Seputar Kaltim

    Kadisdikbud Kukar Bakal Beri Sanksi Sekolah yang Melakukan Perpeloncoan Saat MPLS

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Maruly Z
    15 Juli 2024 pukul 16:06 WITA

    Kadisdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor. (foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan kepada pihak sekolah untuk melakukan pengawasan dan memperhatikan siswa baru saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung.
    Kepala Disdikbud (Kadisdikbud) Kukar, Thauhid Alfian Noor mengatakan, kegiatan MPLS ini penting bagi siswa baru dalam mengenali nilai-nilai sekolah. Pemahaman tentang nilai-nilai ini membantu siswa untuk lebih mudah berintegrasi dengan lingkungan sekolah dan menerapkan perilaku yang sesuai dengan budaya sekolah. "Jangan sampai terjadi perpeloncoan dan tidak ada hal yang aneh-aneh selama masa MPLS ini," ungkapnya saat ditemui, Senin (15/7/2024).
    Thaulid mengatakan, MPLS ini harus benar-benar pengenalan orientasi sekolah bukan menjadi kegiatan perpeloncoan dan segala macam hal yang tidak mendidik. "Perpeloncoan bisa membuat siswa baru yang mengalamimya menjadi trauma dan tidak ingin bersekolah setelah menerima perlakuan yang tidak menyenangkan saat masa MPLS," jelasnya.
    Perlu diketahui, perpeloncoan merupakan aktivitas yang bersifat mempermalukan, mengintimidasi, bahkan tak jarang membahayakan pesertanya. Thauhid berharap pihak sekolah lebih memerhatikan siswa baru dalam masa pengenalan, contoh sederhananya seperti mengajak berbicara, serta melakukan pendampingan. 
    Ia juga akan menindaklanjuti pihak sekolah yang ketahuan melakukan perpeloncoan. "Kami minta laporkan ke Disdikbud Kukar jika ada sekolah yang melanggar hal tersebut, agar langsung diberikan sanksi berat apalagi kedapatan meninggalkan luka fisik dan trauma bagi siswa baru," pungkasnya.

    (Sf/Mr)

    Seputar Kaltim

    Kadisdikbud Kukar Bakal Beri Sanksi Sekolah yang Melakukan Perpeloncoan Saat MPLS

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Maruly Z
    15 Juli 2024 pukul 16:06 WITA

    Kadisdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor. (foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan kepada pihak sekolah untuk melakukan pengawasan dan memperhatikan siswa baru saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung.
    Kepala Disdikbud (Kadisdikbud) Kukar, Thauhid Alfian Noor mengatakan, kegiatan MPLS ini penting bagi siswa baru dalam mengenali nilai-nilai sekolah. Pemahaman tentang nilai-nilai ini membantu siswa untuk lebih mudah berintegrasi dengan lingkungan sekolah dan menerapkan perilaku yang sesuai dengan budaya sekolah. "Jangan sampai terjadi perpeloncoan dan tidak ada hal yang aneh-aneh selama masa MPLS ini," ungkapnya saat ditemui, Senin (15/7/2024).
    Thaulid mengatakan, MPLS ini harus benar-benar pengenalan orientasi sekolah bukan menjadi kegiatan perpeloncoan dan segala macam hal yang tidak mendidik. "Perpeloncoan bisa membuat siswa baru yang mengalamimya menjadi trauma dan tidak ingin bersekolah setelah menerima perlakuan yang tidak menyenangkan saat masa MPLS," jelasnya.
    Perlu diketahui, perpeloncoan merupakan aktivitas yang bersifat mempermalukan, mengintimidasi, bahkan tak jarang membahayakan pesertanya. Thauhid berharap pihak sekolah lebih memerhatikan siswa baru dalam masa pengenalan, contoh sederhananya seperti mengajak berbicara, serta melakukan pendampingan. 
    Ia juga akan menindaklanjuti pihak sekolah yang ketahuan melakukan perpeloncoan. "Kami minta laporkan ke Disdikbud Kukar jika ada sekolah yang melanggar hal tersebut, agar langsung diberikan sanksi berat apalagi kedapatan meninggalkan luka fisik dan trauma bagi siswa baru," pungkasnya.

    (Sf/Mr)