Seputar Kaltim

    Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok di Pasar Induk Sangatta Naik dalam Dua Minggu Terakhir

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    16 Desember 2025 pukul 19:00 WITA

    Suasana Pasar Induk Sangatta. (foto: Istimewa)

    Sangatta - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Induk Sangatta Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai mengalami kenaikan dalam dua Minggu terakhir.

    Dari hasil pantauan di lapangan, Selasa (16/12/2025), harga beras medium naik dari Rp13.000-Rp13.500 per kilogram menjadi Rp14.000-Rp15.000 per kilogram. Sementara beras premium dijual di kisaran Rp16.000-Rp17.000 per kilogram.

    Minyak goreng juga mengalami kenaikan. Minyak goreng kemasan sederhana naik dari Rp14.500 menjadi Rp15.500 per liter, sedangkan minyak goreng premium mencapai Rp18.000 per liter. Harga gula pasir naik dari Rp15.000 menjadi Rp16.000 per kilogram. Telur ayam ras masih bertahan di harga tinggi, yakni Rp29.000-Rp32.000 per kilogram.

    Untuk daging, harga ayam potong naik dari Rp32.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Sementara daging sapi segar masih berada di kisaran Rp135.000–Rp145.000 per kilogram, meski mulai menunjukkan kenaikan.

    Kenaikan harga tersebut dirasakan langsung pedagang. Mira, salah satu pedagang di Pasar Induk Sangatta, mengatakan harga sejumlah bahan pokok mulai naik sejak sekitar dua minggu terakhir.

    “Harga beberapa barang sudah naik sejak dua minggu lalu. Mungkin minggu depan bisa naik lagi,” ujar Mira.

    Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Ramadhani, mengatakan kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan dan tahun baru merupakan hal yang biasa terjadi karena meningkatnya kebutuhan masyarakat.

    “Beberapa komoditas memang mengalami kenaikan, tetapi masih dalam batas yang dapat dikendalikan. Stok secara umum masih aman,” kata Nora.

    Ia menambahkan, pihaknya terus memantau harga dan ketersediaan barang di pasar. Pemerintah daerah juga telah mengeluarkan surat edaran kepada agen bahan pokok, SPBU, dan agen LPG untuk menjaga kelancaran distribusi.

    “Sesuai arahan Bupati, kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan pasokan tetap lancar menjelang Nataru,” tutupnya.

    Disperindag memastikan pengawasan hingga ke tingkat pedagang akan terus dilakukan agar ketersediaan barang tetap aman dan lonjakan harga dapat ditekan hingga akhir tahun.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok di Pasar Induk Sangatta Naik dalam Dua Minggu Terakhir

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    16 Desember 2025 pukul 19:00 WITA

    Suasana Pasar Induk Sangatta. (foto: Istimewa)

    Sangatta - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Induk Sangatta Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai mengalami kenaikan dalam dua Minggu terakhir.

    Dari hasil pantauan di lapangan, Selasa (16/12/2025), harga beras medium naik dari Rp13.000-Rp13.500 per kilogram menjadi Rp14.000-Rp15.000 per kilogram. Sementara beras premium dijual di kisaran Rp16.000-Rp17.000 per kilogram.

    Minyak goreng juga mengalami kenaikan. Minyak goreng kemasan sederhana naik dari Rp14.500 menjadi Rp15.500 per liter, sedangkan minyak goreng premium mencapai Rp18.000 per liter. Harga gula pasir naik dari Rp15.000 menjadi Rp16.000 per kilogram. Telur ayam ras masih bertahan di harga tinggi, yakni Rp29.000-Rp32.000 per kilogram.

    Untuk daging, harga ayam potong naik dari Rp32.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Sementara daging sapi segar masih berada di kisaran Rp135.000–Rp145.000 per kilogram, meski mulai menunjukkan kenaikan.

    Kenaikan harga tersebut dirasakan langsung pedagang. Mira, salah satu pedagang di Pasar Induk Sangatta, mengatakan harga sejumlah bahan pokok mulai naik sejak sekitar dua minggu terakhir.

    “Harga beberapa barang sudah naik sejak dua minggu lalu. Mungkin minggu depan bisa naik lagi,” ujar Mira.

    Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Ramadhani, mengatakan kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan dan tahun baru merupakan hal yang biasa terjadi karena meningkatnya kebutuhan masyarakat.

    “Beberapa komoditas memang mengalami kenaikan, tetapi masih dalam batas yang dapat dikendalikan. Stok secara umum masih aman,” kata Nora.

    Ia menambahkan, pihaknya terus memantau harga dan ketersediaan barang di pasar. Pemerintah daerah juga telah mengeluarkan surat edaran kepada agen bahan pokok, SPBU, dan agen LPG untuk menjaga kelancaran distribusi.

    “Sesuai arahan Bupati, kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan pasokan tetap lancar menjelang Nataru,” tutupnya.

    Disperindag memastikan pengawasan hingga ke tingkat pedagang akan terus dilakukan agar ketersediaan barang tetap aman dan lonjakan harga dapat ditekan hingga akhir tahun.

    (Sf/Rs)