Seputar Kaltim

    Jelang Tengah Malam, Api Mengamuk di  Permukiman Padat di Karang Asam Ulu, Samarinda 

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    20 Juli 2026 pukul 02:19 WITA

    Petugas gabungan memadamkan kobaran api yang melanda permukiman padat di Gang KKB, Karang Asam Ulu, Sungai Kunjang, Samarinda. (Dok: Info Satu Samarinda)

    Samarinda - Kebakaran kembali melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kota Samarinda, Minggu (19/7/2026).

    Si jago merah mengamuk di Gang KKB, Jalan Untung Suropati, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, tepatnya di belakang SMP Negeri 10 Samarinda dan di samping kawasan Universitas Terbuka. 

    Lokasi yang berada di gang sempit dengan bangunan berhimpitan membuat api cepat membesar, sementara warga sempat kesulitan melakukan pemadaman awal akibat minimnya pasokan air.

    Informasi yang dihimpun, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 22.00 WITA. Kepulan asap pekat disusul jilatan api yang terus membesar memicu kepanikan warga sekitar.

    Peristiwa tersebut dengan cepat menyebar melalui berbagai grup komunikasi warga sekitar pukul 22.15 WITA.

    Dalam rekaman video amatir yang beredar, seorang warga terdengar melaporkan kondisi di lokasi saat api terus membesar, sementara armada pemadam kebakaran belum tiba.

    "A1, api membesar, tapi enggak ada air," ujar warga dalam video yang beredar.

    Kondisi kawasan yang berada di belakang SMP Negeri 10 Samarinda serta berdekatan dengan Universitas Terbuka merupakan lingkungan permukiman yang cukup padat. 

    Akses menuju titik kebakaran juga didominasi gang-gang sempit sehingga proses penanganan awal oleh warga maupun mobilisasi petugas menjadi tantangan tersendiri.

    Tak lama kemudian, armada Dinas Pemadam Kebakaran bersama relawan dari berbagai posko tiba di lokasi.

    Petugas langsung melakukan pemadaman dan berupaya melokalisasi kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain yang saling berdempetan.

    Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung. 

    Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kebakaran, jumlah rumah yang terdampak, nilai kerugian maupun kemungkinan adanya korban jiwa.

    Warga di sekitar lokasi diimbau menjauh dari area kebakaran agar tidak menghambat proses pemadaman serta memberikan ruang bagi petugas dalam melakukan penanganan di lapangan. 

    Tim berwenang masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jelang Tengah Malam, Api Mengamuk di  Permukiman Padat di Karang Asam Ulu, Samarinda 

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    20 Juli 2026 pukul 02:19 WITA

    Petugas gabungan memadamkan kobaran api yang melanda permukiman padat di Gang KKB, Karang Asam Ulu, Sungai Kunjang, Samarinda. (Dok: Info Satu Samarinda)

    Samarinda - Kebakaran kembali melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kota Samarinda, Minggu (19/7/2026).

    Si jago merah mengamuk di Gang KKB, Jalan Untung Suropati, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, tepatnya di belakang SMP Negeri 10 Samarinda dan di samping kawasan Universitas Terbuka. 

    Lokasi yang berada di gang sempit dengan bangunan berhimpitan membuat api cepat membesar, sementara warga sempat kesulitan melakukan pemadaman awal akibat minimnya pasokan air.

    Informasi yang dihimpun, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 22.00 WITA. Kepulan asap pekat disusul jilatan api yang terus membesar memicu kepanikan warga sekitar.

    Peristiwa tersebut dengan cepat menyebar melalui berbagai grup komunikasi warga sekitar pukul 22.15 WITA.

    Dalam rekaman video amatir yang beredar, seorang warga terdengar melaporkan kondisi di lokasi saat api terus membesar, sementara armada pemadam kebakaran belum tiba.

    "A1, api membesar, tapi enggak ada air," ujar warga dalam video yang beredar.

    Kondisi kawasan yang berada di belakang SMP Negeri 10 Samarinda serta berdekatan dengan Universitas Terbuka merupakan lingkungan permukiman yang cukup padat. 

    Akses menuju titik kebakaran juga didominasi gang-gang sempit sehingga proses penanganan awal oleh warga maupun mobilisasi petugas menjadi tantangan tersendiri.

    Tak lama kemudian, armada Dinas Pemadam Kebakaran bersama relawan dari berbagai posko tiba di lokasi.

    Petugas langsung melakukan pemadaman dan berupaya melokalisasi kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain yang saling berdempetan.

    Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung. 

    Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kebakaran, jumlah rumah yang terdampak, nilai kerugian maupun kemungkinan adanya korban jiwa.

    Warga di sekitar lokasi diimbau menjauh dari area kebakaran agar tidak menghambat proses pemadaman serta memberikan ruang bagi petugas dalam melakukan penanganan di lapangan. 

    Tim berwenang masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

    (Sf/Rs)