Seputar Kaltim

    Jelang Idulfitri, BI Kaltim Gencarkan Langkah Kendalikan Inflasi Harga Pangan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Maruly Zainuddin
    06 Maret 2025 pukul 16:40 WITA

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Budi Widihartanto. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat upaya pengendalian inflasi harga pangan menjelang Hari Raya Idulfitri.  Langkah ini diambil untuk meredam potensi kenaikan harga yang sering terjadi selama bulan Ramadan dan menjelang hari raya.

    Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltim, Budi Widihartanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Dinas Pertanian untuk melaksanakan serangkaian langkah strategis.

    "Kami menyadari bahwa tekanan inflasi pada bahan pangan seringkali meningkat menjelang hari besar keagamaan. Oleh karena itu, kami fokus pada upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan," ujar Budi Widihartanto.

    Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini bertujuan untuk menyediakan akses bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat, sehingga dapat meredam lonjakan harga di pasaran.

    "GPM adalah salah satu instrumen penting dalam pengendalian inflasi. Dengan menyediakan bahan pangan di bawah harga pasar, kami berharap dapat menekan ekspektasi kenaikan harga yang berlebihan," jelasnya.

    Selain GPM, BI Kaltim juga memantau secara ketat ketersediaan dan harga lima komoditas utama yang sering mengalami fluktuasi harga, yaitu beras, minyak goreng, daging, bawang putih, dan bawang merah.  Pemantauan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Kantor Pos dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

    "Kami terus berkoordinasi dengan Bapanas dan pemerintah daerah untuk memastikan pasokan komoditas tersebut aman dan harga tetap stabil. Jika terjadi gejolak harga, kami akan segera mengambil langkah-langkah intervensi yang diperlukan," tambah Budi.

    BI Kaltim juga menekankan pentingnya komunikasi yang efektif kepada masyarakat. Informasi mengenai ketersediaan pasokan dan harga bahan pangan secara berkala disebarluaskan untuk mencegah kepanikan yang dapat memicu kenaikan harga.

    "Komunikasi yang baik dengan masyarakat sangat penting dalam pengendalian inflasi. Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar," pungkasnya.

    (Sf/Mr)

    Seputar Kaltim

    Jelang Idulfitri, BI Kaltim Gencarkan Langkah Kendalikan Inflasi Harga Pangan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Maruly Zainuddin
    06 Maret 2025 pukul 16:40 WITA

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Budi Widihartanto. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat upaya pengendalian inflasi harga pangan menjelang Hari Raya Idulfitri.  Langkah ini diambil untuk meredam potensi kenaikan harga yang sering terjadi selama bulan Ramadan dan menjelang hari raya.

    Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltim, Budi Widihartanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Dinas Pertanian untuk melaksanakan serangkaian langkah strategis.

    "Kami menyadari bahwa tekanan inflasi pada bahan pangan seringkali meningkat menjelang hari besar keagamaan. Oleh karena itu, kami fokus pada upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan," ujar Budi Widihartanto.

    Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini bertujuan untuk menyediakan akses bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat, sehingga dapat meredam lonjakan harga di pasaran.

    "GPM adalah salah satu instrumen penting dalam pengendalian inflasi. Dengan menyediakan bahan pangan di bawah harga pasar, kami berharap dapat menekan ekspektasi kenaikan harga yang berlebihan," jelasnya.

    Selain GPM, BI Kaltim juga memantau secara ketat ketersediaan dan harga lima komoditas utama yang sering mengalami fluktuasi harga, yaitu beras, minyak goreng, daging, bawang putih, dan bawang merah.  Pemantauan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Kantor Pos dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

    "Kami terus berkoordinasi dengan Bapanas dan pemerintah daerah untuk memastikan pasokan komoditas tersebut aman dan harga tetap stabil. Jika terjadi gejolak harga, kami akan segera mengambil langkah-langkah intervensi yang diperlukan," tambah Budi.

    BI Kaltim juga menekankan pentingnya komunikasi yang efektif kepada masyarakat. Informasi mengenai ketersediaan pasokan dan harga bahan pangan secara berkala disebarluaskan untuk mencegah kepanikan yang dapat memicu kenaikan harga.

    "Komunikasi yang baik dengan masyarakat sangat penting dalam pengendalian inflasi. Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar," pungkasnya.

    (Sf/Mr)