Seputar Kaltim

    Jembatan Sungai Api-api Bontang Terancam Ambruk, Pondasi Rusak Akibat Tertabrak Bekisting

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Buniyamin
    21 Maret 2025 pukul 21:07 WITA

    Kaki jembatan di Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, yang telah berdiri sejak 2014 rusak akibat tertabrak bekisting yang larut di sungai. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Kaki atau pondasi jembatan di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang rusak akibat ditabrak kayu bekisting yang larut di sungai.

    Salah satu warga sekitar, Mustar mengatakan kerusakan tersebut terjadi dua bulan lalu. Bekisting tersebut diduga berasal dari proyek pembangunan yang jatuh ke sungai. Kemudian, tersangkut dibawah jembatan dan mengakibatkan jembatan tidak kuat menahan arus air yang terhambat.

    “Ada kayu bekisting yang menabrak lalu nyangkut karena kaki jembatan tidak kuat jadi salah satu kayunya,” ujarnya Jumat (21/3/2025).

    Jembatan tersebut juga sudah lama tidak ada perbaikan sejak dibangun pada 2014 lalu, yang diduga membuatnya lebih rapuh.

    “Sudah dari 2014, belum ada perbaikan,” lanjutnya.

    Kerusakan tersebut menyebabkan masyarakat sekitar tidak lagi berani melintas menggunakan motor. 

    Pasalnya, jembatan terlihat tidak lagi kokoh dan goyang saat dilewati, bahkan ada potensi ambruk.

    “Kalau jalan kaki masih berani, tapi kalau naik motor takut tidak kuat jembatannya,” lanjutnya.

    Padahal, jembatan tersebut merupakan akses sehari-hari masyarakat sekitar untuk pergi ke masjid. Selain itu juga lebih dekat jika menuju ke beberapa tempat lainnya.

    “Walaupun bukan akses satu-satunya untuk keluar, tapi kami selalu lewat jembatan ini kalau mau ke masjid, atau nyebrang ke Jalan Tomat,” keluhnya.

    Ditambah lagi, tanah di dekat jembatan saat ini sedang dalam masa perbaikan akibat lonsor parah sejak dua hari lalu, menyebabkan akses tersebut tidak lagi bisa digunakan.

    “Sudah lama juga itu mulai amblas tapi dua hari lalu yang parah,” kata dia.

    Ia berharap pemerintah memberikan perhatian untuk segera memperbaiki kerusakan jembatan. Selain itu, ia meminta pemerintah menyelesaikan proyek drainase yang belum tuntas diujung jalan. Pasalnya, hal itu diduga menjadi penyebab longsornya tanah yang ada di jalan tersebut.

    “Harusnya kan drainase ini limbahnya terbuang ke sungai tapi karena belum selesai jadi buntu, airnya kemana-man,” pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Jembatan Sungai Api-api Bontang Terancam Ambruk, Pondasi Rusak Akibat Tertabrak Bekisting

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Buniyamin
    21 Maret 2025 pukul 21:07 WITA

    Kaki jembatan di Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, yang telah berdiri sejak 2014 rusak akibat tertabrak bekisting yang larut di sungai. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Kaki atau pondasi jembatan di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang rusak akibat ditabrak kayu bekisting yang larut di sungai.

    Salah satu warga sekitar, Mustar mengatakan kerusakan tersebut terjadi dua bulan lalu. Bekisting tersebut diduga berasal dari proyek pembangunan yang jatuh ke sungai. Kemudian, tersangkut dibawah jembatan dan mengakibatkan jembatan tidak kuat menahan arus air yang terhambat.

    “Ada kayu bekisting yang menabrak lalu nyangkut karena kaki jembatan tidak kuat jadi salah satu kayunya,” ujarnya Jumat (21/3/2025).

    Jembatan tersebut juga sudah lama tidak ada perbaikan sejak dibangun pada 2014 lalu, yang diduga membuatnya lebih rapuh.

    “Sudah dari 2014, belum ada perbaikan,” lanjutnya.

    Kerusakan tersebut menyebabkan masyarakat sekitar tidak lagi berani melintas menggunakan motor. 

    Pasalnya, jembatan terlihat tidak lagi kokoh dan goyang saat dilewati, bahkan ada potensi ambruk.

    “Kalau jalan kaki masih berani, tapi kalau naik motor takut tidak kuat jembatannya,” lanjutnya.

    Padahal, jembatan tersebut merupakan akses sehari-hari masyarakat sekitar untuk pergi ke masjid. Selain itu juga lebih dekat jika menuju ke beberapa tempat lainnya.

    “Walaupun bukan akses satu-satunya untuk keluar, tapi kami selalu lewat jembatan ini kalau mau ke masjid, atau nyebrang ke Jalan Tomat,” keluhnya.

    Ditambah lagi, tanah di dekat jembatan saat ini sedang dalam masa perbaikan akibat lonsor parah sejak dua hari lalu, menyebabkan akses tersebut tidak lagi bisa digunakan.

    “Sudah lama juga itu mulai amblas tapi dua hari lalu yang parah,” kata dia.

    Ia berharap pemerintah memberikan perhatian untuk segera memperbaiki kerusakan jembatan. Selain itu, ia meminta pemerintah menyelesaikan proyek drainase yang belum tuntas diujung jalan. Pasalnya, hal itu diduga menjadi penyebab longsornya tanah yang ada di jalan tersebut.

    “Harusnya kan drainase ini limbahnya terbuang ke sungai tapi karena belum selesai jadi buntu, airnya kemana-man,” pungkasnya.

    (Sf/By)