Seputar Kaltim

    Jelang Ramadan, Penjual Bunga Menjamur di Kota Samarinda

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 Maret 2024 pukul 15:48 WITA

    Penjual bunga di dekat Kuburan Muslim Jalan Abul Hasan, Samarinda, Minggu (10/3/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Menjelang bulan ramadan, tradisi ziarah kubur menciptakan fenomena menarik dengan menjamurnya para penjual bunga dadakan, di wilayah Kota Samarinda. 

    Para peziarah yang datang untuk memberikan penghormatan kepada orang-orang yang telah meninggal kini memiliki lebih banyak pilihan bunga untuk mempercantik makam.

    Banyak penjual bunga dadakan yang sudah mulai beroperasi di kawasan strategis, terutama yang lokasinya dekat dengan pemakaman seperti Jalan Anggur dan Jalan Abul Hasan, Kota Samarinda. 

    Salah seorang penjual bunga di depan Kuburan Muslim Swadaya yang ada di Jalan Anggur, Irma mengaku, jumlah pedagang yang ada lebih banyak dari biasanya. Meski begitu ia tak merasakan ada penurunan omzet.

    “Biasa aja. Saya itu jualan setiap hari Kamis dan Jumat, biasanya dapat Rp400 sampai Rp500 ribu. Kalau hari-hari mau puasa dapatnya kurang lebih aja kaya hari biasanya,” tutur Irma pada Seputarfakta.com, Minggu (10/3/2024).

    Pedagang yang telah bertahun-tahun menjual bunga ini mengatakan, kenaikan omzet yang melimpah ruah itu mendekati hari raya idulfitri.

    “Kalau hari-hari akhir puasa itu bisa dapat Rp1 sampai Rp2 juta sehari,” ungkapnya.

    Ia menjual berbagai macam bunga, di antaranya bunga tabur, Melati, mawar, telon, dan bunnga renteng. Masing-masing bunga dijual dengan harga bervarian, mulai dari Rp5 hingga Rp20 ribu. 

    Berdasar pantauan lapangan, terdapat lonjakan penjual bunga di depan Kuburan Muslim Swadaya hingga tiga kali lipat. Begitu pula di depan Kuburan Muslim yang ada di Jalan Abul Hasan. Para pedagang memenuhi trotoar jalan untuk berjualan. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jelang Ramadan, Penjual Bunga Menjamur di Kota Samarinda

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 Maret 2024 pukul 15:48 WITA

    Penjual bunga di dekat Kuburan Muslim Jalan Abul Hasan, Samarinda, Minggu (10/3/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Menjelang bulan ramadan, tradisi ziarah kubur menciptakan fenomena menarik dengan menjamurnya para penjual bunga dadakan, di wilayah Kota Samarinda. 

    Para peziarah yang datang untuk memberikan penghormatan kepada orang-orang yang telah meninggal kini memiliki lebih banyak pilihan bunga untuk mempercantik makam.

    Banyak penjual bunga dadakan yang sudah mulai beroperasi di kawasan strategis, terutama yang lokasinya dekat dengan pemakaman seperti Jalan Anggur dan Jalan Abul Hasan, Kota Samarinda. 

    Salah seorang penjual bunga di depan Kuburan Muslim Swadaya yang ada di Jalan Anggur, Irma mengaku, jumlah pedagang yang ada lebih banyak dari biasanya. Meski begitu ia tak merasakan ada penurunan omzet.

    “Biasa aja. Saya itu jualan setiap hari Kamis dan Jumat, biasanya dapat Rp400 sampai Rp500 ribu. Kalau hari-hari mau puasa dapatnya kurang lebih aja kaya hari biasanya,” tutur Irma pada Seputarfakta.com, Minggu (10/3/2024).

    Pedagang yang telah bertahun-tahun menjual bunga ini mengatakan, kenaikan omzet yang melimpah ruah itu mendekati hari raya idulfitri.

    “Kalau hari-hari akhir puasa itu bisa dapat Rp1 sampai Rp2 juta sehari,” ungkapnya.

    Ia menjual berbagai macam bunga, di antaranya bunga tabur, Melati, mawar, telon, dan bunnga renteng. Masing-masing bunga dijual dengan harga bervarian, mulai dari Rp5 hingga Rp20 ribu. 

    Berdasar pantauan lapangan, terdapat lonjakan penjual bunga di depan Kuburan Muslim Swadaya hingga tiga kali lipat. Begitu pula di depan Kuburan Muslim yang ada di Jalan Abul Hasan. Para pedagang memenuhi trotoar jalan untuk berjualan. 

    (Sf/Rs)