Cari disini...
Seputar Kaltim
Harga sembako mengalami kenaikan harga jelang Ramadan. (dok.Lisdawati/seputarfakta.com)
Sangatta – Menjelang bulan Ramadan, sejumlah bahan pokok di Pasar Induk Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mengalami kenaikan harga yang signifikan. Kenaikan ini terjadi pada komoditas telur, sayuran, dan bumbu dapur yang dikeluhkan oleh para pedagang maupun konsumen.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga telur ayam naik secara drastis sebelumnya Rp55 ribu per piring menjadi Rp65 ribu per piring. Kenaikan harga telur ini sudah terjadi dalam sepekan terakhir. Salah seorang pedagang di Pasar Induk Sangatta. mengungkapkan, "Dalam seminggu ini saja harga telur sudah naik tiga kali. Awalnya Rp55 ribu, kemudian Rp60 ribu, dan sekarang tembus Rp65 ribu per rak," ujar Iwan, pedagang telur di pasar tersebut, Jumat (21/2/25).
Selain telur, harga bawang merah juga mengalami lonjakan mencapai Rp38 ribu per kilogram (Kg), sementara harga bawang putih berada di kisaran Rp45 ribu per Kg. Meski demikian, harga eceran bawang putih masih bervariasi antara Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per Kg.
Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas cabai merah. Sejak Januari hingga Februari 2025, harga cabai merah bertahan di harga Rp80 ribu per Kg, atau sekitar Rp11 ribu per ons. Sementara sayuran hijau, seperti sawi dan bayam, turut mengalami kenaikan harga. Sawi sempat mencapai harga Rp18 ribu per ikat, sementara daun bayam naik hingga Rp15 ribu per ikat.
Kenaikan harga sayuran ini diduga dipengaruhi oleh banjir yang melanda Sangatta beberapa waktu lalu, yang berdampak pada pasokan sayuran dari daerah penghasil. Para pedagang berharap pemerintah dapat mengatasi lonjakan harga bahan pokok dan meningkatkan pasokan agak tidak mengalami kenaikan menjelang Ramadan.
(Sf/Mr)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Harga sembako mengalami kenaikan harga jelang Ramadan. (dok.Lisdawati/seputarfakta.com)
Sangatta – Menjelang bulan Ramadan, sejumlah bahan pokok di Pasar Induk Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mengalami kenaikan harga yang signifikan. Kenaikan ini terjadi pada komoditas telur, sayuran, dan bumbu dapur yang dikeluhkan oleh para pedagang maupun konsumen.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga telur ayam naik secara drastis sebelumnya Rp55 ribu per piring menjadi Rp65 ribu per piring. Kenaikan harga telur ini sudah terjadi dalam sepekan terakhir. Salah seorang pedagang di Pasar Induk Sangatta. mengungkapkan, "Dalam seminggu ini saja harga telur sudah naik tiga kali. Awalnya Rp55 ribu, kemudian Rp60 ribu, dan sekarang tembus Rp65 ribu per rak," ujar Iwan, pedagang telur di pasar tersebut, Jumat (21/2/25).
Selain telur, harga bawang merah juga mengalami lonjakan mencapai Rp38 ribu per kilogram (Kg), sementara harga bawang putih berada di kisaran Rp45 ribu per Kg. Meski demikian, harga eceran bawang putih masih bervariasi antara Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per Kg.
Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas cabai merah. Sejak Januari hingga Februari 2025, harga cabai merah bertahan di harga Rp80 ribu per Kg, atau sekitar Rp11 ribu per ons. Sementara sayuran hijau, seperti sawi dan bayam, turut mengalami kenaikan harga. Sawi sempat mencapai harga Rp18 ribu per ikat, sementara daun bayam naik hingga Rp15 ribu per ikat.
Kenaikan harga sayuran ini diduga dipengaruhi oleh banjir yang melanda Sangatta beberapa waktu lalu, yang berdampak pada pasokan sayuran dari daerah penghasil. Para pedagang berharap pemerintah dapat mengatasi lonjakan harga bahan pokok dan meningkatkan pasokan agak tidak mengalami kenaikan menjelang Ramadan.
(Sf/Mr)