Seputar Kaltim

    Kabupaten Berau Kekurangan Nakes, Pemkab Bakal Koordinasi dengan KemenPAN-RB

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Buniyamin
    23 Januari 2025 pukul 18:58 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabupaten Berau masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan (nakes).

    Persoalan ini menjadi masalah serius yang memengaruhi operasional Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

    Kebijakan pemutusan kontrak tenaga honorer dengan masa kerja di bawah dua tahun mempengaruhi situasi saat ini.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan, Pemkab Berau sedang mengupayakan berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) untuk mencari solusi. 

    "Kita coba untuk berkordinasi dengan KemenPAN-RB dulu. Apapun hasilnya. saya belum bisa sampaikan sekarang karna kita belum ketemu. Kami akan terus mengupayakan itu sebagai langkah selanjutnya," kata Sri.

    Ia menyebut masalah ini hampir dirasakan oleh seluruh Puskesmas di Kabupaten Berau. Masalah ini sangat mendesak dan berdampak serius terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil.

    "Saya menerima banyak laporan dari kampung. Semua langkah terbaik akan kami upayakan agar masalah ini bisa segera diatasi. Kekurangan tenaga kesehatan ini sangat mendesak dan harus segera diselesaikan," katanya.

    Dampak yang dapat ditimbulkan oleh kekurangan nakes adala penundaan penanganan medis akibat minimnya nakes, sehingga  dapat berakibat fatal bagi masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan, seperti lansia, ibu hamil, bayi dan balita.

    "Pelayanan kesehatan masyarakat ini sangat penting, jika tidak segera diselesaikan, bisa berdampak fatal bagi masyarakat kita," terangnya.

     

     

    Ia berharap dengan dukungan dari pemerintah pusat terkait penambahan nakes dapat segera direalisasikan, baik melalui formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun solusi lainnya. 

    Sri menyoroti kurangnya nakes ini mencerminkan tantangan besar dalam pemerataan layanan kesehatan, terutama di daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih.

    Pemkab Berau pun bertekad untuk terus berjuang demi memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

    "Kami berkomitmen menyelesaikan masalah ini secepat mungkin demi pelayanan kesehatan yang lebih baik. Mudah-mudahan mendapat hasil yang terbaik ya," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Kabupaten Berau Kekurangan Nakes, Pemkab Bakal Koordinasi dengan KemenPAN-RB

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Buniyamin
    23 Januari 2025 pukul 18:58 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabupaten Berau masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan (nakes).

    Persoalan ini menjadi masalah serius yang memengaruhi operasional Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

    Kebijakan pemutusan kontrak tenaga honorer dengan masa kerja di bawah dua tahun mempengaruhi situasi saat ini.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan, Pemkab Berau sedang mengupayakan berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) untuk mencari solusi. 

    "Kita coba untuk berkordinasi dengan KemenPAN-RB dulu. Apapun hasilnya. saya belum bisa sampaikan sekarang karna kita belum ketemu. Kami akan terus mengupayakan itu sebagai langkah selanjutnya," kata Sri.

    Ia menyebut masalah ini hampir dirasakan oleh seluruh Puskesmas di Kabupaten Berau. Masalah ini sangat mendesak dan berdampak serius terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil.

    "Saya menerima banyak laporan dari kampung. Semua langkah terbaik akan kami upayakan agar masalah ini bisa segera diatasi. Kekurangan tenaga kesehatan ini sangat mendesak dan harus segera diselesaikan," katanya.

    Dampak yang dapat ditimbulkan oleh kekurangan nakes adala penundaan penanganan medis akibat minimnya nakes, sehingga  dapat berakibat fatal bagi masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan, seperti lansia, ibu hamil, bayi dan balita.

    "Pelayanan kesehatan masyarakat ini sangat penting, jika tidak segera diselesaikan, bisa berdampak fatal bagi masyarakat kita," terangnya.

     

     

    Ia berharap dengan dukungan dari pemerintah pusat terkait penambahan nakes dapat segera direalisasikan, baik melalui formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun solusi lainnya. 

    Sri menyoroti kurangnya nakes ini mencerminkan tantangan besar dalam pemerataan layanan kesehatan, terutama di daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih.

    Pemkab Berau pun bertekad untuk terus berjuang demi memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

    "Kami berkomitmen menyelesaikan masalah ini secepat mungkin demi pelayanan kesehatan yang lebih baik. Mudah-mudahan mendapat hasil yang terbaik ya," pungkasnya.

    (Sf/By)