Seputar Kaltim

    Kaltim Ekspor Rumput Laut ke China, Setiap Bulan Capai 23,2 Ton

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    05 April 2024 pukul 14:28 WITA

    Launching ekspor perdana Rumput Laut oleh CV Multi Sarana Jaya sampai ke Cina. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dalam sebuah terobosan yang menandai kemajuan signifikan bagi industri rumput laut Indonesia, CV Multi Sarana Jaya, sebuah perusahaan lokal di Kalimantan Timur, telah berhasil mengekspor komoditas rumput laut ke Xiamen, China. Ekspor ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan selama empat tahun untuk memenuhi standar kualitas internasional yang ketat.

    Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, mengungkapkan bahwa pencapaian ini tidak diraih dengan mudah. "Pengeksporan rumput laut ke pasar luar negeri memerlukan dedikasi dan kerja keras. Kami telah berupaya memenuhi berbagai persyaratan dan standar kualitas yang ketat," ujar Sri Wahyuni. 

    Sebelumnya, pada tahun 2020, CV Multi Sarana Jaya telah mengekspor ke Korea, dan kini berhasil menembus pasar China, menunjukkan potensi besar komoditas rumput laut dari Kalimantan Timur.

    Perairan di Kalimantan Timur, termasuk Kutim, Kukar, Berau, dan Bontang, dikenal sangat kondusif untuk budidaya rumput laut. "Kualitas rumput laut kita memadai untuk pasar ekspor. Dengan kandungan mineral yang baik, rumput laut budidaya dari Kaltim memenuhi standar internasional," tambahnya.

    Sri Wahyuni berharap keberhasilan CV Multi Sarana Jaya dapat menginspirasi perusahaan lain di Kaltim untuk memperluas pasar ekspor mereka. "Semoga ini menjadi langkah awal bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan negara," harapnya.

    Pemilik CV Multi Sarana Jaya, Samuel Kurniawan Ang mengungkapkan bahwa permintaan dari China sangat besar, dengan pemesanan mencapai 40 feet kontainer. "Setiap bulannya, kami mengirimkan satu kontainer berisi 23,2 ton rumput laut kering," kata Samuel. 

    Ia juga menekankan tantangan dalam memenuhi permintaan pasar luar negeri yang terus ada, tergantung pada ketersediaan dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

    Ekspor rumput laut ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Kaltim dan Indonesia secara keseluruhan, membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di masa depan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kaltim Ekspor Rumput Laut ke China, Setiap Bulan Capai 23,2 Ton

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    05 April 2024 pukul 14:28 WITA

    Launching ekspor perdana Rumput Laut oleh CV Multi Sarana Jaya sampai ke Cina. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dalam sebuah terobosan yang menandai kemajuan signifikan bagi industri rumput laut Indonesia, CV Multi Sarana Jaya, sebuah perusahaan lokal di Kalimantan Timur, telah berhasil mengekspor komoditas rumput laut ke Xiamen, China. Ekspor ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan selama empat tahun untuk memenuhi standar kualitas internasional yang ketat.

    Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, mengungkapkan bahwa pencapaian ini tidak diraih dengan mudah. "Pengeksporan rumput laut ke pasar luar negeri memerlukan dedikasi dan kerja keras. Kami telah berupaya memenuhi berbagai persyaratan dan standar kualitas yang ketat," ujar Sri Wahyuni. 

    Sebelumnya, pada tahun 2020, CV Multi Sarana Jaya telah mengekspor ke Korea, dan kini berhasil menembus pasar China, menunjukkan potensi besar komoditas rumput laut dari Kalimantan Timur.

    Perairan di Kalimantan Timur, termasuk Kutim, Kukar, Berau, dan Bontang, dikenal sangat kondusif untuk budidaya rumput laut. "Kualitas rumput laut kita memadai untuk pasar ekspor. Dengan kandungan mineral yang baik, rumput laut budidaya dari Kaltim memenuhi standar internasional," tambahnya.

    Sri Wahyuni berharap keberhasilan CV Multi Sarana Jaya dapat menginspirasi perusahaan lain di Kaltim untuk memperluas pasar ekspor mereka. "Semoga ini menjadi langkah awal bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan negara," harapnya.

    Pemilik CV Multi Sarana Jaya, Samuel Kurniawan Ang mengungkapkan bahwa permintaan dari China sangat besar, dengan pemesanan mencapai 40 feet kontainer. "Setiap bulannya, kami mengirimkan satu kontainer berisi 23,2 ton rumput laut kering," kata Samuel. 

    Ia juga menekankan tantangan dalam memenuhi permintaan pasar luar negeri yang terus ada, tergantung pada ketersediaan dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

    Ekspor rumput laut ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Kaltim dan Indonesia secara keseluruhan, membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di masa depan.

    (Sf/Rs)