Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Junaidi. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Junaidi menyebut penyuluh pertanian di Kabupaten Berau masih kurang. Saat ini Kabupaten Berau baru memiliki 45 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang tersebar di 100 kampung di 13 kecamatan di Kabupaten Berau.
"Setiap desa harusnya memiliki satu penyuluh. Kita masih kurang apalagi sudah ada penyuluh yang sudah pensiun dan belum ada penambahan," ungkap Junaidi.
Diakuinya, satu penyuluh bisa menangani lebih dari satu desa di Kabupaten Berau. Hal itu terpaksa dilakukan karena kurangnya jumlah penyuluh. Selain itu, usulan ini sudah dilakukan sejak lama dan terus berlanjut setiap tahun. Sesuai dengan peraturan, idealnya satu desa memiliki satu penyuluh. Ia juga mengatakan terdapat penambahan PPL sebanyak 35 orang pada Tahun 2025 mendatang.
"Nah ini ada rekrutmen lagi dari CPNS itu ada 35 mudah-mudahan masuk semua. Sesuai dengan peraturan mentri pertanian satu desa satu penyuluh. Ini kalau masuk 35 sama 45 masih 80 PPL jadi belum terpenuhi semua, nanti kita akan mengusulkan lagi sisanya," bebernya.
Lebih lanjut dikatakannya, PPL memiliki peran penting demi keberlangsungan aktivitas pertanian di Kabupaten Berau yaitu untuk memberikan edukasi kepada petani, terutama dalam penggunaan pupuk yang efisien serta pemilihan bibit unggul. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian.
"Kita masih terus berbenah terkait prasarana produksinya, misalnya untuk saluran irigasi dukungan alsintannya, pupuk, obat obatan kita masih support terus," katanya.
Kendati demikian, Junaidi meminta para penyuluh tetap bersemangat dalam menjalankan tugas pendampingan. Terkhusus untuk para petani diharapkan kerjasamanya dengan penyuluh- penyuluh yang sedang menjalankan tugas dilapangan sehingga produksi pertanian di Kabupaten Berau bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Junaidi. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Junaidi menyebut penyuluh pertanian di Kabupaten Berau masih kurang. Saat ini Kabupaten Berau baru memiliki 45 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang tersebar di 100 kampung di 13 kecamatan di Kabupaten Berau.
"Setiap desa harusnya memiliki satu penyuluh. Kita masih kurang apalagi sudah ada penyuluh yang sudah pensiun dan belum ada penambahan," ungkap Junaidi.
Diakuinya, satu penyuluh bisa menangani lebih dari satu desa di Kabupaten Berau. Hal itu terpaksa dilakukan karena kurangnya jumlah penyuluh. Selain itu, usulan ini sudah dilakukan sejak lama dan terus berlanjut setiap tahun. Sesuai dengan peraturan, idealnya satu desa memiliki satu penyuluh. Ia juga mengatakan terdapat penambahan PPL sebanyak 35 orang pada Tahun 2025 mendatang.
"Nah ini ada rekrutmen lagi dari CPNS itu ada 35 mudah-mudahan masuk semua. Sesuai dengan peraturan mentri pertanian satu desa satu penyuluh. Ini kalau masuk 35 sama 45 masih 80 PPL jadi belum terpenuhi semua, nanti kita akan mengusulkan lagi sisanya," bebernya.
Lebih lanjut dikatakannya, PPL memiliki peran penting demi keberlangsungan aktivitas pertanian di Kabupaten Berau yaitu untuk memberikan edukasi kepada petani, terutama dalam penggunaan pupuk yang efisien serta pemilihan bibit unggul. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian.
"Kita masih terus berbenah terkait prasarana produksinya, misalnya untuk saluran irigasi dukungan alsintannya, pupuk, obat obatan kita masih support terus," katanya.
Kendati demikian, Junaidi meminta para penyuluh tetap bersemangat dalam menjalankan tugas pendampingan. Terkhusus untuk para petani diharapkan kerjasamanya dengan penyuluh- penyuluh yang sedang menjalankan tugas dilapangan sehingga produksi pertanian di Kabupaten Berau bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan.
(Sf/Rs)