Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan kesiapan penuh menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meminta seluruh jajaran, khususnya camat, memastikan keamanan wilayah, rumah ibadah, dan kondisi tetap aman serta kondusif.
Ia mengatakan pengamanan rumah ibadah harus menjadi perhatian utama, terutama gereja yang berada di lokasi terpencil atau di atas bukit. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan umat dalam beribadah harus benar-benar dipastikan.
"Pastikan rumah ibadah aman di semua kecamatan. Ada gereja yang lokasinya di atas bukit atau jauh dari permukiman, ini perlu pengamanan dan koordinasi yang baik,” ujar Ardiansyah.
Ia menambahkan, pihak camat juga diminta memastikan kondisi jalur transportasi tetap aman dan lancar selama libur Nataru. Koordinasi dengan Forkopimcam diminta terus dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan.
Ardiansyah juga menyampaikan adanya instruksi dari Menteri Dalam Negeri yang meminta kepala daerah tidak meninggalkan wilayah Indonesia hingga 15 Januari mendatang. Instruksi tersebut secara prinsip juga berlaku bagi para camat.
"Ini saya sampaikan meski tidak langsung ke camat. Karena camat adalah tangan kanan pemerintah di kecamatan, maka perintahnya sama, tidak meninggalkan negeri. Kalau hanya meninggalkan daerah, itu masih boleh," tambahnya.
Selain pengamanan fisik, ia juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gesekan sosial, termasuk isu-isu sensitif yang bisa mempengaruhi kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia meminta seluruh aktivitas yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial, termasuk pengaruh media dan teknologi digital, agar terus dipantau dan dipahami sejak awal.
“Deteksi dini itu penting, pahami betul dampak positif dan negatifnya, termasuk dari tren digital yang bisa mempengaruhi kondisi sosial,” tegas Ardiansyah.
Ardiansyah berharap dengan langkah-langkah tersebut, perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Kutim.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan kesiapan penuh menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meminta seluruh jajaran, khususnya camat, memastikan keamanan wilayah, rumah ibadah, dan kondisi tetap aman serta kondusif.
Ia mengatakan pengamanan rumah ibadah harus menjadi perhatian utama, terutama gereja yang berada di lokasi terpencil atau di atas bukit. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan umat dalam beribadah harus benar-benar dipastikan.
"Pastikan rumah ibadah aman di semua kecamatan. Ada gereja yang lokasinya di atas bukit atau jauh dari permukiman, ini perlu pengamanan dan koordinasi yang baik,” ujar Ardiansyah.
Ia menambahkan, pihak camat juga diminta memastikan kondisi jalur transportasi tetap aman dan lancar selama libur Nataru. Koordinasi dengan Forkopimcam diminta terus dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan.
Ardiansyah juga menyampaikan adanya instruksi dari Menteri Dalam Negeri yang meminta kepala daerah tidak meninggalkan wilayah Indonesia hingga 15 Januari mendatang. Instruksi tersebut secara prinsip juga berlaku bagi para camat.
"Ini saya sampaikan meski tidak langsung ke camat. Karena camat adalah tangan kanan pemerintah di kecamatan, maka perintahnya sama, tidak meninggalkan negeri. Kalau hanya meninggalkan daerah, itu masih boleh," tambahnya.
Selain pengamanan fisik, ia juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gesekan sosial, termasuk isu-isu sensitif yang bisa mempengaruhi kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia meminta seluruh aktivitas yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial, termasuk pengaruh media dan teknologi digital, agar terus dipantau dan dipahami sejak awal.
“Deteksi dini itu penting, pahami betul dampak positif dan negatifnya, termasuk dari tren digital yang bisa mempengaruhi kondisi sosial,” tegas Ardiansyah.
Ardiansyah berharap dengan langkah-langkah tersebut, perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Kutim.
(Sf/Rs)