Seputar Kaltim

    Jelang Ramadan, Harga  Telur dan Gula Naik

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    11 Maret 2024 pukul 20:08 WITA

    Pedagang bahan pokok di pasar kedondong yang sedang menjuali telur. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Menjelang bulan suci Ramadan, pantauan pasar menunjukkan bahwa harga barang pokok masih terjangkau dengan kenaikan harga yang tidak signifikan. 

    Seputarfakta melakukan pemantauan di Pasar Kedondong, Jalan Ulin, Kelurahan Karang Asam Ilir, dan Pasar Wisma Loa Janan Ilir, mendapati bahwa harga telur ayam berkisar antara Rp61 ribu hingga Rp65 ribu.

    Seorang pedagang di Pasar Kedondong, Winda Prayuda, mengungkapkan bahwa terjadi kenaikan harga pada minggu ini sebelum memasuki bulan Ramadan, dengan telur besar yang sebelumnya dihargai Rp58 ribu kini naik hingga Rp5 ribu. "Kenaikan ini terjadi pada Minggu ini sebelum memasuki bulan Ramadhan ini," ujarnya pada Senin (11/3/2024).

    Selain telur, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas beras dan gula. Beras yang paling murah dihargai Rp16 ribu, sementara beras premium dijual dengan harga Rp18 ribu. Gula dalam kemasan bermerk kini dijual dengan harga Rp19 ribu hingga Rp20 ribu, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp17 ribu.

    Namun, Winda menyatakan bahwa harga bawang masih dalam kategori standar, dengan bawang merah dihargai Rp30 ribu. Sementara itu, bawang putih diprediksi akan mengalami kenaikan yang signifikan karena belum adanya stok yang masuk. "Kemungkinan bawang putih akan naik, soalnya ini kami juga belum dikirim, dan tidak tau harganya berapa, tapi dilihat keterbatasan stok ini bisa jadi naik," paparnya.

    Menjelang awal Ramadan, Winda juga mengakui adanya peningkatan jumlah pembeli. "Sebelum Ramadan ini aja sudah berbondong-bondong ke pasar membeli bahan kebutuhan, terutama pada bahan pokok, seperti beras dan bawang-bawang lainnya," tuturnya, menandakan bahwa masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan mereka untuk bulan puasa.

    Pantauan harga ini menjadi penting sebagai indikator stabilitas ekonomi dan kesiapan pasar dalam menyambut bulan suci yang penuh berkah. Dengan kenaikan harga yang terkendali, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa beban ekonomi yang berat. 

    Kesiapan pemerintah dan para pedagang dalam mengendalikan harga dan pasokan barang menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga di pasar.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jelang Ramadan, Harga  Telur dan Gula Naik

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    11 Maret 2024 pukul 20:08 WITA

    Pedagang bahan pokok di pasar kedondong yang sedang menjuali telur. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Menjelang bulan suci Ramadan, pantauan pasar menunjukkan bahwa harga barang pokok masih terjangkau dengan kenaikan harga yang tidak signifikan. 

    Seputarfakta melakukan pemantauan di Pasar Kedondong, Jalan Ulin, Kelurahan Karang Asam Ilir, dan Pasar Wisma Loa Janan Ilir, mendapati bahwa harga telur ayam berkisar antara Rp61 ribu hingga Rp65 ribu.

    Seorang pedagang di Pasar Kedondong, Winda Prayuda, mengungkapkan bahwa terjadi kenaikan harga pada minggu ini sebelum memasuki bulan Ramadan, dengan telur besar yang sebelumnya dihargai Rp58 ribu kini naik hingga Rp5 ribu. "Kenaikan ini terjadi pada Minggu ini sebelum memasuki bulan Ramadhan ini," ujarnya pada Senin (11/3/2024).

    Selain telur, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas beras dan gula. Beras yang paling murah dihargai Rp16 ribu, sementara beras premium dijual dengan harga Rp18 ribu. Gula dalam kemasan bermerk kini dijual dengan harga Rp19 ribu hingga Rp20 ribu, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp17 ribu.

    Namun, Winda menyatakan bahwa harga bawang masih dalam kategori standar, dengan bawang merah dihargai Rp30 ribu. Sementara itu, bawang putih diprediksi akan mengalami kenaikan yang signifikan karena belum adanya stok yang masuk. "Kemungkinan bawang putih akan naik, soalnya ini kami juga belum dikirim, dan tidak tau harganya berapa, tapi dilihat keterbatasan stok ini bisa jadi naik," paparnya.

    Menjelang awal Ramadan, Winda juga mengakui adanya peningkatan jumlah pembeli. "Sebelum Ramadan ini aja sudah berbondong-bondong ke pasar membeli bahan kebutuhan, terutama pada bahan pokok, seperti beras dan bawang-bawang lainnya," tuturnya, menandakan bahwa masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan mereka untuk bulan puasa.

    Pantauan harga ini menjadi penting sebagai indikator stabilitas ekonomi dan kesiapan pasar dalam menyambut bulan suci yang penuh berkah. Dengan kenaikan harga yang terkendali, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa beban ekonomi yang berat. 

    Kesiapan pemerintah dan para pedagang dalam mengendalikan harga dan pasokan barang menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga di pasar.

    (Sf/Rs)