Cari disini...
Seputar Kaltim
Kadispora Kutai Timur, Basuki Isnawan. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutai Timur (Kutim), Basuki Isnawan mengajak generasi muda menjauhi narkoba, balap liar dan judi online saat menghadiri Street Run Ramadan.
Diglar dalam rangkaian Ramadan Fest di Sangatta pada 8–9 Maret 2026 di depan Kantor Polsek Sangatta Utara.
Basuki menekankan pentingnya menjauhi berbagai aktivitas negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan.
“Yang terpenting jangan narkoba lagi, jangan balap liar lagi, dan jangan judi online. Cukup sudah,” ujar Basuki.
Menurutnya, kegiatan olahraga dapat menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang lebih bermanfaat.
Ia juga mengingatkan peserta agar setelah kegiatan street run tidak lagi berlari di jalan raya, melainkan memanfaatkan fasilitas olahraga yang tersedia.
“Kalau mau lari, kita punya kawasan Stadion Kudungga yang bagus dengan lintasan yang baik. Nanti bisa latihan di sana bersama teman-teman PASI dan IGOR,” tambahnya.
Basuki berharap melalui kegiatan tersebut dapat lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah, termasuk dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Ia juga mengapresiasi Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kutim yang terus menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat.
Di kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kutim, Yusri Yusuf mengatakan kegiatan Street Run tidak hanya menjadi ajang olahraga atau kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi di bulan Ramadan.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bekerja sama, serta melakukan aktivitas produktif selama bulan suci.
“Street Run bukan hanya ajang olahraga dan kompetisi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi serta kegiatan produktif di bulan Ramadan,” kata Yusri.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dan menyarankan panitia menyiapkan seragam bagi peserta agar kegiatan terlihat lebih rapi dan menambah semangat para pelari.
“Semoga acara ini tetap berlangsung tahun depan dan terus berlanjut. Kalau bisa diadakan bajunya, biar seragam. Disiapkan seragamnya biar lebih semangat buat pesertanya," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kadispora Kutai Timur, Basuki Isnawan. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutai Timur (Kutim), Basuki Isnawan mengajak generasi muda menjauhi narkoba, balap liar dan judi online saat menghadiri Street Run Ramadan.
Diglar dalam rangkaian Ramadan Fest di Sangatta pada 8–9 Maret 2026 di depan Kantor Polsek Sangatta Utara.
Basuki menekankan pentingnya menjauhi berbagai aktivitas negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan.
“Yang terpenting jangan narkoba lagi, jangan balap liar lagi, dan jangan judi online. Cukup sudah,” ujar Basuki.
Menurutnya, kegiatan olahraga dapat menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang lebih bermanfaat.
Ia juga mengingatkan peserta agar setelah kegiatan street run tidak lagi berlari di jalan raya, melainkan memanfaatkan fasilitas olahraga yang tersedia.
“Kalau mau lari, kita punya kawasan Stadion Kudungga yang bagus dengan lintasan yang baik. Nanti bisa latihan di sana bersama teman-teman PASI dan IGOR,” tambahnya.
Basuki berharap melalui kegiatan tersebut dapat lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah, termasuk dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Ia juga mengapresiasi Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kutim yang terus menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat.
Di kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kutim, Yusri Yusuf mengatakan kegiatan Street Run tidak hanya menjadi ajang olahraga atau kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi di bulan Ramadan.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bekerja sama, serta melakukan aktivitas produktif selama bulan suci.
“Street Run bukan hanya ajang olahraga dan kompetisi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi serta kegiatan produktif di bulan Ramadan,” kata Yusri.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dan menyarankan panitia menyiapkan seragam bagi peserta agar kegiatan terlihat lebih rapi dan menambah semangat para pelari.
“Semoga acara ini tetap berlangsung tahun depan dan terus berlanjut. Kalau bisa diadakan bajunya, biar seragam. Disiapkan seragamnya biar lebih semangat buat pesertanya," tutupnya.
(Sf/Lo)