Seputar Kaltim

    Jembatan Mahakam 'Dihantam' Tongkang, Muatan Kayu Ternyata Mau Dibawa ke Riau

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    17 Februari 2025 pukul 13:23 WITA

    Kepala Polresta Samarinda, Hendri Umar saat menjelaskan kejadian kapal tertabrak. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sebuah tongkang bermuatan kayu bulat yang rencananya akan dikirim ke Kepulauan Riau, Sumatera, menabrak pilar Jembatan Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu (16/2/2025) sore sekitar pukul 16.00 WITA. Akibatnya, pilar pengaman jembatan mengalami kerusakan.

    Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari Dinas PUPR PERA Provinsi Kaltim terkait kejadian ini. Saat ini, Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polresta Samarinda sedang melakukan penyidikan lebih lanjut.

    "Kami telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk awak kapal tongkang, tugboat, dan kapal assist yang berada di lokasi kejadian," ujar Hendri Umar.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kecelakaan ini diduga disebabkan oleh kesalahan navigasi. Saat mendekati jembatan, posisi tongkang terlalu ke kiri, sehingga sulit untuk dikendalikan. 

    Meskipun pandu kapal telah memberikan arahan untuk mengubah posisi ke tengah, namun arus sungai yang deras menyebabkan tongkang tetap menabrak pilar jembatan.

    "Kami masih terus mendalami penyebab pasti dari kejadian ini, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang turut berkontribusi," lanjut Kapolresta.

    Tongkang tersebut diketahui berasal dari Muara Kaman dan rencananya akan membawa muatan kayu bulat ke Kepulauan Riau, Sumatera. Saat ini, tongkang telah diamankan di kawasan Harapan Baru untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.

    Akibat kejadian ini, pilar pengaman jembatan mengalami kerusakan yang signifikan. Namun, berdasarkan koordinasi dengan Dinas PUPR Kaltim, kondisi Jembatan Mahakam masih dinyatakan aman dan dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

    "Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk KSOP dan ahli lainnya, untuk mengetahui penyebab pasti dari tabrakan ini serta langkah-langkah penanganan lebih lanjut," pungkas Hendri.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jembatan Mahakam 'Dihantam' Tongkang, Muatan Kayu Ternyata Mau Dibawa ke Riau

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    17 Februari 2025 pukul 13:23 WITA

    Kepala Polresta Samarinda, Hendri Umar saat menjelaskan kejadian kapal tertabrak. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sebuah tongkang bermuatan kayu bulat yang rencananya akan dikirim ke Kepulauan Riau, Sumatera, menabrak pilar Jembatan Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu (16/2/2025) sore sekitar pukul 16.00 WITA. Akibatnya, pilar pengaman jembatan mengalami kerusakan.

    Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari Dinas PUPR PERA Provinsi Kaltim terkait kejadian ini. Saat ini, Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polresta Samarinda sedang melakukan penyidikan lebih lanjut.

    "Kami telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk awak kapal tongkang, tugboat, dan kapal assist yang berada di lokasi kejadian," ujar Hendri Umar.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kecelakaan ini diduga disebabkan oleh kesalahan navigasi. Saat mendekati jembatan, posisi tongkang terlalu ke kiri, sehingga sulit untuk dikendalikan. 

    Meskipun pandu kapal telah memberikan arahan untuk mengubah posisi ke tengah, namun arus sungai yang deras menyebabkan tongkang tetap menabrak pilar jembatan.

    "Kami masih terus mendalami penyebab pasti dari kejadian ini, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang turut berkontribusi," lanjut Kapolresta.

    Tongkang tersebut diketahui berasal dari Muara Kaman dan rencananya akan membawa muatan kayu bulat ke Kepulauan Riau, Sumatera. Saat ini, tongkang telah diamankan di kawasan Harapan Baru untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.

    Akibat kejadian ini, pilar pengaman jembatan mengalami kerusakan yang signifikan. Namun, berdasarkan koordinasi dengan Dinas PUPR Kaltim, kondisi Jembatan Mahakam masih dinyatakan aman dan dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

    "Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk KSOP dan ahli lainnya, untuk mengetahui penyebab pasti dari tabrakan ini serta langkah-langkah penanganan lebih lanjut," pungkas Hendri.

    (Sf/Rs)