Seputar Kaltim

    Kaltim Defisit Beras 190 Ribu Ton, Pemerintah Kebut Cetak 14 Ribu Hektare Sawah Baru di 2026

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    04 Mei 2026 pukul 13:49 WITA

    Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Hilmawan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    ​Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memutar otak untuk mengatasi krisis kemandirian pangan, khususnya komoditas beras. 

    Sebab data terbaru menunjukkan Kaltim masih mengalami defisit beras hingga kisaran 190 ribu ton setiap tahunnya.

    ​Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi Hilmawan mengungkapkan produksi beras lokal kini masih jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Benua Etam.

    ​"Data kita yang ada, produksi di tahun terakhir itu 157 ribu ton, sementara kekurangannya masih sekitar 190-an ribu ton. Kita mencoba pelan-pelan agar produksi bisa bertambah," ujar Fahmi ditemui di Samarinda, Senin (4/5/2026).

    ​Untuk menutupi jurang (gap) defisit tersebut, pemerintah menempuh dua strategi utama, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Pada 2025 lalu, pemerintah telah melakukan intensifikasi melalui optimalisasi lahan seluas 13.900 hektare. 

    Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman, dari yang semula hanya bisa panen satu kali menjadi dua kali dalam setahun.

    ​Kini di 2026, fokus pemerintah diperluas pada program ekstensifikasi, yakni mencetak sawah baru dengan target ambisius mencapai 14.000 hektare.

    ​Fahmi memaparkan progres proyek cetak sawah tersebut. Hingga 31 Maret 2026, seluas 1.041 hektare sawah baru telah selesai dicetak. 

    Selain itu, lahan seluas lebih dari 1.300 hektare di Kabupaten Berau dan 367 hektare di Kutai Barat telah merampungkan dokumen Survey, Investigation and Design (SID), serta siap memasuki tahap konstruksi.

    ​"Kemudian yang sedang dalam proses penyusunan dokumen SID, dilakukan survei, investigasi dan persiapan desain itu ada di kurang lebih 12.000 hektare. Ini tersebar di lima kabupaten, yaitu Paser, Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Kutai Barat," jelasnya.

    ​Fahmi optimis, jika seluruh proyek perluasan lahan ini berjalan sesuai rencana, maka Kaltim akan memiliki tambahan sawah baru yang signifikan pada akhir tahun ini.

    ​"Harapannya memang di akhir tahun kita ada penambahan sawah baru yang bisa paling tidak mengurangi gap antara kebutuhan beras dengan produksi yang kita hasilkan secara mandiri," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kaltim Defisit Beras 190 Ribu Ton, Pemerintah Kebut Cetak 14 Ribu Hektare Sawah Baru di 2026

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    04 Mei 2026 pukul 13:49 WITA

    Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Hilmawan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    ​Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memutar otak untuk mengatasi krisis kemandirian pangan, khususnya komoditas beras. 

    Sebab data terbaru menunjukkan Kaltim masih mengalami defisit beras hingga kisaran 190 ribu ton setiap tahunnya.

    ​Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi Hilmawan mengungkapkan produksi beras lokal kini masih jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Benua Etam.

    ​"Data kita yang ada, produksi di tahun terakhir itu 157 ribu ton, sementara kekurangannya masih sekitar 190-an ribu ton. Kita mencoba pelan-pelan agar produksi bisa bertambah," ujar Fahmi ditemui di Samarinda, Senin (4/5/2026).

    ​Untuk menutupi jurang (gap) defisit tersebut, pemerintah menempuh dua strategi utama, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Pada 2025 lalu, pemerintah telah melakukan intensifikasi melalui optimalisasi lahan seluas 13.900 hektare. 

    Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman, dari yang semula hanya bisa panen satu kali menjadi dua kali dalam setahun.

    ​Kini di 2026, fokus pemerintah diperluas pada program ekstensifikasi, yakni mencetak sawah baru dengan target ambisius mencapai 14.000 hektare.

    ​Fahmi memaparkan progres proyek cetak sawah tersebut. Hingga 31 Maret 2026, seluas 1.041 hektare sawah baru telah selesai dicetak. 

    Selain itu, lahan seluas lebih dari 1.300 hektare di Kabupaten Berau dan 367 hektare di Kutai Barat telah merampungkan dokumen Survey, Investigation and Design (SID), serta siap memasuki tahap konstruksi.

    ​"Kemudian yang sedang dalam proses penyusunan dokumen SID, dilakukan survei, investigasi dan persiapan desain itu ada di kurang lebih 12.000 hektare. Ini tersebar di lima kabupaten, yaitu Paser, Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Kutai Barat," jelasnya.

    ​Fahmi optimis, jika seluruh proyek perluasan lahan ini berjalan sesuai rencana, maka Kaltim akan memiliki tambahan sawah baru yang signifikan pada akhir tahun ini.

    ​"Harapannya memang di akhir tahun kita ada penambahan sawah baru yang bisa paling tidak mengurangi gap antara kebutuhan beras dengan produksi yang kita hasilkan secara mandiri," pungkasnya.

    (Sf/Lo)