Seputar Kaltim

    Jelang Nataru Bapokting di Samarinda Aman, Bawang Merah Bergerak Naik

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    11 Desember 2024 pukul 15:33 WITA

    Pemkot Samarinda sidak bapokting, semua aman kecuali bawang merah yang alami kenaikan harga, masyarakat diminta tak panic buying, Rabu (11/12/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi, seperti pasar di Palaran, distributor bahan pokok, serta gudang Bulog Samarinda, Rabu (11/12/2024). 

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas, Sidak ini bertujuan memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Ia menyampaikan bahwa secara umum stok bahan pokok penting (bapokting) di Samarinda dalam kondisi aman. 

    “Bahan pokok aman. Semua normal kecuali bawang merah, harganya mulai bergerak naik,” kata Marnabas.  
     
    Harga bawang merah yang biasanya Rp32 ribu perkilogram kini mencapai Rp42 ribu hingga Rp43 ribu. Untuk mengatasi lonjakan ini, Pemkot Samarinda melalui Perumda Varia Niaga akan segera mengambil pasokan dari Brebes, Jawa Tengah, dan Enrekang, Sulawesi Selatan. “Kita sudah memiliki kerja sama antar daerah, biasanya Brebes memiliki stok bawang merah yang cukup banyak,” jelasnya.  

    Selain bawang merah, harga ikan nila juga menunjukkan kenaikan tipis, sementara bahan pokok lainnya, seperti minyak goreng, gula, beras, dan tepung, masih dalam kondisi stabil. “Minyak goreng tersedia sekitar 32 ribu liter, sementara beras memiliki stok 5 ribu ton dan awal tahun akan masuk lagi 4 ribu ton. Kebutuhan hingga enam bulan ke depan masih aman,” tambahnya.  

    Dikatakannya, Pemerintah Kota Samarinda terus memantau pergerakan harga dan memastikan pasokan tetap stabil. Salah satu langkah yang dilakukan adalah intervensi harga pada bahan yang mengalami lonjakan signifikan. Namun, untuk harga yang masih dalam batas normal, intervensi tidak dilakukan agar tidak memicu deflasi.  

    “Kami juga memiliki mobil inflasi yang setiap Rabu berkeliling memantau harga. Jika harga stabil, mobil ini tidak kami operasikan lagi,” kata Marnabas. Selain itu, Pemkot juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan halaman rumah sebagai lahan pertanian kecil, seperti menanam cabai atau sayuran, guna menekan pengeluaran rumah tangga.  

    Mantan Kepala Dinas Perdagangan Samarinda itu juga mengungkapkan bahwa sebanyak 80 persen kebutuhan bahan pokok Samarinda berasal dari Jawa dan Sulawesi. Untuk itu, kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk distributor dan daerah penghasil, terus diperkuat. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga bisa disebabkan oleh dua faktor, yakni kelangkaan barang atau permainan harga oleh pedagang.  

    “Kalau karena kelangkaan, kami tugaskan distributor untuk segera mendatangkan stok. Tapi kalau permainan harga, kami akan turun langsung untuk menjual barang dengan harga yang wajar melalui Toko Sigap,” ujarnya.  

    Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik menghadapi situasi ini. Terlebih mayoritas bahan pokok dalam keadaan stok aman. Sehingga ia meminta kepada masyarakat tidak perlu panik, hingga membeli dalam jumlah banyak untuk ditimbun.  

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jelang Nataru Bapokting di Samarinda Aman, Bawang Merah Bergerak Naik

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    11 Desember 2024 pukul 15:33 WITA

    Pemkot Samarinda sidak bapokting, semua aman kecuali bawang merah yang alami kenaikan harga, masyarakat diminta tak panic buying, Rabu (11/12/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi, seperti pasar di Palaran, distributor bahan pokok, serta gudang Bulog Samarinda, Rabu (11/12/2024). 

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas, Sidak ini bertujuan memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Ia menyampaikan bahwa secara umum stok bahan pokok penting (bapokting) di Samarinda dalam kondisi aman. 

    “Bahan pokok aman. Semua normal kecuali bawang merah, harganya mulai bergerak naik,” kata Marnabas.  
     
    Harga bawang merah yang biasanya Rp32 ribu perkilogram kini mencapai Rp42 ribu hingga Rp43 ribu. Untuk mengatasi lonjakan ini, Pemkot Samarinda melalui Perumda Varia Niaga akan segera mengambil pasokan dari Brebes, Jawa Tengah, dan Enrekang, Sulawesi Selatan. “Kita sudah memiliki kerja sama antar daerah, biasanya Brebes memiliki stok bawang merah yang cukup banyak,” jelasnya.  

    Selain bawang merah, harga ikan nila juga menunjukkan kenaikan tipis, sementara bahan pokok lainnya, seperti minyak goreng, gula, beras, dan tepung, masih dalam kondisi stabil. “Minyak goreng tersedia sekitar 32 ribu liter, sementara beras memiliki stok 5 ribu ton dan awal tahun akan masuk lagi 4 ribu ton. Kebutuhan hingga enam bulan ke depan masih aman,” tambahnya.  

    Dikatakannya, Pemerintah Kota Samarinda terus memantau pergerakan harga dan memastikan pasokan tetap stabil. Salah satu langkah yang dilakukan adalah intervensi harga pada bahan yang mengalami lonjakan signifikan. Namun, untuk harga yang masih dalam batas normal, intervensi tidak dilakukan agar tidak memicu deflasi.  

    “Kami juga memiliki mobil inflasi yang setiap Rabu berkeliling memantau harga. Jika harga stabil, mobil ini tidak kami operasikan lagi,” kata Marnabas. Selain itu, Pemkot juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan halaman rumah sebagai lahan pertanian kecil, seperti menanam cabai atau sayuran, guna menekan pengeluaran rumah tangga.  

    Mantan Kepala Dinas Perdagangan Samarinda itu juga mengungkapkan bahwa sebanyak 80 persen kebutuhan bahan pokok Samarinda berasal dari Jawa dan Sulawesi. Untuk itu, kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk distributor dan daerah penghasil, terus diperkuat. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga bisa disebabkan oleh dua faktor, yakni kelangkaan barang atau permainan harga oleh pedagang.  

    “Kalau karena kelangkaan, kami tugaskan distributor untuk segera mendatangkan stok. Tapi kalau permainan harga, kami akan turun langsung untuk menjual barang dengan harga yang wajar melalui Toko Sigap,” ujarnya.  

    Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik menghadapi situasi ini. Terlebih mayoritas bahan pokok dalam keadaan stok aman. Sehingga ia meminta kepada masyarakat tidak perlu panik, hingga membeli dalam jumlah banyak untuk ditimbun.  

    (Sf/Rs)