Seputar Kaltim

    Jelang Porprov Kaltim, Wushu Paser Jalani TC Mandiri di Tengah Keterbatasan

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    29 April 2026 pukul 21:41 WITA

    Latihan atlet Pengcab WI Kabupaten Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Pengurus Cabang (Pengcab) Wushu Indonesia (WI) Kabupaten Paser memberikan arahan kepada pelatih untuk melakukan Training Camp (TC) mandiri terhadap atlet.

    Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu persiapan kontingen Paser menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VIII Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan dilaksanakan di Paser pada 14-27 November mendatang.

    Pelatih Wushu Paser, Nur Khadijah menyebut saat ini pihaknya mengalami beberapa kendala untuk melakukan pembinaan dan persiapan terhadap atlet yang akan berlaga. 

    Salah satu persoalan yang dihadapi yaitu para atlet sudah bekerja dan menempuh pendidikan di luar daerah

    "Waktu latihan biasanya kita mulai jam 15.30 WITA, namun banyak atlet yang sudah bekerja dan pulang jam 17.00 WITA, jadi masih belum bisa menyesuaikan," ucap Nur Khadijah, Rabu (29/4/2026).

    Kini atlet Wushu masih melakukan pelatihan di  area Stadion Sadurengas. Ia juga menyoroti terkait peralatan latihan yang ia nilai sudah tidak layak digunakan. 

    "Peralatan kita ada namun kurang memadai. Seperti di kelas Sanda (tarung) seharusnya kita di Litai, seperti ring tinju hanya saja tidak ada ringnya di atas. Sementara kalau Toulu (seni) semestinya ada matrasnya tersendiri buat latihan," imbuhnya.

    Ia berharap kemampuan fisik dan teknik para atletnya terus diasah, sehingga dapat menjalani pemusatan latihan (TC) ke luar daerah sebagai persiapan menghadapi Porprov mendatang.

    Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni ke Jawa Tengah, agar para atlet bisa menambah pengalaman melalui latihan tanding atau sparring partner guna meningkatkan kualitas sebelum berlaga.

    "Karena di sana sebagian besar atletnya level dunia dan itu juga wilayah yang terdekat dari pulau Kalimantan," tutupnya mengakhiri.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Jelang Porprov Kaltim, Wushu Paser Jalani TC Mandiri di Tengah Keterbatasan

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    29 April 2026 pukul 21:41 WITA

    Latihan atlet Pengcab WI Kabupaten Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Pengurus Cabang (Pengcab) Wushu Indonesia (WI) Kabupaten Paser memberikan arahan kepada pelatih untuk melakukan Training Camp (TC) mandiri terhadap atlet.

    Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu persiapan kontingen Paser menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VIII Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan dilaksanakan di Paser pada 14-27 November mendatang.

    Pelatih Wushu Paser, Nur Khadijah menyebut saat ini pihaknya mengalami beberapa kendala untuk melakukan pembinaan dan persiapan terhadap atlet yang akan berlaga. 

    Salah satu persoalan yang dihadapi yaitu para atlet sudah bekerja dan menempuh pendidikan di luar daerah

    "Waktu latihan biasanya kita mulai jam 15.30 WITA, namun banyak atlet yang sudah bekerja dan pulang jam 17.00 WITA, jadi masih belum bisa menyesuaikan," ucap Nur Khadijah, Rabu (29/4/2026).

    Kini atlet Wushu masih melakukan pelatihan di  area Stadion Sadurengas. Ia juga menyoroti terkait peralatan latihan yang ia nilai sudah tidak layak digunakan. 

    "Peralatan kita ada namun kurang memadai. Seperti di kelas Sanda (tarung) seharusnya kita di Litai, seperti ring tinju hanya saja tidak ada ringnya di atas. Sementara kalau Toulu (seni) semestinya ada matrasnya tersendiri buat latihan," imbuhnya.

    Ia berharap kemampuan fisik dan teknik para atletnya terus diasah, sehingga dapat menjalani pemusatan latihan (TC) ke luar daerah sebagai persiapan menghadapi Porprov mendatang.

    Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni ke Jawa Tengah, agar para atlet bisa menambah pengalaman melalui latihan tanding atau sparring partner guna meningkatkan kualitas sebelum berlaga.

    "Karena di sana sebagian besar atletnya level dunia dan itu juga wilayah yang terdekat dari pulau Kalimantan," tutupnya mengakhiri.

    (Sf/Lo)