Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disbudpar PPU, Safwana. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pengembangan objek wisata Mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dipastikan tertunda tahun ini. Rencana perpanjangan jembatan mengarah ke laut sepanjang 200 meter belum dapat dieksekusi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PPU, Safwana, mengatakan anggaran untuk pembangunan tersebut sejatinya telah tersedia di tahun ini. Nilainya sekitar Rp1,2 miliar untuk melanjutkan konstruksi jembatan eksisting yang berbentuk T.
"Jadi anggaran kita ada untuk membangun Mangrove Kampung Baru, yakni bangunan fisik untuk meneruskan jembatan ke arah laut sepanjang 200 meter," ujar Safwana.
Namun, kebijakan Pemerintah Daerah yang mengunci seluruh kegiatan fisik menjadi kendala. Kegiatan fisik baru dibuka dan diperbolehkan lelang pada bulan Juli, sehingga waktu pengerjaan dinilai tidak mencukupi.
"Anggaran tahun ini sudah ada, tapi instruksi kita kan baru bisa melelang di bulan Juli, sehingga waktu terbatas," katanya.
Akibat keterbatasan waktu tersebut, Disbudpar PPU kini fokus menyusun Detail Engineering Design (DED). Dokumen perencanaan teknis itu disiapkan sebagai dasar pengusulan kembali pada tahun anggaran berikutnya.
"Sudah kami usulkan di 2027, itu jadi prioritas kami selain pembebasan lahan parkir," tegasnya.
Safwana menyebut, jika perpanjangan jembatan tuntas, pengelolaan wisata Mangrove Kampung Baru dapat dimaksimalkan. Untuk saat ini, pengembangan masih mengandalkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
Sebelumnya, destinasi tersebut juga mendapat dukungan fasilitas dari program kerja sama Bank Dunia dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berupa gazebo, spot swafoto, dan toilet.
"Itu untuk mendukung fasilitas yang ada di sana dan memberi kenyamanan kepada pengunjung," jelasnya.
Ia berharap, setelah pembebasan lahan parkir dan pembangunan jembatan rampung, aktivitas wisata di kawasan mangrove tersebut dapat lebih hidup dengan berbagai kegiatan.
"Memang saat ini kegiatan di sana belum banyak berjalan, rencana kita kalau sudah bebas lahan dan fasilitas dibangun ya kita bisa membuat kegiatan di sana," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disbudpar PPU, Safwana. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pengembangan objek wisata Mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dipastikan tertunda tahun ini. Rencana perpanjangan jembatan mengarah ke laut sepanjang 200 meter belum dapat dieksekusi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PPU, Safwana, mengatakan anggaran untuk pembangunan tersebut sejatinya telah tersedia di tahun ini. Nilainya sekitar Rp1,2 miliar untuk melanjutkan konstruksi jembatan eksisting yang berbentuk T.
"Jadi anggaran kita ada untuk membangun Mangrove Kampung Baru, yakni bangunan fisik untuk meneruskan jembatan ke arah laut sepanjang 200 meter," ujar Safwana.
Namun, kebijakan Pemerintah Daerah yang mengunci seluruh kegiatan fisik menjadi kendala. Kegiatan fisik baru dibuka dan diperbolehkan lelang pada bulan Juli, sehingga waktu pengerjaan dinilai tidak mencukupi.
"Anggaran tahun ini sudah ada, tapi instruksi kita kan baru bisa melelang di bulan Juli, sehingga waktu terbatas," katanya.
Akibat keterbatasan waktu tersebut, Disbudpar PPU kini fokus menyusun Detail Engineering Design (DED). Dokumen perencanaan teknis itu disiapkan sebagai dasar pengusulan kembali pada tahun anggaran berikutnya.
"Sudah kami usulkan di 2027, itu jadi prioritas kami selain pembebasan lahan parkir," tegasnya.
Safwana menyebut, jika perpanjangan jembatan tuntas, pengelolaan wisata Mangrove Kampung Baru dapat dimaksimalkan. Untuk saat ini, pengembangan masih mengandalkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
Sebelumnya, destinasi tersebut juga mendapat dukungan fasilitas dari program kerja sama Bank Dunia dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berupa gazebo, spot swafoto, dan toilet.
"Itu untuk mendukung fasilitas yang ada di sana dan memberi kenyamanan kepada pengunjung," jelasnya.
Ia berharap, setelah pembebasan lahan parkir dan pembangunan jembatan rampung, aktivitas wisata di kawasan mangrove tersebut dapat lebih hidup dengan berbagai kegiatan.
"Memang saat ini kegiatan di sana belum banyak berjalan, rencana kita kalau sudah bebas lahan dan fasilitas dibangun ya kita bisa membuat kegiatan di sana," pungkasnya.
(Sf/Rs)