Seputar Kaltim

    Jelang Porprov 2026, Pemkab Kutim Minta KONI Petakan Potensi Medali

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    13 Agustus 2026 pukul 18:56 WITA

    Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kutai Timur di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) meminta KONI dan seluruh cabang olahraga (cabor) memperkuat pembinaan atlet berbasis data menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.

    Pesan tersebut disampaikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, saat Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kutim yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Kamis (13/8/2026).

    Noviari meminta setiap cabor memetakan atlet, potensi medali, kebutuhan pelatih, program latihan, hingga kekurangan yang masih harus dibenahi. “Dari evaluasi tersebut barulah kita dapat menetapkan target yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Noviari.

    Menurutnya, pembinaan atlet tidak boleh lagi hanya berdasarkan perkiraan atau kebiasaan. Data diperlukan agar potensi atlet dapat diarahkan menjadi prestasi.

    “Jangan sampai kita berangkat ke porprov hanya dengan semangat. Kita harus berangkat dengan data, persiapan, strategi, target dan keyakinan untuk memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Kutim,” katanya.

    Porprov VIII Kaltim dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada 14-27 November 2026. Dengan waktu persiapan yang terbatas, KONI dan cabor diminta segera menentukan cabang yang berpotensi meraih medali serta atlet yang perlu mendapat perhatian lebih.

    Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, mengatakan Porprov 2026 juga akan menjadi momentum untuk melihat cabor mana yang benar-benar menjalankan pembinaan secara serius.

    “Di tahun 2026, kegiatan empat tahun sekali ini akan terukur cabang olahraga mana yang benar-benar melakukan pelatihan dan sebagainya, sehingga persyaratan prestasinya nanti akan tergambar di Porprov 2026,” jelas Rudi.

    Ia berharap ajang tersebut melahirkan atlet-atlet baru Kutim yang dapat dibina secara berjenjang hingga mewakili Kaltim di ajang nasional.

    Rudi mengatakan perubahan format kompetisi olahraga ke depan juga menuntut pembinaan atlet yang lebih matang. Selain Pekan Olahraga Nasional (PON) reguler, menurutnya, ke depan dapat muncul ajang olahraga khusus seperti bela diri, permainan dan olahraga pantai.

    “Kita mungkin nanti lebih siap lagi untuk event-event yang akan datang,” tambahnya.

    Noviari juga menekankan pentingnya regenerasi melalui pembinaan atlet sejak usia dini. Menurutnya, Porprov bukan tujuan akhir. Ajang tersebut menjadi salah satu tahapan untuk menyiapkan atlet Kutim menuju kompetisi di level yang lebih tinggi.

    “Kita tidak hanya ingin menjadi peserta, kita ingin menjadi pesaing yang diperhitungkan,” pungkas Noviari.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Jelang Porprov 2026, Pemkab Kutim Minta KONI Petakan Potensi Medali

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    13 Agustus 2026 pukul 18:56 WITA

    Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kutai Timur di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) meminta KONI dan seluruh cabang olahraga (cabor) memperkuat pembinaan atlet berbasis data menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.

    Pesan tersebut disampaikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, saat Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kutim yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Kamis (13/8/2026).

    Noviari meminta setiap cabor memetakan atlet, potensi medali, kebutuhan pelatih, program latihan, hingga kekurangan yang masih harus dibenahi. “Dari evaluasi tersebut barulah kita dapat menetapkan target yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Noviari.

    Menurutnya, pembinaan atlet tidak boleh lagi hanya berdasarkan perkiraan atau kebiasaan. Data diperlukan agar potensi atlet dapat diarahkan menjadi prestasi.

    “Jangan sampai kita berangkat ke porprov hanya dengan semangat. Kita harus berangkat dengan data, persiapan, strategi, target dan keyakinan untuk memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Kutim,” katanya.

    Porprov VIII Kaltim dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada 14-27 November 2026. Dengan waktu persiapan yang terbatas, KONI dan cabor diminta segera menentukan cabang yang berpotensi meraih medali serta atlet yang perlu mendapat perhatian lebih.

    Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, mengatakan Porprov 2026 juga akan menjadi momentum untuk melihat cabor mana yang benar-benar menjalankan pembinaan secara serius.

    “Di tahun 2026, kegiatan empat tahun sekali ini akan terukur cabang olahraga mana yang benar-benar melakukan pelatihan dan sebagainya, sehingga persyaratan prestasinya nanti akan tergambar di Porprov 2026,” jelas Rudi.

    Ia berharap ajang tersebut melahirkan atlet-atlet baru Kutim yang dapat dibina secara berjenjang hingga mewakili Kaltim di ajang nasional.

    Rudi mengatakan perubahan format kompetisi olahraga ke depan juga menuntut pembinaan atlet yang lebih matang. Selain Pekan Olahraga Nasional (PON) reguler, menurutnya, ke depan dapat muncul ajang olahraga khusus seperti bela diri, permainan dan olahraga pantai.

    “Kita mungkin nanti lebih siap lagi untuk event-event yang akan datang,” tambahnya.

    Noviari juga menekankan pentingnya regenerasi melalui pembinaan atlet sejak usia dini. Menurutnya, Porprov bukan tujuan akhir. Ajang tersebut menjadi salah satu tahapan untuk menyiapkan atlet Kutim menuju kompetisi di level yang lebih tinggi.

    “Kita tidak hanya ingin menjadi peserta, kita ingin menjadi pesaing yang diperhitungkan,” pungkas Noviari.

    (Sf/Lo)