebagai apresiasi dan motivasi bagi para atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang mengharumkan nama Kaltim di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas).

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud mengungkapkan rasa bangga dan harapan besar. Ia menegaskan bahwa pemberian bonus ini bukan hanya sekadar hadiah, tetapi juga suntikan semangat untuk meraih target tertinggi.

    "Kami bangga beberapa atlet dari Kaltim telah memecahkan rekor, terutama untuk angkat berat dan angkat besi. Kami bangga, tetapi kami akan jauh lebih bangga kalau nanti ke depannya, tahun 2028 di PON XXII NTB dan NTT, Kaltim bisa menjadi juara nasional," tegas Rudy di Samarinda, pada Kamis (27/11/2025).

    Menanggapi kekhawatiran adanya pemotongan anggaran, Rudy Mas'ud dengan tegas menepisnya. 

    "Anggaran itu saya rasa cuma ilusi saja. Artinya, duit itu tidak masalah. Urusan duit nanti pemerintah sangat memberikan support, kami men-support-nya tidak 100 persen, tapi 1.000 persen," ujarnya.

    Plt Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, merinci total anggaran dan jumlah penerima penghargaan. Tujuan utama pemberian apresiasi ini adalah untuk memberikan motivasi kepada atlet agar meningkatkan prestasi yang lebih baik.

    Apresiasi PON XXI (Anggaran Rp 67 Miliar), total penerima mencapai 747 orang, terdiri dari 454 Atlet, 210 Pelatih, 21 Ofisial Teknis, dan 52 Manajer. Rincian Bonus Atlet Perorangan, emas paling besar, yakni Rp300 Juta perak sebesar Rp175 Juta dan perunggu Rp90 Juta

    Selain itu untuk apresiasi Peparnas anggaran sebanyak Rp13 Miliar, penerima terdiri dari 44 Atlet, 38 Pelatih, 17 Ofisial Teknik, dan 60 Manajer.

    Muhammad Faisal juga menyebutkan atlet peraih penghargaan khusus sebagai pemecah rekor nasional, yakni Firda Kahirunnisa dari cabang Angkat Besi dan Widari dari cabang Angkat Berat, keduanya peraih medali emas perorangan.

    Kaltim berhasil menjadi Juara Umum di tiga cabang bergengsi pada PON Aceh-Sumut, yaitu Gulat, Hoki, dan Layar.

    Gubernur Rudy Mas'ud secara khusus menyoroti beberapa cabang yang menjadi lumbung medali seperti Atletik, Renang, dan Panahan. Namun, ia memberikan penekanan khusus pada satu cabang olahraga yang wajib ditingkatkan sepak bola.

    "Sepak bola ini adalah cabang yang paling bergengsi. Bagaimana caranya kita harus juara," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kaltim Guyur Bonus Rp80 Miliar untuk Atlet PON dan Peparnas, Gubernur Rudy Mas'ud Punya Target Juara Nasional 2028

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 November 2025 pukul 14:40 WITA

    Pemberian apresiasi secara simbolis oleh pemerintah provinsi kaltim kepada atlet PON dan Perpanas. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengucurkan Rp80 Miliar sebagai apresiasi dan motivasi bagi para atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang mengharumkan nama Kaltim di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas).

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud mengungkapkan rasa bangga dan harapan besar. Ia menegaskan bahwa pemberian bonus ini bukan hanya sekadar hadiah, tetapi juga suntikan semangat untuk meraih target tertinggi.

    "Kami bangga beberapa atlet dari Kaltim telah memecahkan rekor, terutama untuk angkat berat dan angkat besi. Kami bangga, tetapi kami akan jauh lebih bangga kalau nanti ke depannya, tahun 2028 di PON XXII NTB dan NTT, Kaltim bisa menjadi juara nasional," tegas Rudy di Samarinda, pada Kamis (27/11/2025).

    Menanggapi kekhawatiran adanya pemotongan anggaran, Rudy Mas'ud dengan tegas menepisnya. 

    "Anggaran itu saya rasa cuma ilusi saja. Artinya, duit itu tidak masalah. Urusan duit nanti pemerintah sangat memberikan support, kami men-support-nya tidak 100 persen, tapi 1.000 persen," ujarnya.

    Plt Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, merinci total anggaran dan jumlah penerima penghargaan. Tujuan utama pemberian apresiasi ini adalah untuk memberikan motivasi kepada atlet agar meningkatkan prestasi yang lebih baik.

    Apresiasi PON XXI (Anggaran Rp 67 Miliar), total penerima mencapai 747 orang, terdiri dari 454 Atlet, 210 Pelatih, 21 Ofisial Teknis, dan 52 Manajer. Rincian Bonus Atlet Perorangan, emas paling besar, yakni Rp300 Juta perak sebesar Rp175 Juta dan perunggu Rp90 Juta

    Selain itu untuk apresiasi Peparnas anggaran sebanyak Rp13 Miliar, penerima terdiri dari 44 Atlet, 38 Pelatih, 17 Ofisial Teknik, dan 60 Manajer.

    Muhammad Faisal juga menyebutkan atlet peraih penghargaan khusus sebagai pemecah rekor nasional, yakni Firda Kahirunnisa dari cabang Angkat Besi dan Widari dari cabang Angkat Berat, keduanya peraih medali emas perorangan.

    Kaltim berhasil menjadi Juara Umum di tiga cabang bergengsi pada PON Aceh-Sumut, yaitu Gulat, Hoki, dan Layar.

    Gubernur Rudy Mas'ud secara khusus menyoroti beberapa cabang yang menjadi lumbung medali seperti Atletik, Renang, dan Panahan. Namun, ia memberikan penekanan khusus pada satu cabang olahraga yang wajib ditingkatkan sepak bola.

    "Sepak bola ini adalah cabang yang paling bergengsi. Bagaimana caranya kita harus juara," pungkasnya.

    (Sf/Rs)