Cari disini...
Seputar Kaltim
Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Pemerintah daerah (pemda) diminta meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026.
DPRD Kota Balikpapan menilai periode tersebut selalu diikuti peningkatan konsumsi masyarakat yang berpotensi memicu lonjakan harga bahan pokok jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Kesiapan pemerintah dalam mengelola pasokan dan distribusi pangan menjadi faktor utama untuk menjaga stabilitas pasar, sekaligus melindungi daya beli masyarakat,” ucap Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik saat dihubungi awak media, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya pengalaman setiap tahun menunjukkan Ramadan kerap diiringi naiknya kebutuhan rumah tangga. Tanpa pengawasan ketat, kondisi itu dapat berdampak langsung pada kenaikan harga di tingkat konsumen.
“Pola ini selalu berulang. Permintaan naik, kemudian kalau pengelolaan stok tidak maksimal, masyarakat yang paling merasakan dampaknya,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya peran Dinas Perdagangan dalam memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman serta distribusi berjalan lancar. Sektor perdagangan menjadi salah satu kunci dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar.
“Pengawasan terhadap stok komoditas pangan harian perlu diperketat untuk mencegah kelangkaan,” terangnya.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan pasti memicu kenaikan harga. “Kalau barang kosong atau pasokan tersendat, harga akan bergerak naik. Ini yang harus dicegah sebelum terjadi,” katanya.
Meski kondisi pasar di Balikpapan masih relatif stabil, Jafar menilai pemerintah tidak boleh lengah. Dinamika pasar dapat berubah cepat seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat menjelang bulan suci.
Ia juga menyoroti potensi praktik penimbunan oleh oknum pedagang yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk keuntungan pribadi. Praktik tersebut dinilai berbahaya karena dapat memperparah kenaikan harga dan memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Penimbunan saat permintaan tinggi bisa menciptakan kepanikan. Ini harus diawasi dengan serius,” tegas Politisi PKS.
Dalam hal pengendalian, DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan, sementara tindakan teknis di lapangan menjadi kewenangan dinas terkait. Jafar pun mengajak media dan masyarakat untuk turut memantau perkembangan harga dan ketersediaan pangan.
“Partisipasi publik penting. Jika ada harga yang melonjak tidak wajar atau indikasi penimbunan, segera laporkan,” imbuhnya.
Terkait komoditas yang rawan mengalami kenaikan harga, ia menyebut cabai, bawang merah, bawang putih dan telur sebagai bahan pokok yang setiap tahunnya menunjukkan tren serupa menjelang Ramadan.
“Komoditas itu yang perlu perhatian khusus. Sementara stok beras hingga saat ini masih dinilai aman dengan pergerakan harga yang relatif stabil,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Pemerintah daerah (pemda) diminta meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026.
DPRD Kota Balikpapan menilai periode tersebut selalu diikuti peningkatan konsumsi masyarakat yang berpotensi memicu lonjakan harga bahan pokok jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Kesiapan pemerintah dalam mengelola pasokan dan distribusi pangan menjadi faktor utama untuk menjaga stabilitas pasar, sekaligus melindungi daya beli masyarakat,” ucap Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik saat dihubungi awak media, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya pengalaman setiap tahun menunjukkan Ramadan kerap diiringi naiknya kebutuhan rumah tangga. Tanpa pengawasan ketat, kondisi itu dapat berdampak langsung pada kenaikan harga di tingkat konsumen.
“Pola ini selalu berulang. Permintaan naik, kemudian kalau pengelolaan stok tidak maksimal, masyarakat yang paling merasakan dampaknya,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya peran Dinas Perdagangan dalam memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman serta distribusi berjalan lancar. Sektor perdagangan menjadi salah satu kunci dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar.
“Pengawasan terhadap stok komoditas pangan harian perlu diperketat untuk mencegah kelangkaan,” terangnya.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan pasti memicu kenaikan harga. “Kalau barang kosong atau pasokan tersendat, harga akan bergerak naik. Ini yang harus dicegah sebelum terjadi,” katanya.
Meski kondisi pasar di Balikpapan masih relatif stabil, Jafar menilai pemerintah tidak boleh lengah. Dinamika pasar dapat berubah cepat seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat menjelang bulan suci.
Ia juga menyoroti potensi praktik penimbunan oleh oknum pedagang yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk keuntungan pribadi. Praktik tersebut dinilai berbahaya karena dapat memperparah kenaikan harga dan memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Penimbunan saat permintaan tinggi bisa menciptakan kepanikan. Ini harus diawasi dengan serius,” tegas Politisi PKS.
Dalam hal pengendalian, DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan, sementara tindakan teknis di lapangan menjadi kewenangan dinas terkait. Jafar pun mengajak media dan masyarakat untuk turut memantau perkembangan harga dan ketersediaan pangan.
“Partisipasi publik penting. Jika ada harga yang melonjak tidak wajar atau indikasi penimbunan, segera laporkan,” imbuhnya.
Terkait komoditas yang rawan mengalami kenaikan harga, ia menyebut cabai, bawang merah, bawang putih dan telur sebagai bahan pokok yang setiap tahunnya menunjukkan tren serupa menjelang Ramadan.
“Komoditas itu yang perlu perhatian khusus. Sementara stok beras hingga saat ini masih dinilai aman dengan pergerakan harga yang relatif stabil,” pungkasnya.
(Sf/Lo)