Jembatan HM Usman Diresmikan, Begini Biografi Nama Jembatan

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    12 Juni 2023 03:59 WIB

    Peresmian Jembatan HM Usman oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun dan melakukan penandatanganan di nama batu jembatan tersebut. (Foto: Maulana/Seputarfakta)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun meresmikan jembatan HM Usman di Jalan HM Saleh Arsyad, Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Sabtu (10/6/2023).

    Jembatan sepanjang 51,95 meter sebagai akses vital warga Sungai Kapih, sebab jembatan itu memotong jarak tempuh hingga puluhan kilometer ke Perumahan Ariesco, Jalan Rapak Mahang.

    Jembatan tersebut juga menjadi akses lalu lalang anak sekolah, yakni SMKN 20, SMPN 17 dan SD 006.

    Sebelum dibangun jembatan HM Usman secara Permanen memiliki konstruksi kayu yang berumur 50 tahun lamanya.

    Rapuhnya jembatan itu sudah dikeluhkan warga dengan jumlah laporan sebanyak tiga kali dari 2019 hingga 2022, laporan terbaru diterima setelah truk yang melintasi jembatan tersebut membuat konstruk jembatan patah.

    Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan, dengan total anggaran Rp 4 Miliar dibangun mulai bulan September 2022 dan selesai bulan Januari 2023.

    Keberhasilan Andi Harun dalam menindaklanjuti keluhan dari warga sangat diapresiasi, bahkan nama jembatan itu mulanya akan diberi nama Andi Harun.

    "Awalnya warga usulkan nama saya, tapi saya tolak dan tidak perlu pertimbangan lama karena saya belum memiliki jasa begitu besar untuk Samarinda," ungkap Wali Kota Samarinda Andi Harun.

    Kemudian, ia memberikan saran untuk warga sekitar sungai Kapih yang memiliki pengaruh di lingkungan sekitar.

    "Nama HM Usman yang dipilih oleh warga, menurut mereka beliau meninggalkan rekam jejak yang patut diteladani, termasuk pengabdian beliau sebagai wakil kepala kampung Sungai Kapih dari tahun 1975 hingga tahun 1985," lanjutnya.

    Setelah itu, Biografi dibacakan oleh Perwakilan RT 03 Kelurahan Sungai Kapih, Arif Rahman sebagai langkah penghormatan terhadap nama jembatan.

    "Nama lengkap beliau Haji Muhammad Usman bin Mayasin yang dikenal dengan HM Usman adalah orang asli Samarinda, yang lahir di kampung Sungai Kapih (dulu dikenal dengan Sambutan Muara), lahir pada tanggal 17 Oktober 1916," jelasnya.

    HM Usman adalah anak ke-4 dari pasangan bapak Mayasin dan Ibu Baiyah. "Masa kecil beliau hingga tua, dihabiskan di kampung sendiri, beliau pernah menjadi pejuang 45 veteran yang saat itu turut membantu tentara Indonesia dalam aksi melawan dan mengusir penjajah di Kalimantan Timur," terangnya.

    HM Usman pernah menjabat menjadi ketua RT, sejak dulu daerah tersebut masih terdapat tiga RT.

    HM Usman dikenal sebagai tokoh masyarakat yang begitu peduli terhadap kondisi Sungai Kapih dan kesejahteraan warga. "Tercatat beliau pernah mewakafkan tanahnya yang saat ini sudah berdiri masjid Nurul Yakin, dan juga mewakafkan sebidang tanah untuk majelis ta'lim. Selain itu, beliau sosok peduli terhadap ilmu agama anak-anak sekitar," bebernya.

    HM Usman wafat di kampung Sungai Kapih pada 28 Oktober 1986.

    (Sf/By)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Jembatan HM Usman Diresmikan, Begini Biografi Nama Jembatan

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    12 Juni 2023 03:59 WIB

    Peresmian Jembatan HM Usman oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun dan melakukan penandatanganan di nama batu jembatan tersebut. (Foto: Maulana/Seputarfakta)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun meresmikan jembatan HM Usman di Jalan HM Saleh Arsyad, Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Sabtu (10/6/2023).

    Jembatan sepanjang 51,95 meter sebagai akses vital warga Sungai Kapih, sebab jembatan itu memotong jarak tempuh hingga puluhan kilometer ke Perumahan Ariesco, Jalan Rapak Mahang.

    Jembatan tersebut juga menjadi akses lalu lalang anak sekolah, yakni SMKN 20, SMPN 17 dan SD 006.

    Sebelum dibangun jembatan HM Usman secara Permanen memiliki konstruksi kayu yang berumur 50 tahun lamanya.

    Rapuhnya jembatan itu sudah dikeluhkan warga dengan jumlah laporan sebanyak tiga kali dari 2019 hingga 2022, laporan terbaru diterima setelah truk yang melintasi jembatan tersebut membuat konstruk jembatan patah.

    Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan, dengan total anggaran Rp 4 Miliar dibangun mulai bulan September 2022 dan selesai bulan Januari 2023.

    Keberhasilan Andi Harun dalam menindaklanjuti keluhan dari warga sangat diapresiasi, bahkan nama jembatan itu mulanya akan diberi nama Andi Harun.

    "Awalnya warga usulkan nama saya, tapi saya tolak dan tidak perlu pertimbangan lama karena saya belum memiliki jasa begitu besar untuk Samarinda," ungkap Wali Kota Samarinda Andi Harun.

    Kemudian, ia memberikan saran untuk warga sekitar sungai Kapih yang memiliki pengaruh di lingkungan sekitar.

    "Nama HM Usman yang dipilih oleh warga, menurut mereka beliau meninggalkan rekam jejak yang patut diteladani, termasuk pengabdian beliau sebagai wakil kepala kampung Sungai Kapih dari tahun 1975 hingga tahun 1985," lanjutnya.

    Setelah itu, Biografi dibacakan oleh Perwakilan RT 03 Kelurahan Sungai Kapih, Arif Rahman sebagai langkah penghormatan terhadap nama jembatan.

    "Nama lengkap beliau Haji Muhammad Usman bin Mayasin yang dikenal dengan HM Usman adalah orang asli Samarinda, yang lahir di kampung Sungai Kapih (dulu dikenal dengan Sambutan Muara), lahir pada tanggal 17 Oktober 1916," jelasnya.

    HM Usman adalah anak ke-4 dari pasangan bapak Mayasin dan Ibu Baiyah. "Masa kecil beliau hingga tua, dihabiskan di kampung sendiri, beliau pernah menjadi pejuang 45 veteran yang saat itu turut membantu tentara Indonesia dalam aksi melawan dan mengusir penjajah di Kalimantan Timur," terangnya.

    HM Usman pernah menjabat menjadi ketua RT, sejak dulu daerah tersebut masih terdapat tiga RT.

    HM Usman dikenal sebagai tokoh masyarakat yang begitu peduli terhadap kondisi Sungai Kapih dan kesejahteraan warga. "Tercatat beliau pernah mewakafkan tanahnya yang saat ini sudah berdiri masjid Nurul Yakin, dan juga mewakafkan sebidang tanah untuk majelis ta'lim. Selain itu, beliau sosok peduli terhadap ilmu agama anak-anak sekitar," bebernya.

    HM Usman wafat di kampung Sungai Kapih pada 28 Oktober 1986.

    (Sf/By)