Cari disini...
Seputar Kaltim
Pintu keluar parkir di salah satu mal Samarinda, Kamis (2/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkap penggunaan sistem parkir elektronik bisa menjadi salah satu solusi mengurai antrian yang bisa terjadi di loket parkir mal dan pusat perbelanjaan.
Menurut Manalu, parkir elektronik memungkinkan para pengemudi untuk melakukan transaksi parkir dengan mudah, cukup dengan tap in dan tap out menggunakan uang elektronik seperti Brizzi, Tap Cash, atau BCA Flash.
"Hal ini tidak hanya mengurangi waktu masuk dan keluar, tetapi juga meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan lalu lintas," jelas Manalu, Kamis (2/5/2024).
Lebih lanjut, Manalu menyoroti manfaat efisiensi yang ditawarkan oleh sistem parkir elektronik ini, terutama dalam mengurangi antrian kendaraan saat hari libur di Bigmall. Dengan penggunaan sistem tap in dan tap out, waktu yang terbuang bisa diminimalisir.
"Kalau kita pakai kartu itu kan tidak perlu sinyal, jadi lebih mudah. Kalau pakai sistem pembayaran Qris kan perlu sinyal, malah bisa memperparah antrian yang biasanya ada," bebernya.
Ia menyampaikan di beberapa tempat seperti Samarinda Central Plaza (SCP), Lotte Mart, City Centrum, dan Plaza Mulia, sudah bisa menggunakan sistem tap in tap out.
"Ini masih berlangsung imbauannya, target kita tanggal 1 Juli nanti sudah bisa diterapkan 100 persen," ujarnya.
Dengan demikian, penerapan sistem parkir elektronik di berbagai tempat, termasuk mal, diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pengguna serta membantu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan lalu lintas di kota Samarinda.
Namun demikian, ada juga beberapa pandangan dari masyarakat terkait dengan implementasi parkir non-tunai ini.
Salah satunya disampaikan oleh seorang pengunjung mal di Samarinda, Aisyah (22), yang menyatakan bahwa meskipun parkir elektronik bisa memudahkan dan menghemat waktu, namun bisa menjadi kendala bagi orang-orang tua atau masyarakat yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
"Mungkin bisa lebih disosialisasikan lagi sampai ke tingkat kelurahan, karena menurut saya untuk sosialisasi lewat media saja tidak cukup," kata Aisyah.
Aisyah juga menyarankan keberadaan juru parkir di dalam mal untuk memberikan layanan lebih kepada pengunjung, khususnya bagi mereka yang masih mengalami kesulitan dalam menggunakan sistem parkir elektronik.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pintu keluar parkir di salah satu mal Samarinda, Kamis (2/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkap penggunaan sistem parkir elektronik bisa menjadi salah satu solusi mengurai antrian yang bisa terjadi di loket parkir mal dan pusat perbelanjaan.
Menurut Manalu, parkir elektronik memungkinkan para pengemudi untuk melakukan transaksi parkir dengan mudah, cukup dengan tap in dan tap out menggunakan uang elektronik seperti Brizzi, Tap Cash, atau BCA Flash.
"Hal ini tidak hanya mengurangi waktu masuk dan keluar, tetapi juga meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan lalu lintas," jelas Manalu, Kamis (2/5/2024).
Lebih lanjut, Manalu menyoroti manfaat efisiensi yang ditawarkan oleh sistem parkir elektronik ini, terutama dalam mengurangi antrian kendaraan saat hari libur di Bigmall. Dengan penggunaan sistem tap in dan tap out, waktu yang terbuang bisa diminimalisir.
"Kalau kita pakai kartu itu kan tidak perlu sinyal, jadi lebih mudah. Kalau pakai sistem pembayaran Qris kan perlu sinyal, malah bisa memperparah antrian yang biasanya ada," bebernya.
Ia menyampaikan di beberapa tempat seperti Samarinda Central Plaza (SCP), Lotte Mart, City Centrum, dan Plaza Mulia, sudah bisa menggunakan sistem tap in tap out.
"Ini masih berlangsung imbauannya, target kita tanggal 1 Juli nanti sudah bisa diterapkan 100 persen," ujarnya.
Dengan demikian, penerapan sistem parkir elektronik di berbagai tempat, termasuk mal, diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pengguna serta membantu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan lalu lintas di kota Samarinda.
Namun demikian, ada juga beberapa pandangan dari masyarakat terkait dengan implementasi parkir non-tunai ini.
Salah satunya disampaikan oleh seorang pengunjung mal di Samarinda, Aisyah (22), yang menyatakan bahwa meskipun parkir elektronik bisa memudahkan dan menghemat waktu, namun bisa menjadi kendala bagi orang-orang tua atau masyarakat yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
"Mungkin bisa lebih disosialisasikan lagi sampai ke tingkat kelurahan, karena menurut saya untuk sosialisasi lewat media saja tidak cukup," kata Aisyah.
Aisyah juga menyarankan keberadaan juru parkir di dalam mal untuk memberikan layanan lebih kepada pengunjung, khususnya bagi mereka yang masih mengalami kesulitan dalam menggunakan sistem parkir elektronik.
(Sf/Rs)