Seputar Kaltim

    Jongkang Rawan Jadi Jalur Pelarian Kriminal, Warga Minta Polisi Perketat Pengawasan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    16 Juli 2025 pukul 20:39 WITA

    Jalur dua Jongkang, Kecamatan Loa Kulu. (Foto: M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Tingkat kriminalitas di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) kian mengkhawatirkan. 

    Warga pun mendesak pihak kepolisian untuk memperketat penjagaan, khususnya di jalur strategis, seperti Desa Jongkang dan sekitarnya yang dinilai rawan dijadikan akses pelarian pelaku kejahatan.

    Seorang warga Desa Jongkang, Dery menyebut wilayah Jongkang kerap sepi pada malam hari dan memiliki akses langsung ke beberapa jalur alternatif, salah satunya menuju Kota Samarinda. 

    Ia menilai lintasan tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku tindak kriminal untuk melarikan diri usai beraksi di wilayah Jongkang maupun Tenggarong.

    Dirinya kerap mendapatkan informasi dari media sosial terkait tindak kejahatan yang dilakukan di Tenggarong, mulai dari pencurian helm, tabung LPG, tiang Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), kabel hingga perampokan secara terang-terangan. 

    "Semoga saja pihak kepolisian yang berada di Kecamatan Loa Kulu atau Tenggarong bisa bersinergi mendirikan pos untuk memperketat penjagaan di wilayah Jongkang yang berpotensi jadi jalur pelarian pelaku tindak kriminal," kata Dery.

    Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Tenggarong, IPTU Budi Santoso mengungkap telah bekerja sama dengan pihak keamanan seperti Polsek Loa Kulu dan kecamatan lainnya. 

    Ia juga menilai Jongkang berpotensi menjadi wilayah yang perlu diperhatikan keamanannya. Jalur itu berpotensi menjadi akses keluar masuknya para pelaku kejahatan.

    Budi menegaskan akan berkoordinasi dengan Polsek Loa Kulu untuk melakukan patroli dalam menjaga keamanan masyarakat. 

    "Kami selalu melakukan patroli di wilayah penjagaan masing-masing, koordinasi antar instansi juga sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta memastikan penanganan masalah keamanan yang efektif dan efisien. Saya harap masyarakat juga berperan aktif untuk melaporkan segala tindak kejahatan," harapnya.  

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Jongkang Rawan Jadi Jalur Pelarian Kriminal, Warga Minta Polisi Perketat Pengawasan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    16 Juli 2025 pukul 20:39 WITA

    Jalur dua Jongkang, Kecamatan Loa Kulu. (Foto: M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Tingkat kriminalitas di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) kian mengkhawatirkan. 

    Warga pun mendesak pihak kepolisian untuk memperketat penjagaan, khususnya di jalur strategis, seperti Desa Jongkang dan sekitarnya yang dinilai rawan dijadikan akses pelarian pelaku kejahatan.

    Seorang warga Desa Jongkang, Dery menyebut wilayah Jongkang kerap sepi pada malam hari dan memiliki akses langsung ke beberapa jalur alternatif, salah satunya menuju Kota Samarinda. 

    Ia menilai lintasan tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku tindak kriminal untuk melarikan diri usai beraksi di wilayah Jongkang maupun Tenggarong.

    Dirinya kerap mendapatkan informasi dari media sosial terkait tindak kejahatan yang dilakukan di Tenggarong, mulai dari pencurian helm, tabung LPG, tiang Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), kabel hingga perampokan secara terang-terangan. 

    "Semoga saja pihak kepolisian yang berada di Kecamatan Loa Kulu atau Tenggarong bisa bersinergi mendirikan pos untuk memperketat penjagaan di wilayah Jongkang yang berpotensi jadi jalur pelarian pelaku tindak kriminal," kata Dery.

    Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Tenggarong, IPTU Budi Santoso mengungkap telah bekerja sama dengan pihak keamanan seperti Polsek Loa Kulu dan kecamatan lainnya. 

    Ia juga menilai Jongkang berpotensi menjadi wilayah yang perlu diperhatikan keamanannya. Jalur itu berpotensi menjadi akses keluar masuknya para pelaku kejahatan.

    Budi menegaskan akan berkoordinasi dengan Polsek Loa Kulu untuk melakukan patroli dalam menjaga keamanan masyarakat. 

    "Kami selalu melakukan patroli di wilayah penjagaan masing-masing, koordinasi antar instansi juga sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta memastikan penanganan masalah keamanan yang efektif dan efisien. Saya harap masyarakat juga berperan aktif untuk melaporkan segala tindak kejahatan," harapnya.  

    (Sf/Lo)