Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Kholiq. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Kholiq melaporkan kondisi terkini di Makkah.
Adapun yang dilaporkan mengenai cuaca yang sangat terik mencapai batas tertinggi atau ekstrem, 40-45 derajat Celcius. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi jamaah yang sedang melaksanakan ibadah haji.
Abdul Kholiq sudah mengingatkan para jamaah dari Kalimantan Timur melalui pesan di WhatsApp grup. Ia mengoordinasikan beberapa hal terkhusus kesehatan para jamaah haji.
Walaupun kini keadaan jamaah haji asal Kaltim tidak ada yang mengalami sakit, ia tetap memberi pesan untuk memperbaiki kualitas istirahat. Termasuk jamaah yang masih mondar-mandir untuk melaksanakan salat Zuhur di Masjidil Haram.
"Kami sudah menyarankan para jamaah untuk salat Zuhur di hotel saja, karena di hotel ada masjid atau surau yang sangat besar bisa menampung hingga ribuan jamaah untuk melaksanakan salat," ungkap Abdul Kholiq.
Ini dilakukan untuk menjaga kondisi badan para jamaah haji. Apalagi jamaah dari Kaltim sebagian sudah berumur lanjut atau lansia. Ia menekankan ada prosesi ibadah yang sangat penting dilakukan, yakni wukuf di Arafah. Sehingga perlu kesadaran jamaah untuk menghemat tenaga.
Ia juga menyebut untuk salat Zuhur di hotel bukan berarti kehilangan pahala, karena masih satu kawasan tanah Harom.
"Beribadah di tanah harom tentu berlipat ganda karena masih dalam areanya, walaupun tidak sama seperti di Masjidil Haram. Tapi ini untuk menjaga tenaga dan banyak rangkaian puncak ibadah haji nantinya yang dihadapi para jamaah," tuturnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Kholiq. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Kholiq melaporkan kondisi terkini di Makkah.
Adapun yang dilaporkan mengenai cuaca yang sangat terik mencapai batas tertinggi atau ekstrem, 40-45 derajat Celcius. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi jamaah yang sedang melaksanakan ibadah haji.
Abdul Kholiq sudah mengingatkan para jamaah dari Kalimantan Timur melalui pesan di WhatsApp grup. Ia mengoordinasikan beberapa hal terkhusus kesehatan para jamaah haji.
Walaupun kini keadaan jamaah haji asal Kaltim tidak ada yang mengalami sakit, ia tetap memberi pesan untuk memperbaiki kualitas istirahat. Termasuk jamaah yang masih mondar-mandir untuk melaksanakan salat Zuhur di Masjidil Haram.
"Kami sudah menyarankan para jamaah untuk salat Zuhur di hotel saja, karena di hotel ada masjid atau surau yang sangat besar bisa menampung hingga ribuan jamaah untuk melaksanakan salat," ungkap Abdul Kholiq.
Ini dilakukan untuk menjaga kondisi badan para jamaah haji. Apalagi jamaah dari Kaltim sebagian sudah berumur lanjut atau lansia. Ia menekankan ada prosesi ibadah yang sangat penting dilakukan, yakni wukuf di Arafah. Sehingga perlu kesadaran jamaah untuk menghemat tenaga.
Ia juga menyebut untuk salat Zuhur di hotel bukan berarti kehilangan pahala, karena masih satu kawasan tanah Harom.
"Beribadah di tanah harom tentu berlipat ganda karena masih dalam areanya, walaupun tidak sama seperti di Masjidil Haram. Tapi ini untuk menjaga tenaga dan banyak rangkaian puncak ibadah haji nantinya yang dihadapi para jamaah," tuturnya.
(Sf/Rs)