Seputar Kaltim

    Jumlah ODHIV di Kutim Tercatat 749 Orang, 75 Kasus Baru pada 2026

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    16 Oktober 2026 pukul 14:10 WITA

    Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Sumarno. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Jumlah orang dengan HIV (ODHIV) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tercatat sebanyak 749 orang. Dari jumlah tersebut, 75 merupakan kasus baru pada 2026.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Sumarno menyebut, kasus HIV terus bertambah setiap tahun. Sangatta menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, disusul Muara Wahau.

    “Ini untuk HIV, total ODHIV 749 orang, kasus baru pada 2026 sebanyak 75, yang jelas paling banyak di Sangatta karena penduduknya paling banyak di Sangatta, kedua di Wahau. Itu yang paling banyak,” ujar Sumarno.

    Ia menjelaskan, HIV kerap diibaratkan sebagai fenomena gunung es karena kasus yang terdeteksi belum tentu menggambarkan jumlah sebenarnya di masyarakat. Karena itu, pemeriksaan terhadap kelompok berisiko tinggi menjadi salah satu upaya untuk menjangkau kasus yang belum terdeteksi.

    Menurut Sumarno, penanggulangan HIV juga diarahkan untuk mendukung target eliminasi pada 2030. Dinkes Kutim bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD), yang diketuai Wakil Bupati Kutim, serta yayasan yang turut membantu penanggulangan HIV.

    “Kita saling bergandengan tangan untuk memberantas itu,” ujarnya.

    Sumarno mengatakan, HIV hingga kini belum dapat disembuhkan. Meski demikian, orang dengan HIV dapat menjalani pengobatan antiretroviral (ARV) untuk menekan jumlah virus dalam tubuh. Pengobatan harus dijalani secara berkelanjutan.

    “Kalau untuk mengurangi enggak bisa. Karena kan orang HIV ini diobati seumur hidup,” tuturnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Jumlah ODHIV di Kutim Tercatat 749 Orang, 75 Kasus Baru pada 2026

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    16 Oktober 2026 pukul 14:10 WITA

    Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Sumarno. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Jumlah orang dengan HIV (ODHIV) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tercatat sebanyak 749 orang. Dari jumlah tersebut, 75 merupakan kasus baru pada 2026.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Sumarno menyebut, kasus HIV terus bertambah setiap tahun. Sangatta menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, disusul Muara Wahau.

    “Ini untuk HIV, total ODHIV 749 orang, kasus baru pada 2026 sebanyak 75, yang jelas paling banyak di Sangatta karena penduduknya paling banyak di Sangatta, kedua di Wahau. Itu yang paling banyak,” ujar Sumarno.

    Ia menjelaskan, HIV kerap diibaratkan sebagai fenomena gunung es karena kasus yang terdeteksi belum tentu menggambarkan jumlah sebenarnya di masyarakat. Karena itu, pemeriksaan terhadap kelompok berisiko tinggi menjadi salah satu upaya untuk menjangkau kasus yang belum terdeteksi.

    Menurut Sumarno, penanggulangan HIV juga diarahkan untuk mendukung target eliminasi pada 2030. Dinkes Kutim bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD), yang diketuai Wakil Bupati Kutim, serta yayasan yang turut membantu penanggulangan HIV.

    “Kita saling bergandengan tangan untuk memberantas itu,” ujarnya.

    Sumarno mengatakan, HIV hingga kini belum dapat disembuhkan. Meski demikian, orang dengan HIV dapat menjalani pengobatan antiretroviral (ARV) untuk menekan jumlah virus dalam tubuh. Pengobatan harus dijalani secara berkelanjutan.

    “Kalau untuk mengurangi enggak bisa. Karena kan orang HIV ini diobati seumur hidup,” tuturnya.

    (Sf/Lo)