Seputar Kaltim

    Kadisdag Samarinda Sebut Citra Niaga Bakal Tampil Seperti Era 80-an

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    01 Mei 2024 pukul 19:32 WITA

    Citra Niaga Samarinda, Rabu (1/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan rencana pengembangan Citra Niaga yang bertujuan menjadikannya sebagai pusat oleh-oleh dengan mengusng konsep Malioboro. 

    Langkah ini diambil untuk mempertahankan identitas khas Kalimantan Timur (Kaltim) serta memperkaya pengalaman wisatawan dan pengunjung.

    "Dalam pengembangan Citra Niaga, kami ingin menciptakan suasana yang mirip dengan Malioboro, serta mempertahankan pusat oleh-oleh yang menjadi ciri khas Kaltim," ungkap Marnabas, Rabu (1/5/2024).

    Salah satu fokus utama dalam pengembangan ini adalah membangun integrasi antara Citra Niaga dengan destinasi wisata lainnya di Samarinda, seperti pasar pagi, Teras Samarinda, dan kapal wisata yang beroperasi di Sungai Mahakam. Tujuannya adalah agar pengunjung dapat menikmati beragam kegiatan dalam satu lokasi yang terintegrasi.

    "Jadi masyarakat yang berkunjung ke Citra Niaga bisa untuk berbelanja, misal ada yang mau ibadah bisa beribadah di Masjid Raya, bisa juga melihat China Town, Teras Samarinda, dan menikmati berbagai fasilitas yang tersedia," tambahnya.

    Meski nantinya terdapat penambahan fasilitas seperti kedai makanan dan minuman, namun yang menjadi fokus dari Citra Niaga adalah sebagai tempat atau pusatnya oleh-oleh dengan pelayanan yang baik. 

    Terkait dengan harga, Marnabas menegaskan jangan sampai kelak terjadi lonjakan harga yang melambung tinggi dari pasaran. Ia menyarankan agar penjual nantinya dapat memasang harga di setiap produk yang dijualnya, agar lebih transparan.

    "Kalau mereka mau jual Rp5 juta silahkan saja tapi ditulis, supaya tidak dibilang pembohongan publik," selorohnya.

    Selain itu, ia juga berencana untuk menjalin kerjasama dengan instansi pariwisata guna meningkatkan promosi dan pelayanan kepada wisatawan. Pihaknya akan menyediakan pemandu wisata yang akan membantu menghidupkan suasana Citra Niaga.

    Dalam upaya pengembangan ini, Dinas Perdagangan akan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Dinas Kesehatan. Mereka akan mengoordinasikan program-program untuk meningkatkan infrastruktur, kebersihan, kesehatan, dan pendidikan di sekitar Citra Niaga.

    Dinas Perpustakaan juga akan diturutsertakan dalam pengembangan pusat oleh-oleh ini, sekaligus sebagai upaya dalam meningkatkan literasi masyarakat. Ia berencana akan menyediakan ruang baca dan berbagai hadiah untuk memotivasi minat baca masyarakat Samarinda.

    “Kita berharap dengan begitu Citra Niaga kembali tampil seperti di era tahun 80-an,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kadisdag Samarinda Sebut Citra Niaga Bakal Tampil Seperti Era 80-an

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    01 Mei 2024 pukul 19:32 WITA

    Citra Niaga Samarinda, Rabu (1/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan rencana pengembangan Citra Niaga yang bertujuan menjadikannya sebagai pusat oleh-oleh dengan mengusng konsep Malioboro. 

    Langkah ini diambil untuk mempertahankan identitas khas Kalimantan Timur (Kaltim) serta memperkaya pengalaman wisatawan dan pengunjung.

    "Dalam pengembangan Citra Niaga, kami ingin menciptakan suasana yang mirip dengan Malioboro, serta mempertahankan pusat oleh-oleh yang menjadi ciri khas Kaltim," ungkap Marnabas, Rabu (1/5/2024).

    Salah satu fokus utama dalam pengembangan ini adalah membangun integrasi antara Citra Niaga dengan destinasi wisata lainnya di Samarinda, seperti pasar pagi, Teras Samarinda, dan kapal wisata yang beroperasi di Sungai Mahakam. Tujuannya adalah agar pengunjung dapat menikmati beragam kegiatan dalam satu lokasi yang terintegrasi.

    "Jadi masyarakat yang berkunjung ke Citra Niaga bisa untuk berbelanja, misal ada yang mau ibadah bisa beribadah di Masjid Raya, bisa juga melihat China Town, Teras Samarinda, dan menikmati berbagai fasilitas yang tersedia," tambahnya.

    Meski nantinya terdapat penambahan fasilitas seperti kedai makanan dan minuman, namun yang menjadi fokus dari Citra Niaga adalah sebagai tempat atau pusatnya oleh-oleh dengan pelayanan yang baik. 

    Terkait dengan harga, Marnabas menegaskan jangan sampai kelak terjadi lonjakan harga yang melambung tinggi dari pasaran. Ia menyarankan agar penjual nantinya dapat memasang harga di setiap produk yang dijualnya, agar lebih transparan.

    "Kalau mereka mau jual Rp5 juta silahkan saja tapi ditulis, supaya tidak dibilang pembohongan publik," selorohnya.

    Selain itu, ia juga berencana untuk menjalin kerjasama dengan instansi pariwisata guna meningkatkan promosi dan pelayanan kepada wisatawan. Pihaknya akan menyediakan pemandu wisata yang akan membantu menghidupkan suasana Citra Niaga.

    Dalam upaya pengembangan ini, Dinas Perdagangan akan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Dinas Kesehatan. Mereka akan mengoordinasikan program-program untuk meningkatkan infrastruktur, kebersihan, kesehatan, dan pendidikan di sekitar Citra Niaga.

    Dinas Perpustakaan juga akan diturutsertakan dalam pengembangan pusat oleh-oleh ini, sekaligus sebagai upaya dalam meningkatkan literasi masyarakat. Ia berencana akan menyediakan ruang baca dan berbagai hadiah untuk memotivasi minat baca masyarakat Samarinda.

    “Kita berharap dengan begitu Citra Niaga kembali tampil seperti di era tahun 80-an,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)