Cari disini...
Seputar Kaltim
Pedagang ikan di Pasar Induk Sangatta Utara. (dok.Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Beberapa hari menjelang bulan Ramadan, harga ikan di Pasar Induk Sangatta Utara terpantau stabil dan tak ada kenaikan signifikan. Sejumlah pedagang ikan di pasar tersebut mengungkapkan bahwa harga ikan saat ini berkisar antara Rp40-50 ribu per kilogram (Kg) tergantung pada jenis dan ukuran ikan.
Adapun berbagai jenis ikan yang tersedia di pasar antara lain ikan layang, kembung, ikan putih, tuna, tongkol, dan patin yang merupakan ikan sungai. Sejauh ini, stok ikan di pasar tersebut juga diyakini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik untuk saat ini maupun saat bulan Ramadan pada Maret mendatang. “Harga ikan saat ini stabil, tidak ada kenaikan atau penurunan harga yang signifikan menjelang Ramadan,” ungkap Suryani, salah seorang penjual ikan di Pasar Induk Sangatta Utara, Jumat (21/2/25).
Dia juga menambahkan, kondisi cuaca saat ini yang juga dianggap kurang bagus tak terlalu berpengaruh terhadap stok ikan yang dijual di pasar. Baik ikan hasil tangkapan nelayan di laut maupun ikan Sungai tetap tersedia dipasaran.
Namun demikian, menurutnya para pedagang biasanya mengeluhkan terjadinya penurunan jumlah pembeli yang datang ke pasar saat Ramadan. Mereka mengakui bahwa biasanya pasar menjadi sepi karena berkurangnya pembeli yang datang. “Jika memasuki bulan Ramadan, pasar menjadi sepi, kurangnya pembeli yang datang,” lanjutnya.
Meski begitu, dengan harga yang relatif stabil, konsumen diharapkan tetap bisa menikmati ikan sebagai sumber protein yang sehat dan bergizi sepanjang bulan puasa.
Untuk diketahui, beberapa waktu lalu para pedagang di Pasar Induk Sangatta Utara mengeluhkan terkait keberadaan sejumlah pedagang ikan, sayur dan ayam yang berjualan di tepi jalan sehingga mengakibatkan banyak pembeli yang enggan masuk ke dalam pasar dan membuat kondisi di dalam pasar sepi pembeli.
Terkait hal ini Pemkab Kutim pun sempak melakukan inspeksi mendadak ke pasar sembari melakukan cek harga pada akhir 2024 atau menjelang Natal dan Tahun Baru. Saat itu Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengeluarkan instruksi agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Kutim segera melakukan penertiban.
(Sf/Mr)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pedagang ikan di Pasar Induk Sangatta Utara. (dok.Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Beberapa hari menjelang bulan Ramadan, harga ikan di Pasar Induk Sangatta Utara terpantau stabil dan tak ada kenaikan signifikan. Sejumlah pedagang ikan di pasar tersebut mengungkapkan bahwa harga ikan saat ini berkisar antara Rp40-50 ribu per kilogram (Kg) tergantung pada jenis dan ukuran ikan.
Adapun berbagai jenis ikan yang tersedia di pasar antara lain ikan layang, kembung, ikan putih, tuna, tongkol, dan patin yang merupakan ikan sungai. Sejauh ini, stok ikan di pasar tersebut juga diyakini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik untuk saat ini maupun saat bulan Ramadan pada Maret mendatang. “Harga ikan saat ini stabil, tidak ada kenaikan atau penurunan harga yang signifikan menjelang Ramadan,” ungkap Suryani, salah seorang penjual ikan di Pasar Induk Sangatta Utara, Jumat (21/2/25).
Dia juga menambahkan, kondisi cuaca saat ini yang juga dianggap kurang bagus tak terlalu berpengaruh terhadap stok ikan yang dijual di pasar. Baik ikan hasil tangkapan nelayan di laut maupun ikan Sungai tetap tersedia dipasaran.
Namun demikian, menurutnya para pedagang biasanya mengeluhkan terjadinya penurunan jumlah pembeli yang datang ke pasar saat Ramadan. Mereka mengakui bahwa biasanya pasar menjadi sepi karena berkurangnya pembeli yang datang. “Jika memasuki bulan Ramadan, pasar menjadi sepi, kurangnya pembeli yang datang,” lanjutnya.
Meski begitu, dengan harga yang relatif stabil, konsumen diharapkan tetap bisa menikmati ikan sebagai sumber protein yang sehat dan bergizi sepanjang bulan puasa.
Untuk diketahui, beberapa waktu lalu para pedagang di Pasar Induk Sangatta Utara mengeluhkan terkait keberadaan sejumlah pedagang ikan, sayur dan ayam yang berjualan di tepi jalan sehingga mengakibatkan banyak pembeli yang enggan masuk ke dalam pasar dan membuat kondisi di dalam pasar sepi pembeli.
Terkait hal ini Pemkab Kutim pun sempak melakukan inspeksi mendadak ke pasar sembari melakukan cek harga pada akhir 2024 atau menjelang Natal dan Tahun Baru. Saat itu Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengeluarkan instruksi agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Kutim segera melakukan penertiban.
(Sf/Mr)