Seputar Kaltim

    Jelang Kemarau, BPBD Kutim Siaga Karhutla dan Waspadai Banjir Lokal

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    (Foto Istimewa)

    Sangatta – Memasuki masa pancaroba atau peralihan musim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim)  mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring dengan meredanya ancaman banjir yang sebelumnya menjadi prioritas utama.

    Kepala BPBD Kutim, Idris, Menyampaikan Perubahan ini sejalan dengan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan peralihan musim akan terjadi pada akhir Juni, dengan puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus hingga September 2025.

    “Kondisi cuaca mulai berubah, kita memasuki masa pancaroba. Sesuai arahan BMKG, kami mulai mengarahkan perhatian pada potensi karhutla,” ujar Idris.

    Sebagai langkah pencegahan terhadap karhutla, BPBD Kutim menjalin kerja sama lintas sektor, termasuk dengan pihak kecamatan melalui peran aktif Kasih Trantib sebagai garda terdepan dalam pemantauan di lapangan.

    “Kami memperkuat koordinasi dan terus mengaktifkan jalur komunikasi. Pelatihan kesiapsiagaan juga sedang kami persiapkan untuk meningkatkan respons cepat di musim kemarau nanti,” jelas Idris.

    Meskipun demikian, Idris juga menegaskan bahwa pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan banjir lokal, khususnya di daerah-daerah yang masih menunjukkan curah hujan tinggi seperti Kecamatan Wahau, Bengalon, dan Batu Ampar. 

    “Tim kami tetap siaga, dan siap bergerak jika terjadi situasi darurat,” tambahnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jelang Kemarau, BPBD Kutim Siaga Karhutla dan Waspadai Banjir Lokal

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    (Foto Istimewa)

    Sangatta – Memasuki masa pancaroba atau peralihan musim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim)  mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring dengan meredanya ancaman banjir yang sebelumnya menjadi prioritas utama.

    Kepala BPBD Kutim, Idris, Menyampaikan Perubahan ini sejalan dengan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan peralihan musim akan terjadi pada akhir Juni, dengan puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus hingga September 2025.

    “Kondisi cuaca mulai berubah, kita memasuki masa pancaroba. Sesuai arahan BMKG, kami mulai mengarahkan perhatian pada potensi karhutla,” ujar Idris.

    Sebagai langkah pencegahan terhadap karhutla, BPBD Kutim menjalin kerja sama lintas sektor, termasuk dengan pihak kecamatan melalui peran aktif Kasih Trantib sebagai garda terdepan dalam pemantauan di lapangan.

    “Kami memperkuat koordinasi dan terus mengaktifkan jalur komunikasi. Pelatihan kesiapsiagaan juga sedang kami persiapkan untuk meningkatkan respons cepat di musim kemarau nanti,” jelas Idris.

    Meskipun demikian, Idris juga menegaskan bahwa pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan banjir lokal, khususnya di daerah-daerah yang masih menunjukkan curah hujan tinggi seperti Kecamatan Wahau, Bengalon, dan Batu Ampar. 

    “Tim kami tetap siaga, dan siap bergerak jika terjadi situasi darurat,” tambahnya.

    (Sf/Rs)