Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Rozani Erawadi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur mengakui penurunan drastis jumlah pengangguran di daerah ini karena investasi berkualitas.
Hal itu langsung diungkapkan oleh Kepala Disnakertrans Kaltim, Rozani Erawadi, mengungkapkan bahwa penurunan angka pengangguran adalah hasil dari berbagai upaya yang dilakukan oleh pihaknya. Termasuk peningkatan jumlah investasi ke Kaltim akan efektif dalam mengurangi angka pengangguran. "Investasi berkualitas mampu menyerap tenaga kerja," ujar Rozani.
Tercatat kini di Kaltim terjadinya sebuah penurunan jumlah pengangguran, berdasarkan data terbaru dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim. Pada Agustus 2023, tercatat ada 103.565 pengangguran, menurun dari 105.882 pada tahun sebelumnya. Penurunan ini juga tercermin dalam angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), yang turun dari 5,71 persen pada Agustus 2022 menjadi 5,31 persen pada Agustus 2023.
Disnakertrans Kaltim telah mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah tersebut. "Inisiatif-inisiatif seperti pendidikan vokasi, program magang langsung di perusahaan, dan pelatihan peningkatan kapasitas telah diperkenalkan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten," tuturnya.
Selain itu, Disnakertrans juga berperan sebagai mediator antara perusahaan dan pencari kerja melalui penyelenggaraan pasar kerja online dan offline setiap tahun. Namun, tantangan tetap ada, terutama karena sebagian besar investasi baru cenderung terkonsentrasi di Kabupaten Kutai Barat, bukan di Samarinda.
Rozani menekankan pentingnya kompetensi dan kemauan untuk berpindah sebagai faktor kunci dalam mengatasi tantangan ini. "Tidak seluruhnya investasi ke Samarinda. Jadi kembali lagi soal kompetensi dan kemauan, mau tidak pindah," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Rozani Erawadi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur mengakui penurunan drastis jumlah pengangguran di daerah ini karena investasi berkualitas.
Hal itu langsung diungkapkan oleh Kepala Disnakertrans Kaltim, Rozani Erawadi, mengungkapkan bahwa penurunan angka pengangguran adalah hasil dari berbagai upaya yang dilakukan oleh pihaknya. Termasuk peningkatan jumlah investasi ke Kaltim akan efektif dalam mengurangi angka pengangguran. "Investasi berkualitas mampu menyerap tenaga kerja," ujar Rozani.
Tercatat kini di Kaltim terjadinya sebuah penurunan jumlah pengangguran, berdasarkan data terbaru dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim. Pada Agustus 2023, tercatat ada 103.565 pengangguran, menurun dari 105.882 pada tahun sebelumnya. Penurunan ini juga tercermin dalam angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), yang turun dari 5,71 persen pada Agustus 2022 menjadi 5,31 persen pada Agustus 2023.
Disnakertrans Kaltim telah mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah tersebut. "Inisiatif-inisiatif seperti pendidikan vokasi, program magang langsung di perusahaan, dan pelatihan peningkatan kapasitas telah diperkenalkan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten," tuturnya.
Selain itu, Disnakertrans juga berperan sebagai mediator antara perusahaan dan pencari kerja melalui penyelenggaraan pasar kerja online dan offline setiap tahun. Namun, tantangan tetap ada, terutama karena sebagian besar investasi baru cenderung terkonsentrasi di Kabupaten Kutai Barat, bukan di Samarinda.
Rozani menekankan pentingnya kompetensi dan kemauan untuk berpindah sebagai faktor kunci dalam mengatasi tantangan ini. "Tidak seluruhnya investasi ke Samarinda. Jadi kembali lagi soal kompetensi dan kemauan, mau tidak pindah," pungkasnya.
(Sf/Rs)