Jelang Nataru, Sejumlah Bahan Pokok di Pasar Adji Dilayas Berau Alami Kenaikan Harga

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    20 Desember 2025 07:42 WIB

    Bahan pokok di Pasar Sanggam Adji Dilayas, Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), harga sejumlah bahan pokok di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD), Kabupaten Berau mengalami turun naik. 

    Berdasarkan pantauan di lapangan dalam beberapa waktu terakhir, komoditas bawang merah dan berbagai jenis cabai menjadi bahan pokok yang paling terdampak fluktuasi harga.

    Salah satu pedagang di PSAD yang akrab disapa Mama Aji, mengungkap harga bawang merah telah mencapai Rp60.000 per kilogram (Kg). Harga tersebut naik cukup signifikan dibandingkan sebelumnya. 

    "Bawang merah sekarang Rp60.000 per Kg, padahal awalnya cuma Rp40.000 sampai Rp45.000. Kalau untuk bawang putih tidak naik, masih tetap Rp40.000," ujar Mama Aji.

    Ia juga menyampaikan harga cabai atau lombok juga mengalami kenaikan, harganya mencapai Rp90.000 per Kg, dengan harga modal dari pemasok sekitar Rp80.000 per Kg.

    "Lombok itu harganya naik turun. Kadang kami ambil Rp70.000 dijual Rp80.000. Bahkan kalau harga modalnya lagi tinggi seperti sekarang sampai Rp80.000, kami jualnya bisa Rp90.000 per Kg," tuturnya.

    Hal serupa juga terjadi pada cabai keriting yang kini dijual seharga Rp80.000 per Kg, naik dari harga normal yang biasanya berkisar Rp30.000 hingga Rp40.000 per Kg.

    Kondisi naik turunnya harga bahan pokok pun sering terjadi saat momen hari besar seperti menjelang lebaran atau nataru. Hal ini diperkirakan karena pengaruh permintaan pasar.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Berau, Eva Yunita menyampaikan pihaknya terus melakukan pemantauan harga secara rutin, terutama menjelang momentum nataru.

    "Pengawasan sebenarnya secara berkala telah kami laksanakan. Namun khusus untuk menyambut nataru ini, kami meningkatkan koordinasi dengan lintas OPD terkait," ungkapnya.

    Dirinya pun menyampaikan Pemkab Berau juga berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar guna memastikan stabilitas harga, serta ketersediaan stok bahan pokok bagi masyarakat. 

    "Kami ada rencana akan melakukan sidak untuk mengontrol harga di tingkat pasar," pungkas Eva.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Jelang Nataru, Sejumlah Bahan Pokok di Pasar Adji Dilayas Berau Alami Kenaikan Harga

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    20 Desember 2025 07:42 WIB

    Bahan pokok di Pasar Sanggam Adji Dilayas, Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), harga sejumlah bahan pokok di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD), Kabupaten Berau mengalami turun naik. 

    Berdasarkan pantauan di lapangan dalam beberapa waktu terakhir, komoditas bawang merah dan berbagai jenis cabai menjadi bahan pokok yang paling terdampak fluktuasi harga.

    Salah satu pedagang di PSAD yang akrab disapa Mama Aji, mengungkap harga bawang merah telah mencapai Rp60.000 per kilogram (Kg). Harga tersebut naik cukup signifikan dibandingkan sebelumnya. 

    "Bawang merah sekarang Rp60.000 per Kg, padahal awalnya cuma Rp40.000 sampai Rp45.000. Kalau untuk bawang putih tidak naik, masih tetap Rp40.000," ujar Mama Aji.

    Ia juga menyampaikan harga cabai atau lombok juga mengalami kenaikan, harganya mencapai Rp90.000 per Kg, dengan harga modal dari pemasok sekitar Rp80.000 per Kg.

    "Lombok itu harganya naik turun. Kadang kami ambil Rp70.000 dijual Rp80.000. Bahkan kalau harga modalnya lagi tinggi seperti sekarang sampai Rp80.000, kami jualnya bisa Rp90.000 per Kg," tuturnya.

    Hal serupa juga terjadi pada cabai keriting yang kini dijual seharga Rp80.000 per Kg, naik dari harga normal yang biasanya berkisar Rp30.000 hingga Rp40.000 per Kg.

    Kondisi naik turunnya harga bahan pokok pun sering terjadi saat momen hari besar seperti menjelang lebaran atau nataru. Hal ini diperkirakan karena pengaruh permintaan pasar.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Berau, Eva Yunita menyampaikan pihaknya terus melakukan pemantauan harga secara rutin, terutama menjelang momentum nataru.

    "Pengawasan sebenarnya secara berkala telah kami laksanakan. Namun khusus untuk menyambut nataru ini, kami meningkatkan koordinasi dengan lintas OPD terkait," ungkapnya.

    Dirinya pun menyampaikan Pemkab Berau juga berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar guna memastikan stabilitas harga, serta ketersediaan stok bahan pokok bagi masyarakat. 

    "Kami ada rencana akan melakukan sidak untuk mengontrol harga di tingkat pasar," pungkas Eva.

    (Sf/Lo)