Seputar Kaltim

    Kabel Dicuri, Sejumlah Lampu Penerangan Wisata Mangrove Berbas Pantai Mati

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    02 Februari 2026 pukul 19:24 WITA

    Suasana malam hari di Mangrove Berbas Pantai gelap gulita sejak sejumlah lampu penerangan mati. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Sejumlah lampu penerangan di kawasan wisata Mangrove Berbas Pantai dilaporkan mati setelah kabel lampu dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab. 

    Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang memastikan perbaikan akan kembali diusulkan dalam anggaran perubahan 2026.

    Kepala Dispoparekraf Bontang, Eko Mas Hudi mengatakan laporan hilangnya lampu penerangan itu terjadi sekitar September-November 2025. Saat kejadian berlangsung, ia mengaku belum menjabat sebagai kepala dinas.

    “Informasi yang kami terima, lampu-lampu itu mati karena dicuri. Kejadiannya sekitar akhir tahun lalu,” ujarnya.

    Sebagai langkah penanganan, Dispoparekraf berencana melakukan pengadaan lampu baru sekaligus perbaikan jaringan penerangan melalui anggaran perubahan tahun ini.

    Sementara menunggu realisasi anggaran, pengamanan kawasan wisata tersebut kini lebih difokuskan melalui pemantauan kamera pengawas. Saat ini terdapat 12 unit CCTV yang telah terpasang dan beroperasi di sejumlah titik di area mangrove.

    Menurut Eko, sistem CCTV itu terhubung langsung ke kantor Dispoparekraf, sehingga dapat dipantau secara berkala. Ke depan, pihaknya juga berencana menambah jumlah kamera pengawas bersamaan dengan program perbaikan lampu.

    Dari sisi pengamanan lapangan, jumlah petugas jaga juga mengalami pengurangan. Jika sebelumnya terdapat tiga orang penjaga, kini hanya tersisa satu orang yang bertugas di kawasan tersebut. Pengurangan itu terjadi setelah kebijakan kontrak kerja diberlakukan, sejumlah petugas dengan masa kerja di bawah dua tahun harus dirumahkan.

    Dengan keterbatasan personel, Dispoparekraf berharap sistem pengawasan berbasis CCTV dapat membantu meminimalkan risiko pencurian dan kerusakan fasilitas, sambil menunggu penambahan sarana penerangan dan pengamanan pada perubahan anggaran 2026.

    “Setiap tahun kita lakukan perbaikan untuk lampu penerangan, nanti sekalian sama pemasangan CCTV tambahan,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kabel Dicuri, Sejumlah Lampu Penerangan Wisata Mangrove Berbas Pantai Mati

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    02 Februari 2026 pukul 19:24 WITA

    Suasana malam hari di Mangrove Berbas Pantai gelap gulita sejak sejumlah lampu penerangan mati. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Sejumlah lampu penerangan di kawasan wisata Mangrove Berbas Pantai dilaporkan mati setelah kabel lampu dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab. 

    Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang memastikan perbaikan akan kembali diusulkan dalam anggaran perubahan 2026.

    Kepala Dispoparekraf Bontang, Eko Mas Hudi mengatakan laporan hilangnya lampu penerangan itu terjadi sekitar September-November 2025. Saat kejadian berlangsung, ia mengaku belum menjabat sebagai kepala dinas.

    “Informasi yang kami terima, lampu-lampu itu mati karena dicuri. Kejadiannya sekitar akhir tahun lalu,” ujarnya.

    Sebagai langkah penanganan, Dispoparekraf berencana melakukan pengadaan lampu baru sekaligus perbaikan jaringan penerangan melalui anggaran perubahan tahun ini.

    Sementara menunggu realisasi anggaran, pengamanan kawasan wisata tersebut kini lebih difokuskan melalui pemantauan kamera pengawas. Saat ini terdapat 12 unit CCTV yang telah terpasang dan beroperasi di sejumlah titik di area mangrove.

    Menurut Eko, sistem CCTV itu terhubung langsung ke kantor Dispoparekraf, sehingga dapat dipantau secara berkala. Ke depan, pihaknya juga berencana menambah jumlah kamera pengawas bersamaan dengan program perbaikan lampu.

    Dari sisi pengamanan lapangan, jumlah petugas jaga juga mengalami pengurangan. Jika sebelumnya terdapat tiga orang penjaga, kini hanya tersisa satu orang yang bertugas di kawasan tersebut. Pengurangan itu terjadi setelah kebijakan kontrak kerja diberlakukan, sejumlah petugas dengan masa kerja di bawah dua tahun harus dirumahkan.

    Dengan keterbatasan personel, Dispoparekraf berharap sistem pengawasan berbasis CCTV dapat membantu meminimalkan risiko pencurian dan kerusakan fasilitas, sambil menunggu penambahan sarana penerangan dan pengamanan pada perubahan anggaran 2026.

    “Setiap tahun kita lakukan perbaikan untuk lampu penerangan, nanti sekalian sama pemasangan CCTV tambahan,” tandasnya.

    (Sf/Lo)