Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Adwar Skenda Putra saat memimpin apel pembukaan posko lebaran. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Menjelang arus mudik Idulfitri 1445 Hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan akan mengerahkan seluruh personelnya dalam penyelenggaraan posko lebaran.
Dishub Balikpapan akan mendirikan sejumlah posko, diantaranya kawasan Kilometer 13, Terminal Bus Batu Ampar, Terminal Damai BP, Dermaga Baru Tengah, simpang Kariangau dan Perumnas, serta kantor Dishub Balikpapan.
"Dari seluruh posko, sebanyak 175 personel diturunkan untuk pengaturan lalu lintas kendaraan di beberapa ruas jalan di Kota Balikpapan," ungkap Kepala Dishub Kota Balikpapan Adwar Skenda Putra kepada awak media, Rabu (3/4/2024).
Ia menegaskan kepada personelnya agar posko lebaran dapat diatur, jangan sampai dilokasi tersebut kosong. Ia meminta para petugas mampu melaksanakan tugasnya dengan sebenar-benarnya.
"Mohon para petugas untuk melakukan pemantauan terkait dengan arus lalu lintas, apalagi menjelang memasuki H-1 lebaran dan lakukan tanggap cepat rekayasa. Kendaraan patroli yang ada digunakan untuk mempercepat penguraiannya," jelasnya.
Ada titik-titik tertentu yang sering mengalami kemacetan seperti simpang BDS MT Haryono, simpang BJBJ, Jalan Jendral Sudirman SPN hingga ewalk, simpang Perumnas, simpang Km 5,5 Balikpapan Utara, turunan Jalan Syarifudin Yoes juga menjadi perhatian petugas Dishub.
Ketika hal itu terjadi, pihaknya meminta agar segera ditindaklanjuti oleh para petugas. Sehingga arus lalu lintas bisa segera diatasi.
"Biar macet kalau ada petugas masih bisa terkontrol. Berbeda kalau tidak ada petugas kesannya dibiarkan. Nah ini menjadi catatan kami,” ujar Edo sapaan akrabnya.
Selain itu, kendaraan angkutan Over Dimensi (Odol) yang dibawa kapal Roro juga menjadi perhatian Dishub Balikpapan. Menurutnya, petugas Dishub tidak sampai 24 jam mengawasi, namun ada beberapa titik tertentu saja yang ada petugasnya.
“Mereka beroperasi, ketika esoknya kedapatan mogoklah, apalah. Ini yang akan kami pantau dan melakukan imbauan, jangan sampai ada kendaraan Odol masuk dalam kota, begitu juga didalam kota sendiri,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, kendaraan yang nekat beroperasi ketika bukan di jam edarnya juga menjadi atensi Dishub. Pihaknya pun akan menambah CCTV yang dianggap masih kurang dalam pemantauan arus kendaraan.
Dirinya mengimbau bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, agar melakukan pengecekan kendaraan dan kesehatan dirinya apakah layak untuk bepergian.
"Taati peraturan lalu lintas, dan muatan yang dibawa tidak melebihi kapasitas kendaraannya," paparnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Adwar Skenda Putra saat memimpin apel pembukaan posko lebaran. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Menjelang arus mudik Idulfitri 1445 Hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan akan mengerahkan seluruh personelnya dalam penyelenggaraan posko lebaran.
Dishub Balikpapan akan mendirikan sejumlah posko, diantaranya kawasan Kilometer 13, Terminal Bus Batu Ampar, Terminal Damai BP, Dermaga Baru Tengah, simpang Kariangau dan Perumnas, serta kantor Dishub Balikpapan.
"Dari seluruh posko, sebanyak 175 personel diturunkan untuk pengaturan lalu lintas kendaraan di beberapa ruas jalan di Kota Balikpapan," ungkap Kepala Dishub Kota Balikpapan Adwar Skenda Putra kepada awak media, Rabu (3/4/2024).
Ia menegaskan kepada personelnya agar posko lebaran dapat diatur, jangan sampai dilokasi tersebut kosong. Ia meminta para petugas mampu melaksanakan tugasnya dengan sebenar-benarnya.
"Mohon para petugas untuk melakukan pemantauan terkait dengan arus lalu lintas, apalagi menjelang memasuki H-1 lebaran dan lakukan tanggap cepat rekayasa. Kendaraan patroli yang ada digunakan untuk mempercepat penguraiannya," jelasnya.
Ada titik-titik tertentu yang sering mengalami kemacetan seperti simpang BDS MT Haryono, simpang BJBJ, Jalan Jendral Sudirman SPN hingga ewalk, simpang Perumnas, simpang Km 5,5 Balikpapan Utara, turunan Jalan Syarifudin Yoes juga menjadi perhatian petugas Dishub.
Ketika hal itu terjadi, pihaknya meminta agar segera ditindaklanjuti oleh para petugas. Sehingga arus lalu lintas bisa segera diatasi.
"Biar macet kalau ada petugas masih bisa terkontrol. Berbeda kalau tidak ada petugas kesannya dibiarkan. Nah ini menjadi catatan kami,” ujar Edo sapaan akrabnya.
Selain itu, kendaraan angkutan Over Dimensi (Odol) yang dibawa kapal Roro juga menjadi perhatian Dishub Balikpapan. Menurutnya, petugas Dishub tidak sampai 24 jam mengawasi, namun ada beberapa titik tertentu saja yang ada petugasnya.
“Mereka beroperasi, ketika esoknya kedapatan mogoklah, apalah. Ini yang akan kami pantau dan melakukan imbauan, jangan sampai ada kendaraan Odol masuk dalam kota, begitu juga didalam kota sendiri,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, kendaraan yang nekat beroperasi ketika bukan di jam edarnya juga menjadi atensi Dishub. Pihaknya pun akan menambah CCTV yang dianggap masih kurang dalam pemantauan arus kendaraan.
Dirinya mengimbau bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, agar melakukan pengecekan kendaraan dan kesehatan dirinya apakah layak untuk bepergian.
"Taati peraturan lalu lintas, dan muatan yang dibawa tidak melebihi kapasitas kendaraannya," paparnya.
(Sf/Rs)