Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Ilustrasi jemaah haji di sekitar Ka'bah, Mekah. Sebanyak 168 jemaah haji asal Kutai Timur dijadwalkan kembali ke Sangatta. (Foto: Ilustrasi Freepik)
Sangatta - Sebanyak 168 jemaah haji asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dipastikan kembali ke Tanah Air dan dijadwalkan tiba di Sangatta pada Senin (15/6/2026).
Dari total jemaah yang berangkat, dua orang dilaporkan wafat di Makkah dan telah dimakamkan di Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kutim, Basmawati Sija, mengatakan dari total rombongan Kloter 6 yang berangkat, sebanyak 168 orang akan kembali ke Kutim.
"Jemaah haji asal Kutim yang kembali pulang ke Tanah Air berjumlah 168 orang. Dua jemaah lainnya meninggal dunia dan dikebumikan di Makkah," ujar Basmawati saat rapat koordinasi pemulangan jemaah haji di Ruang Arau Kantor Bupati Kutim, beberapa waktu lalu.
Dua jemaah yang wafat yakni H Yusup Hasan Kaco (65), warga Kecamatan Karangan, dan Hj Idea Bandung Nuheng (68), warga Kecamatan Sangatta Utara.
Yusup Hasan Kaco meninggal dunia pada 17 Mei 2026 di Saudi German Hospital, Makkah. Sedangkan Idea Bandung Nuheng wafat pada 3 Juni 2026 di Rumah Sakit An-Nur, Makkah.
Basmawati memastikan kondisi 168 jemaah lainnya dalam keadaan sehat. Mereka berasal dari 18 kecamatan di Kutim dan kini bersiap mengikuti proses kepulangan ke Indonesia.
Rombongan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan pada Senin pagi, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sangatta. Jemaah diperkirakan tiba di Masjid Agung Al Faruq Bukit Pelangi sekitar pukul 17.00 WITA.
Kepala Bagian Kesra Setkab Kutim, Nor Hadi, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar.
"Koordinasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan seluruh proses pemulangan berjalan lancar. Kami berharap komunikasi di lapangan tidak terkendala," kata Nor Hadi.
Persiapan pemulangan melibatkan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kutim, TPHD, Polres Kutim, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Prokopim dan Bagian Kesra Setkab Kutim. Tim medis juga disiagakan untuk memantau kondisi kesehatan jemaah selama perjalanan hingga tiba di Kutim.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Ilustrasi jemaah haji di sekitar Ka'bah, Mekah. Sebanyak 168 jemaah haji asal Kutai Timur dijadwalkan kembali ke Sangatta. (Foto: Ilustrasi Freepik)
Sangatta - Sebanyak 168 jemaah haji asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dipastikan kembali ke Tanah Air dan dijadwalkan tiba di Sangatta pada Senin (15/6/2026).
Dari total jemaah yang berangkat, dua orang dilaporkan wafat di Makkah dan telah dimakamkan di Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kutim, Basmawati Sija, mengatakan dari total rombongan Kloter 6 yang berangkat, sebanyak 168 orang akan kembali ke Kutim.
"Jemaah haji asal Kutim yang kembali pulang ke Tanah Air berjumlah 168 orang. Dua jemaah lainnya meninggal dunia dan dikebumikan di Makkah," ujar Basmawati saat rapat koordinasi pemulangan jemaah haji di Ruang Arau Kantor Bupati Kutim, beberapa waktu lalu.
Dua jemaah yang wafat yakni H Yusup Hasan Kaco (65), warga Kecamatan Karangan, dan Hj Idea Bandung Nuheng (68), warga Kecamatan Sangatta Utara.
Yusup Hasan Kaco meninggal dunia pada 17 Mei 2026 di Saudi German Hospital, Makkah. Sedangkan Idea Bandung Nuheng wafat pada 3 Juni 2026 di Rumah Sakit An-Nur, Makkah.
Basmawati memastikan kondisi 168 jemaah lainnya dalam keadaan sehat. Mereka berasal dari 18 kecamatan di Kutim dan kini bersiap mengikuti proses kepulangan ke Indonesia.
Rombongan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan pada Senin pagi, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sangatta. Jemaah diperkirakan tiba di Masjid Agung Al Faruq Bukit Pelangi sekitar pukul 17.00 WITA.
Kepala Bagian Kesra Setkab Kutim, Nor Hadi, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar.
"Koordinasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan seluruh proses pemulangan berjalan lancar. Kami berharap komunikasi di lapangan tidak terkendala," kata Nor Hadi.
Persiapan pemulangan melibatkan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kutim, TPHD, Polres Kutim, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Prokopim dan Bagian Kesra Setkab Kutim. Tim medis juga disiagakan untuk memantau kondisi kesehatan jemaah selama perjalanan hingga tiba di Kutim.
(Sf/Lo)