Seputar Kaltim

    Jurus Pemkab Berau Tekan Angka Stunting Lewat Penguatan Pokja Kampung KB

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    12 Desember 2024 pukul 11:34 WITA
    130

    Sosialisasi Penguatan Kelompok Kerja Kampung Keluarga Berkualitas (Pokja Kampung KB) tahun 2024, dilaksanakan Di Balai Mufakat. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Optimalisasi penguatan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Keluarga  Berkualitas (Kampung KB) dalam menanggulangi stunting merupakan salah satu langkah dan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui DPPKBP3A.

    DPPKBP3A Berau menggelar sosialisasi Penguatan Pokja Kampung KB untuk meningkatkan peran serta masyarakat serta stakeholder dan forum masyarakat di wilayah kampung KB, dilaksanakan di Balai Mufakat, Rabu, (11/12/2024).

    Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Berau, Hendratno mengatakan bahwa Kampung KB merupakan amanat dari Inpres Nomor 3 Tahun 2022, yang berfungsi sebagai wadah untuk mengintegrasikan kebijakan program yang fokus pada institusi keluarga. Setiap kampung diharapkan menjadi pusat pelayanan untuk penguatan dan pemberdayaan keluarga.

    Dirinya mengatakan pemerintah daerah sangat mendukung penyelenggaraan Kampung KB, yang sampai saat ini terus aktif melaksanakan kegiatan, terutama yang berkenaan dengan pencegahan stunting dan penyakit lainnya.

    "Melalui program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) lewat model sosial dengan pemberian pangan gratis bagi keluarga berisiko stunting yang tidak mampu, model kombinasi, dan model komersil," ungkap Hendratno.

    Selain itu, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di Kampung KB ini juga diharapkan peran aktif perangkat terkait, seperti TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting), dan OPD terkait.

    Ia menyoroti Berau yang masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan serius, salah satunya ialah tingginya kasus stunting. Dirinya mendorong seluruh pelaksana Kampung KB untuk meningkatkan kinerja dan memanfaatkan program yang ada secara optimal.

    "Saya berharap, Kampung KB dapat berperan besar dalam pencegahan dan pengendalian stunting di wilayah kerjanya masing-masing," ungkapnya.

    Hendratno menegaskan bahwa keberhasilan Program KB bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua pihak dan kader KB melalui program-program lintas instansi. Ia juga mengajak jajaran DPPKBP3A, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial untuk melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat secara efektif.

    Sementara itu, Sekertaris DPPKBP3A Halijah Yasin menyampaikan sosialiasi ini bertujuan dalam memberikan penyuluhan serta informasi tentang program bangga kencana sehingga tujuan yang ingin dicapai di kampung KB dapat tercapai yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    Dirinya menyebutkan, sasaran umum Pembangunan Program Bangga Kencana antara lain terkendalinya perkembangan reproduksi remaja, terkendalinya laju pertumbuhan penduduk serta meningkatnya ketahanan keluarga dan terbentuknya jaringan pengelolaan KB. 

    "Sehingga diharapkan dapat menghasilkan keluarga berkualitas dengan karakteristik keluarga yang tentram, mandiri dan bahagia yang pada akhirnya berkontribusi pada pembangunan negara secara luas," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jurus Pemkab Berau Tekan Angka Stunting Lewat Penguatan Pokja Kampung KB

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    12 Desember 2024 pukul 11:34 WITA
    130

    Sosialisasi Penguatan Kelompok Kerja Kampung Keluarga Berkualitas (Pokja Kampung KB) tahun 2024, dilaksanakan Di Balai Mufakat. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Optimalisasi penguatan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Keluarga  Berkualitas (Kampung KB) dalam menanggulangi stunting merupakan salah satu langkah dan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui DPPKBP3A.

    DPPKBP3A Berau menggelar sosialisasi Penguatan Pokja Kampung KB untuk meningkatkan peran serta masyarakat serta stakeholder dan forum masyarakat di wilayah kampung KB, dilaksanakan di Balai Mufakat, Rabu, (11/12/2024).

    Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Berau, Hendratno mengatakan bahwa Kampung KB merupakan amanat dari Inpres Nomor 3 Tahun 2022, yang berfungsi sebagai wadah untuk mengintegrasikan kebijakan program yang fokus pada institusi keluarga. Setiap kampung diharapkan menjadi pusat pelayanan untuk penguatan dan pemberdayaan keluarga.

    Dirinya mengatakan pemerintah daerah sangat mendukung penyelenggaraan Kampung KB, yang sampai saat ini terus aktif melaksanakan kegiatan, terutama yang berkenaan dengan pencegahan stunting dan penyakit lainnya.

    "Melalui program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) lewat model sosial dengan pemberian pangan gratis bagi keluarga berisiko stunting yang tidak mampu, model kombinasi, dan model komersil," ungkap Hendratno.

    Selain itu, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di Kampung KB ini juga diharapkan peran aktif perangkat terkait, seperti TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting), dan OPD terkait.

    Ia menyoroti Berau yang masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan serius, salah satunya ialah tingginya kasus stunting. Dirinya mendorong seluruh pelaksana Kampung KB untuk meningkatkan kinerja dan memanfaatkan program yang ada secara optimal.

    "Saya berharap, Kampung KB dapat berperan besar dalam pencegahan dan pengendalian stunting di wilayah kerjanya masing-masing," ungkapnya.

    Hendratno menegaskan bahwa keberhasilan Program KB bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua pihak dan kader KB melalui program-program lintas instansi. Ia juga mengajak jajaran DPPKBP3A, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial untuk melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat secara efektif.

    Sementara itu, Sekertaris DPPKBP3A Halijah Yasin menyampaikan sosialiasi ini bertujuan dalam memberikan penyuluhan serta informasi tentang program bangga kencana sehingga tujuan yang ingin dicapai di kampung KB dapat tercapai yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    Dirinya menyebutkan, sasaran umum Pembangunan Program Bangga Kencana antara lain terkendalinya perkembangan reproduksi remaja, terkendalinya laju pertumbuhan penduduk serta meningkatnya ketahanan keluarga dan terbentuknya jaringan pengelolaan KB. 

    "Sehingga diharapkan dapat menghasilkan keluarga berkualitas dengan karakteristik keluarga yang tentram, mandiri dan bahagia yang pada akhirnya berkontribusi pada pembangunan negara secara luas," pungkasnya.

    (Sf/Rs)