Seputar Kaltim

    Kadisdikbud Samarinda Imbau Sekolah Siapkan Tempat Cuci Tangan untuk Dukung Program Makan Bergizi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 Desember 2024 pukul 15:28 WITA

    Kadisdikbud Samarinda, Asli Nuryadin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengimbau seluruh sekolah untuk memastikan kesiapan fasilitas pendukung, termasuk wastafel, guna mendukung implementasi program makan bergizi bagi siswa. 

    Menurutnya, kesiapan sekolah melaksanakan program makan bergizi gratis ini perlu ditunjang oleh fasilitas umum seperti wastafel dan sabun cuci tangan. 

    "Wastafel harus tersedia, baik di ruang indoor maupun outdoor. Di Samarinda, sebagian besar sekolah sudah memiliki saluran wastafel yang relatif cukup. Tinggal memastikan kesadaran orang tua dan siswa untuk terlibat aktif," jelas Asli, Rabu (25/12/2024).  

    Menurutnya, program ini dinilai penting untuk membangun kebiasaan baik dan menghindarkan anak-anak dari makanan yang terkontaminasi zat-zat berbahaya. Penyediaan fasilitas cuci tangan pun dimaksudkan untuk membangun kebiasaan baik dan kebersihan anak-anak di sekolah.

    Ia mengungkapkan, jumlah siswa yang menerima manfaat dari program ini dari tingkat PAUD hingga SMP, baik negeri maupun swasta di Samarinda mencapai 134 ribu, di luar dari kewenangan Kemenag serta SMA/SMK dan MAN.

    Ia pun menekankan pentingnya sinergi dan transparansi antara sekolah dan orang tua dalam menyusun menu makanan. "Misalnya, jika menu sekolah hari ini adalah sayur bening, orang tua dapat mengombinasikannya dengan lauk atau sayur lain di rumah. Tujuannya agar kebiasaan konsumsi makanan bergizi tertanam dalam kehidupan anak-anak kita," imbuhnya. 

    Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa pemerintah kota telah mengalokasikan anggaran sebanyak 6 hingga 6,5 persen di APBD 2025. Meski program tersebut sudah dicanangkan dalam APBN sekitar Rp71 triliun, menurutnya tetap harus ada antisipasi. 

    Sehingga alokasi dana sebesar 6 hingga 6,5 persen di APBD Kota Samarinda tahun 2025 untuk mengantisipasi kebutuhan dana program ini jika dukungan dari APBN belum memadai pada tahun pertama pelaksanaannya.  

    "Kita harus responsif. Jika tidak, bisa timbul saling menyalahkan, dan itu yang tidak kita inginkan," singkat Andi Harun.  

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kadisdikbud Samarinda Imbau Sekolah Siapkan Tempat Cuci Tangan untuk Dukung Program Makan Bergizi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 Desember 2024 pukul 15:28 WITA

    Kadisdikbud Samarinda, Asli Nuryadin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengimbau seluruh sekolah untuk memastikan kesiapan fasilitas pendukung, termasuk wastafel, guna mendukung implementasi program makan bergizi bagi siswa. 

    Menurutnya, kesiapan sekolah melaksanakan program makan bergizi gratis ini perlu ditunjang oleh fasilitas umum seperti wastafel dan sabun cuci tangan. 

    "Wastafel harus tersedia, baik di ruang indoor maupun outdoor. Di Samarinda, sebagian besar sekolah sudah memiliki saluran wastafel yang relatif cukup. Tinggal memastikan kesadaran orang tua dan siswa untuk terlibat aktif," jelas Asli, Rabu (25/12/2024).  

    Menurutnya, program ini dinilai penting untuk membangun kebiasaan baik dan menghindarkan anak-anak dari makanan yang terkontaminasi zat-zat berbahaya. Penyediaan fasilitas cuci tangan pun dimaksudkan untuk membangun kebiasaan baik dan kebersihan anak-anak di sekolah.

    Ia mengungkapkan, jumlah siswa yang menerima manfaat dari program ini dari tingkat PAUD hingga SMP, baik negeri maupun swasta di Samarinda mencapai 134 ribu, di luar dari kewenangan Kemenag serta SMA/SMK dan MAN.

    Ia pun menekankan pentingnya sinergi dan transparansi antara sekolah dan orang tua dalam menyusun menu makanan. "Misalnya, jika menu sekolah hari ini adalah sayur bening, orang tua dapat mengombinasikannya dengan lauk atau sayur lain di rumah. Tujuannya agar kebiasaan konsumsi makanan bergizi tertanam dalam kehidupan anak-anak kita," imbuhnya. 

    Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa pemerintah kota telah mengalokasikan anggaran sebanyak 6 hingga 6,5 persen di APBD 2025. Meski program tersebut sudah dicanangkan dalam APBN sekitar Rp71 triliun, menurutnya tetap harus ada antisipasi. 

    Sehingga alokasi dana sebesar 6 hingga 6,5 persen di APBD Kota Samarinda tahun 2025 untuk mengantisipasi kebutuhan dana program ini jika dukungan dari APBN belum memadai pada tahun pertama pelaksanaannya.  

    "Kita harus responsif. Jika tidak, bisa timbul saling menyalahkan, dan itu yang tidak kita inginkan," singkat Andi Harun.  

    (Sf/Rs)