Seputar Kaltim

    Kades Jembayan Tepis Tudingan Tak Dukung Pelestarian Budaya dan Pelecehan Adat

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    13 Agustus 2025 pukul 22:43 WITA

    Kepala Desa Jembayan, Erwin. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Kepala Desa (Kades) Jembayan, Ehrwin menepis tudingan sebagian masyarakat yang menilainya telah melecehkan adat serta tidak mendukung pelestarian budaya. 

    Erwin mengaku telah memberikan perhatian terhadap pelestarian adat dan budaya, salah satunya melalui Festival Jembayan Kampung Tuha yang setiap tahun dilaksanakan. 

    “Kalau saya tidak mendukung adat dan budaya kita, buat apa kegiatan FJKT itu dilaksanakan. Ini setiap tahun pasti ada festivalnya, bukti kerjanya sudah saya lakukan,” ujar Erwin saat dihubungi, Rabu (13/8/2025).

    Dirinya menilai tuduhan yang dilontarkan itu merupakan sarat kepentingan pribadi. Ketua Lembaga Adat Jembayan, Sopyan yang memimpin aksi itu pernah menjadi calon kades, tapi ia kalah dalam pemilihan.

    "Aksi protes ini hanya dilakukan sebagian kecil warga saja, sementara total penduduk Desa Jembayan mencapai 10.000 jiwa lebih, dari sini kita bisa menilai," ujarnya. 

    Ia juga membantah tudingan seolah dirinya menantang duel kepala adat. “Jadi yang menantang itu bukan saya. Saya hanya bilang, kalau mau ribut jangan di dalam desa, malu,” sebutnya.

    Kemudian terkait tudingan bahwa dirinya telah melakukan intimidasi terhadap warga yang hendak mengikuti aksi demo, ia membantah, menurutnya pernyataan dan tuduhan itu seharusnya berlandaskan data dan bukti yang valid.

    “Pernyataan seperti itu dapat menyesatkan masyarakat. Kalau menuduh tanpa bukti, itu fitnah,” tegasnya.

    Dirinya berharap permasalahan ini tidak berlarut dan masyarakat bisa kembali fokus membangun Desa Jembayan. 

    “Jangan buang energi untuk saling menjatuhkan, lebih baik kita bersama-sama membangun Jembayan,” tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kades Jembayan Tepis Tudingan Tak Dukung Pelestarian Budaya dan Pelecehan Adat

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    13 Agustus 2025 pukul 22:43 WITA

    Kepala Desa Jembayan, Erwin. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Kepala Desa (Kades) Jembayan, Ehrwin menepis tudingan sebagian masyarakat yang menilainya telah melecehkan adat serta tidak mendukung pelestarian budaya. 

    Erwin mengaku telah memberikan perhatian terhadap pelestarian adat dan budaya, salah satunya melalui Festival Jembayan Kampung Tuha yang setiap tahun dilaksanakan. 

    “Kalau saya tidak mendukung adat dan budaya kita, buat apa kegiatan FJKT itu dilaksanakan. Ini setiap tahun pasti ada festivalnya, bukti kerjanya sudah saya lakukan,” ujar Erwin saat dihubungi, Rabu (13/8/2025).

    Dirinya menilai tuduhan yang dilontarkan itu merupakan sarat kepentingan pribadi. Ketua Lembaga Adat Jembayan, Sopyan yang memimpin aksi itu pernah menjadi calon kades, tapi ia kalah dalam pemilihan.

    "Aksi protes ini hanya dilakukan sebagian kecil warga saja, sementara total penduduk Desa Jembayan mencapai 10.000 jiwa lebih, dari sini kita bisa menilai," ujarnya. 

    Ia juga membantah tudingan seolah dirinya menantang duel kepala adat. “Jadi yang menantang itu bukan saya. Saya hanya bilang, kalau mau ribut jangan di dalam desa, malu,” sebutnya.

    Kemudian terkait tudingan bahwa dirinya telah melakukan intimidasi terhadap warga yang hendak mengikuti aksi demo, ia membantah, menurutnya pernyataan dan tuduhan itu seharusnya berlandaskan data dan bukti yang valid.

    “Pernyataan seperti itu dapat menyesatkan masyarakat. Kalau menuduh tanpa bukti, itu fitnah,” tegasnya.

    Dirinya berharap permasalahan ini tidak berlarut dan masyarakat bisa kembali fokus membangun Desa Jembayan. 

    “Jangan buang energi untuk saling menjatuhkan, lebih baik kita bersama-sama membangun Jembayan,” tutupnya.

    (Sf/Lo)