Cari disini...
Seputar Kaltim
Pengungkapan kasus penipuan atau penggelapan tiket konser Sheila On 7 oleh Polresta Samarinda. (foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Euforia konser Sheila on 7 di Samarinda belum sepenuhnya mereda. Namun, di balik kesuksesan acara tersebut, terungkap kasus penipuan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial RD (33). Pelaku diduga telah menipu ratusan penggemar band asal Yogyakarta itu dengan menjual tiket konser palsu.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, mengungkapkan bahwa RD telah mengumpulkan uang sebesar Rp280 juta dari hasil penjualan tiket palsu tersebut. Uang yang seharusnya digunakan untuk membeli tiket konser secara resmi itu justru digunakan pelaku untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.
"Pelaku mengaku menggunakan uang tersebut untuk foya-foya. Modus yang digunakan adalah menawarkan tiket konser secara online. Korban percaya karena pelaku sebelumnya pernah menjadi event organizer lokal," ujar Kombes Pol Ary Fadli saat konferensi pers di Mapolresta Samarinda, Jumat (2/8/2024).
Pelaku menjalankan aksinya dengan sangat licin. Ia menawarkan tiket konser kepada calon pembeli melalui telepon genggam. Korban yang sebelumnya telah mengetahui sepak terjang pelaku sebagai event organizer, pun dengan mudah percaya.
"Namun, kecurigaan mulai muncul ketika para korban tidak menerima barcode tiket yang dijanjikan. Setelah dilakukan penelusuran, pihak promotor konser membenarkan bahwa pelaku bukan bagian dari tim penjualan tiket resmi," paparnya.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh pihak kepolisian, terdapat sekitar 460 orang yang menjadi korban penipuan RD. Dengan harga tiket rata-rata Rp400.000 hingga Rp500.000 per lembar, total kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai Rp280 juta.
Atas perbuatannya, RD dijerat dengan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pengungkapan kasus penipuan atau penggelapan tiket konser Sheila On 7 oleh Polresta Samarinda. (foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Euforia konser Sheila on 7 di Samarinda belum sepenuhnya mereda. Namun, di balik kesuksesan acara tersebut, terungkap kasus penipuan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial RD (33). Pelaku diduga telah menipu ratusan penggemar band asal Yogyakarta itu dengan menjual tiket konser palsu.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, mengungkapkan bahwa RD telah mengumpulkan uang sebesar Rp280 juta dari hasil penjualan tiket palsu tersebut. Uang yang seharusnya digunakan untuk membeli tiket konser secara resmi itu justru digunakan pelaku untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.
"Pelaku mengaku menggunakan uang tersebut untuk foya-foya. Modus yang digunakan adalah menawarkan tiket konser secara online. Korban percaya karena pelaku sebelumnya pernah menjadi event organizer lokal," ujar Kombes Pol Ary Fadli saat konferensi pers di Mapolresta Samarinda, Jumat (2/8/2024).
Pelaku menjalankan aksinya dengan sangat licin. Ia menawarkan tiket konser kepada calon pembeli melalui telepon genggam. Korban yang sebelumnya telah mengetahui sepak terjang pelaku sebagai event organizer, pun dengan mudah percaya.
"Namun, kecurigaan mulai muncul ketika para korban tidak menerima barcode tiket yang dijanjikan. Setelah dilakukan penelusuran, pihak promotor konser membenarkan bahwa pelaku bukan bagian dari tim penjualan tiket resmi," paparnya.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh pihak kepolisian, terdapat sekitar 460 orang yang menjadi korban penipuan RD. Dengan harga tiket rata-rata Rp400.000 hingga Rp500.000 per lembar, total kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai Rp280 juta.
Atas perbuatannya, RD dijerat dengan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
(Sf/Rs)