Cari disini...
Seputar Kaltim
Perwakilan SMAN 1 Tanah Grogot dalam Kegiatan Cerdas Cermat Sejarah dan Budaya Daerah Kaltim (Foto: Dok. Pribadi)
Tana Paser - Tiga pelajar SMAN 1 Tanah Grogot berhasil meraih juara dalam ajang Cerdas Cermat Sejarah dan Budaya Daerah Kalimantan Timur (Kaltim) yang diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim di Kota Balikpapan pada 25-27 November 2025.
Melida Aura Putri, Pablo Sagala dan Diah Ayu Purbaningrum sukses mengharumkan nama sekolah mereka setelah berhasil mengalahkan 57 sekolah di Kaltim yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu.
"Kegiatan cerdas cermat itu dibagi dalam tiga babak, salah satunya pembuatan Karya Tulis Ilmiah yang diikuti oleh 57 sekolah se-Kaltim dan diseleksi menjadi 12 sekolah untuk masuk dalam semi final di Balikpapan," kata Guru Pembimbing mereka, Mery Melyantini, Selasa (2/12/2025).
Ia menambahkan selain SMAN 1 Tanah Grogot, SMAN 1 Muara Komam juga menjadi perwakilan Paser yang masuk dalam semi final dalam kegiatan tahunan yang dilaksanakan Disdikbud Kaltim tersebut.
Ia menjelaskan dalam kegiatan itu pihaknya mengangkat 'Melas Taon' sebagai KTI, mereka yang menjabarkan tentang transformasi Melas Taon dari tahun ke tahun dalam aspek ekonomi, sosial maupun budaya.
Selain itu, dari tiga pelajar tersebut dua pelajar yaitu Pablo Sagala dan Diah Ayu Purbaningrum diketahui pernah mengikuti ajang cerdas cermat Museum Nasional pada 2022.
"Sebelumnya Pablo dan Diah sudah memiliki pengalaman dalam ajang cerdas cermat Museum Nasional pada 2022 lalu," tambahnya.
Kemudian, KTI yang sudah dibuat oleh mereka direncanakan akan berlanjut untuk dijadikan penelitian dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).
Sementara salah satu siswa yang ikut dalam kegiatan itu, Pablo Sagala berharap dengan diraihnya prestasi itu dapat dijadikan motivasi untuk tetap menorehkan prestasi dalam ajang perlombaan lainnya.
"Harapannya tahun berikutnya ketika ada perlombaan cerdas cermat di tingkat provinsi dapat mempertahankan apa yang sudah diraih sebelumnya," ujarnya.
Mereka berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan mendukung suksesnya peraihan prestasi yang didapatkan mulai dari dispensasi sekolah sampai dengan pihak-pihak yang dijadikan narasumber dalam pembuatan KTI.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Perwakilan SMAN 1 Tanah Grogot dalam Kegiatan Cerdas Cermat Sejarah dan Budaya Daerah Kaltim (Foto: Dok. Pribadi)
Tana Paser - Tiga pelajar SMAN 1 Tanah Grogot berhasil meraih juara dalam ajang Cerdas Cermat Sejarah dan Budaya Daerah Kalimantan Timur (Kaltim) yang diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim di Kota Balikpapan pada 25-27 November 2025.
Melida Aura Putri, Pablo Sagala dan Diah Ayu Purbaningrum sukses mengharumkan nama sekolah mereka setelah berhasil mengalahkan 57 sekolah di Kaltim yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu.
"Kegiatan cerdas cermat itu dibagi dalam tiga babak, salah satunya pembuatan Karya Tulis Ilmiah yang diikuti oleh 57 sekolah se-Kaltim dan diseleksi menjadi 12 sekolah untuk masuk dalam semi final di Balikpapan," kata Guru Pembimbing mereka, Mery Melyantini, Selasa (2/12/2025).
Ia menambahkan selain SMAN 1 Tanah Grogot, SMAN 1 Muara Komam juga menjadi perwakilan Paser yang masuk dalam semi final dalam kegiatan tahunan yang dilaksanakan Disdikbud Kaltim tersebut.
Ia menjelaskan dalam kegiatan itu pihaknya mengangkat 'Melas Taon' sebagai KTI, mereka yang menjabarkan tentang transformasi Melas Taon dari tahun ke tahun dalam aspek ekonomi, sosial maupun budaya.
Selain itu, dari tiga pelajar tersebut dua pelajar yaitu Pablo Sagala dan Diah Ayu Purbaningrum diketahui pernah mengikuti ajang cerdas cermat Museum Nasional pada 2022.
"Sebelumnya Pablo dan Diah sudah memiliki pengalaman dalam ajang cerdas cermat Museum Nasional pada 2022 lalu," tambahnya.
Kemudian, KTI yang sudah dibuat oleh mereka direncanakan akan berlanjut untuk dijadikan penelitian dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).
Sementara salah satu siswa yang ikut dalam kegiatan itu, Pablo Sagala berharap dengan diraihnya prestasi itu dapat dijadikan motivasi untuk tetap menorehkan prestasi dalam ajang perlombaan lainnya.
"Harapannya tahun berikutnya ketika ada perlombaan cerdas cermat di tingkat provinsi dapat mempertahankan apa yang sudah diraih sebelumnya," ujarnya.
Mereka berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan mendukung suksesnya peraihan prestasi yang didapatkan mulai dari dispensasi sekolah sampai dengan pihak-pihak yang dijadikan narasumber dalam pembuatan KTI.
(Sf/Lo)