Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Jembatan Mahulu bakal ditutup besok. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kalimantan Timur dijadwalkan akan melakukan uji beban (loading test) pada Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda, pada Sabtu (17/1/2026) besok.
Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut insiden jembatan yang sempat ditabrak oleh tongkang batu bara beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kaltim, Muhran, menjelaskan bahwa pengujian ini meliputi uji beban, uji dinamis, serta Non-Destructive Test (NDT).
"Besok betul ada rencana uji beban. Rencana kegiatan itu kita lakukan dari jam 10.00 pagi sampai selesai," ujar Muhran saat dikonfirmasi.
Ia memperkirakan proses pengujian akan memakan waktu paling lama sekitar empat jam. Selama proses tersebut, arus lalu lintas di atas jembatan akan dialihkan sementara demi keamanan dan kelancaran teknis.
"Harapan kami untuk kendaraan-kendaraan besar besok sementara parkir dulu di kantong-kantong parkir yang biasa disediakan. Untuk kendaraan kecil, roda dua, dan mobil penumpang, harapan kita cari alternatif jalan lain dulu sementara kami melakukan uji beban," jelasnya.
Muhran menegaskan, uji beban ini sangat vital untuk memastikan kesehatan jembatan pasca-insiden penabrakan, baik penabrakan pertama maupun kedua. Tujuannya agar struktur bangunan atas maupun bawah dipastikan tetap aman dilintasi.
"Jembatan Mahulu ini urat nadi Kota Samarinda. Satu-satunya jembatan yang 'sehat' ibaratnya yang di Mahulu ini, karena bisa dilintasi kendaraan besar. Kalau Jembatan Mahakam lama kan sudah tua," tambahnya.
Dalam pengujian ini, Dinas PUPR menggandeng konsultan independen, serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian (Lantas Polres) dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk pengaturan lalu lintas.
Adapun hasil dari uji beban ini diperkirakan akan keluar dalam waktu 2 hingga 3 hari ke depan untuk kemudian dipublikasikan kepada masyarakat.
Terkait kerusakan akibat ditabrak tongkang, Muhran merincikan adanya kerusakan pada fender (pelindung pilar) dan goresan pada pilar jembatan.
Pada insiden pertama yang menyebabkan hilangnya tiga buah fender (dua fender kecil dan satu fender dolphin besar), estimasi biaya perbaikan mencapai angka fantastis.
"Sementara perhitungan kita, nanti diselaraskan dengan pihak perusahaan, itu dari kami kurang lebih Rp31 Miliar lebih. Itu untuk (perbaikan) tabrakan pertama," ungkap Muhran.
Sementara untuk insiden kedua yang menyebabkan pilar tergores dan rompal, estimasi perbaikan berada di kisaran Rp100 juta lebih.
Kendati demikian, Muhran memastikan pihak perusahaan penabrak jembatan telah menunjukkan itikad baik. Perusahaan telah membuat surat pernyataan tanggung jawab mutlak untuk mengganti rugi dan memperbaiki kerusakan aset daerah tersebut.
"Perusahaan tetap komitmen mengganti rugi. Karena mereka sudah membuat surat pernyataan kesanggupan mutlak untuk memperbaiki dan mengembalikan aset yang rusak," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Jembatan Mahulu bakal ditutup besok. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kalimantan Timur dijadwalkan akan melakukan uji beban (loading test) pada Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda, pada Sabtu (17/1/2026) besok.
Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut insiden jembatan yang sempat ditabrak oleh tongkang batu bara beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kaltim, Muhran, menjelaskan bahwa pengujian ini meliputi uji beban, uji dinamis, serta Non-Destructive Test (NDT).
"Besok betul ada rencana uji beban. Rencana kegiatan itu kita lakukan dari jam 10.00 pagi sampai selesai," ujar Muhran saat dikonfirmasi.
Ia memperkirakan proses pengujian akan memakan waktu paling lama sekitar empat jam. Selama proses tersebut, arus lalu lintas di atas jembatan akan dialihkan sementara demi keamanan dan kelancaran teknis.
"Harapan kami untuk kendaraan-kendaraan besar besok sementara parkir dulu di kantong-kantong parkir yang biasa disediakan. Untuk kendaraan kecil, roda dua, dan mobil penumpang, harapan kita cari alternatif jalan lain dulu sementara kami melakukan uji beban," jelasnya.
Muhran menegaskan, uji beban ini sangat vital untuk memastikan kesehatan jembatan pasca-insiden penabrakan, baik penabrakan pertama maupun kedua. Tujuannya agar struktur bangunan atas maupun bawah dipastikan tetap aman dilintasi.
"Jembatan Mahulu ini urat nadi Kota Samarinda. Satu-satunya jembatan yang 'sehat' ibaratnya yang di Mahulu ini, karena bisa dilintasi kendaraan besar. Kalau Jembatan Mahakam lama kan sudah tua," tambahnya.
Dalam pengujian ini, Dinas PUPR menggandeng konsultan independen, serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian (Lantas Polres) dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk pengaturan lalu lintas.
Adapun hasil dari uji beban ini diperkirakan akan keluar dalam waktu 2 hingga 3 hari ke depan untuk kemudian dipublikasikan kepada masyarakat.
Terkait kerusakan akibat ditabrak tongkang, Muhran merincikan adanya kerusakan pada fender (pelindung pilar) dan goresan pada pilar jembatan.
Pada insiden pertama yang menyebabkan hilangnya tiga buah fender (dua fender kecil dan satu fender dolphin besar), estimasi biaya perbaikan mencapai angka fantastis.
"Sementara perhitungan kita, nanti diselaraskan dengan pihak perusahaan, itu dari kami kurang lebih Rp31 Miliar lebih. Itu untuk (perbaikan) tabrakan pertama," ungkap Muhran.
Sementara untuk insiden kedua yang menyebabkan pilar tergores dan rompal, estimasi perbaikan berada di kisaran Rp100 juta lebih.
Kendati demikian, Muhran memastikan pihak perusahaan penabrak jembatan telah menunjukkan itikad baik. Perusahaan telah membuat surat pernyataan tanggung jawab mutlak untuk mengganti rugi dan memperbaiki kerusakan aset daerah tersebut.
"Perusahaan tetap komitmen mengganti rugi. Karena mereka sudah membuat surat pernyataan kesanggupan mutlak untuk memperbaiki dan mengembalikan aset yang rusak," pungkasnya.
(Sf/Rs)