Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali kota Balikpapan Rahmad Mas'ud (dua kiri) bersama perangkat daerah lainnya bertakjiah ke rumah duka di Perumahan Batu Ampar Lestari RT 66 No 23, Balikpapan Utara. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) karena menderita sesak napas dan hipertensi, petugas KPPS bernama Ambiya yang bertugas di Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara dikabarkan telah meninggal dunia, Selasa (27/2/2024).
Tentu hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Balikpapan, dalam hal ini Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud. Apalagi dia merupakan pejuang dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Balikpapan.
Rahmad Mas’ud didampingi Asisten Tata Pemerintah Zulkifli, Kepala DKK Andi Sri Juliarty, Kepala Kesbangpol Sutadi dan Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha bertakjiah ke rumah duka di Perumahan Batu Ampar Lestari RT 66 No 23.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota mewakili Pemkot Balikpapan menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalkan anggota KPPS Balikpapan, semoga amal dan ibadahnya diterima disisi allah swt dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, kekuatan dan ketabahan, karena bahwa segala sesuatu yang bernyawa akan kembali.
“Kalau menjadi ketua KPU, walikota belum pasti selamanya, tapi kematian sudah pasti, untuk itu kami mengajak semua bersama-sama meningkatkan ibadah dan amal perbuatan, karena waktu kematian tidak ada yang tahu," ucap Rahmad saat menyampaikan duka cita.
Tidak hanya itu, ia juga memberikan apresiasi kepada KPU dan semua anggota KPPS yang bekerja keras hingga pelaksanaan Pemilu di Balikpapan berjalan aman, damai.
"Terima kasih juga kepada warga yang menjalankan dan mendukung terlaksananya pesta demorasi," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut juga, pemerintah melalui JKM BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum sebesar Rp42 juta.
Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, sejauh ini anggota KPPS yang di rawat jalan dan diperiksa puskesmas ada 47 orang, yang masuk ke rumah sakit 40 orang, namun sudah ada yang pulang, sementara lainnya ada yang masih dirawat dan 1orang meninggal.
“Data sekarang di rumah sakit sudah tidak ada pasien anggota KPPS," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali kota Balikpapan Rahmad Mas'ud (dua kiri) bersama perangkat daerah lainnya bertakjiah ke rumah duka di Perumahan Batu Ampar Lestari RT 66 No 23, Balikpapan Utara. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) karena menderita sesak napas dan hipertensi, petugas KPPS bernama Ambiya yang bertugas di Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara dikabarkan telah meninggal dunia, Selasa (27/2/2024).
Tentu hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Balikpapan, dalam hal ini Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud. Apalagi dia merupakan pejuang dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Balikpapan.
Rahmad Mas’ud didampingi Asisten Tata Pemerintah Zulkifli, Kepala DKK Andi Sri Juliarty, Kepala Kesbangpol Sutadi dan Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha bertakjiah ke rumah duka di Perumahan Batu Ampar Lestari RT 66 No 23.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota mewakili Pemkot Balikpapan menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalkan anggota KPPS Balikpapan, semoga amal dan ibadahnya diterima disisi allah swt dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, kekuatan dan ketabahan, karena bahwa segala sesuatu yang bernyawa akan kembali.
“Kalau menjadi ketua KPU, walikota belum pasti selamanya, tapi kematian sudah pasti, untuk itu kami mengajak semua bersama-sama meningkatkan ibadah dan amal perbuatan, karena waktu kematian tidak ada yang tahu," ucap Rahmad saat menyampaikan duka cita.
Tidak hanya itu, ia juga memberikan apresiasi kepada KPU dan semua anggota KPPS yang bekerja keras hingga pelaksanaan Pemilu di Balikpapan berjalan aman, damai.
"Terima kasih juga kepada warga yang menjalankan dan mendukung terlaksananya pesta demorasi," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut juga, pemerintah melalui JKM BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum sebesar Rp42 juta.
Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, sejauh ini anggota KPPS yang di rawat jalan dan diperiksa puskesmas ada 47 orang, yang masuk ke rumah sakit 40 orang, namun sudah ada yang pulang, sementara lainnya ada yang masih dirawat dan 1orang meninggal.
“Data sekarang di rumah sakit sudah tidak ada pasien anggota KPPS," tutupnya.
(Sf/Rs)