Jelang Lebaran, Harga Cabai di Bontang Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    18 Maret 2026 12:41 WIB

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni didampingi Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat memantau harga komoditas pasar jelang lebaran. (Foto: Diskominfo Bontang)

    Bontang - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga cabai di Kota Bontang mulai menunjukkan kenaikan signifikan.

    Hasil pemantauan pemerintah daerah di sejumlah pasar tradisional, harga cabai rawit kini mencapai Rp120.000 per kilogram (Kg).

    Kenaikan ini terlihat saat Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni bersama Wakil Wali Kota, Agus Haris melakukan inspeksi di Pasar Telihan dan Pasar Citra Mas Loktuan, Selasa (17/3/2026). Sebelumnya harga cabai masih berada di kisaran Rp90.000–Rp100.000 per Kg.

    Neni menyebut lonjakan harga cabai dipengaruhi oleh pasokan di tingkat pedagang yang tidak merata. Saat stok terbatas, harga cenderung mengalami kenaikan.

    “Perbedaan harga di lapangan biasanya tergantung stok pedagang. Kalau pasokan terbatas, harga cenderung lebih tinggi,” ujarnya.

    Meski cabai mengalami kenaikan cukup tajam, secara umum harga kebutuhan pokok lain masih relatif stabil. Berdasarkan data pemantauan, harga beras medium berada di kisaran Rp15.400 per Kg, gula pasir Rp18.000–Rp19.000 per Kg, serta minyak goreng kemasan Rp24.000–Rp26.000 per liter.

    Komoditas protein seperti daging sapi dan telur ayam juga terpantau stabil, meskipun mengalami kenaikan tipis yang dinilai masih dalam batas wajar menjelang lebaran.

    Pemkot Bontang menilai kondisi ini masih terkendali, mengingat kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan merupakan pola yang umum terjadi setiap tahun. Distribusi bahan pokok juga dipastikan tetap lancar dengan stok yang mencukupi.

    “Masih dalam kategori wajar lah kenaikannya, biasa kalau lebaran pasti apa-apa naik,” kata Neni.

    Untuk menekan gejolak harga, pemerintah terus melakukan pengawasan rutin di pasar serta menggelar program Gerakan Pangan Murah. Melalui program ini, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga lebih rendah, seperti beras SPHP sekitar Rp60.000–Rp65.000 per 5 Kg dan gula pasir Rp17.900 per Kg.

    Pemkot memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga Idulfitri guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, terutama pada komoditas yang rawan mengalami lonjakan seperti cabai.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Jelang Lebaran, Harga Cabai di Bontang Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    18 Maret 2026 12:41 WIB

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni didampingi Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat memantau harga komoditas pasar jelang lebaran. (Foto: Diskominfo Bontang)

    Bontang - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga cabai di Kota Bontang mulai menunjukkan kenaikan signifikan.

    Hasil pemantauan pemerintah daerah di sejumlah pasar tradisional, harga cabai rawit kini mencapai Rp120.000 per kilogram (Kg).

    Kenaikan ini terlihat saat Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni bersama Wakil Wali Kota, Agus Haris melakukan inspeksi di Pasar Telihan dan Pasar Citra Mas Loktuan, Selasa (17/3/2026). Sebelumnya harga cabai masih berada di kisaran Rp90.000–Rp100.000 per Kg.

    Neni menyebut lonjakan harga cabai dipengaruhi oleh pasokan di tingkat pedagang yang tidak merata. Saat stok terbatas, harga cenderung mengalami kenaikan.

    “Perbedaan harga di lapangan biasanya tergantung stok pedagang. Kalau pasokan terbatas, harga cenderung lebih tinggi,” ujarnya.

    Meski cabai mengalami kenaikan cukup tajam, secara umum harga kebutuhan pokok lain masih relatif stabil. Berdasarkan data pemantauan, harga beras medium berada di kisaran Rp15.400 per Kg, gula pasir Rp18.000–Rp19.000 per Kg, serta minyak goreng kemasan Rp24.000–Rp26.000 per liter.

    Komoditas protein seperti daging sapi dan telur ayam juga terpantau stabil, meskipun mengalami kenaikan tipis yang dinilai masih dalam batas wajar menjelang lebaran.

    Pemkot Bontang menilai kondisi ini masih terkendali, mengingat kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan merupakan pola yang umum terjadi setiap tahun. Distribusi bahan pokok juga dipastikan tetap lancar dengan stok yang mencukupi.

    “Masih dalam kategori wajar lah kenaikannya, biasa kalau lebaran pasti apa-apa naik,” kata Neni.

    Untuk menekan gejolak harga, pemerintah terus melakukan pengawasan rutin di pasar serta menggelar program Gerakan Pangan Murah. Melalui program ini, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga lebih rendah, seperti beras SPHP sekitar Rp60.000–Rp65.000 per 5 Kg dan gula pasir Rp17.900 per Kg.

    Pemkot memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga Idulfitri guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, terutama pada komoditas yang rawan mengalami lonjakan seperti cabai.

    (Sf/Lo)