Seputar Kaltim

    Jelang Iduladha, Pemkab PPU Tekan Harga Sembako Lewat Operasi Pasar, Digelar di Enam Titik

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    17 Mei 2026 pukul 14:15 WITA

    Operasi pasar menyambut Hari Raya Iduladha 1447/2026 yang digelar Diskukmperindag PPU menyasar enam titik strategis mulai 17-19 Mei 2026. (Foto: Diskukmperindag PPU)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) menggelar operasi pasar sembako dan LPG 3 kilogram menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026.

    Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari mulai 17 hingga 19 Mei 2026 di enam titik strategis yang tersebar di empat kecamatan.

    Lokasi operasi pasar dipusatkan di Pasar Induk Penajam dan Kantor Kelurahan Sotek untuk wilayah Kecamatan Penajam, Kantor Desa Bangun Mulyo di Kecamatan Waru, Kantor Desa Babulu Darat dan Babulu Laut di Kecamatan Babulu, serta Kantor Kelurahan Maridan di Kecamatan Sepaku.

    Kepala Bidang Perdagangan Diskukmperindag PPU, Marlina, mengatakan operasi pasar digelar sebagai langkah antisipasi pemerintah daerah menghadapi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan nasional (HKBN).

    "Operasi pasar merespon tren peningkatan permintaan masyarakat akan bahan pokok, kita upayakan terpenuhi kebutuhannya dengan harga yang lebih rendah," kata Marlina, Minggu (17/5/2026).

    Sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah pasaran, di antaranya beras premium Rp77 ribu per 5 kilogram, beras SPHP Rp63 ribu per 5 kilogram, gula pasir Rp18.500 per kilogram, tepung terigu Rp12 ribu per kilogram, serta Minyakita Rp15.700 per liter.

    Selain itu, bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp38 ribu per kilogram, telur ayam Rp55 ribu per rak, minyak goreng kemasan Rp43 ribu per dua liter, serta minyak goreng curah Rp19 ribu per liter.

    Menurut Marlina, operasi pasar murah menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga sekaligus menekan potensi inflasi jelang Iduladha.

    Inflasi Kabupaten PPU pada April 2026 tercatat sebesar 2,10 persen atau termasuk yang terendah dibandingkan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur seperti Balikpapan, Berau, dan Samarinda.

    Beberapa komoditas yang memberi andil inflasi di antaranya tomat sebesar 0,29 persen, semangka 0,11 persen, bawang merah 0,04 persen, minyak goreng 0,03 persen, dan bakso siap santap sebesar 0,08 persen.

    Sementara komoditas yang mengalami deflasi meliputi ayam ras, cabai rawit, ikan tongkol, terung, hingga kacang panjang.

    Meski begitu, menjelang Iduladha pemerintah memprediksi tekanan harga masih berpotensi terjadi pada telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, hingga daging sapi. Namun stok dipastikan tetap aman.

    "Sepanjang ini, harga cukup stabil. Ayam ras Rp34 ribu, cabai merah Rp70 ribu, tomat Rp25 ribu, bawang merah Rp45 ribu, bawang putih Rp40 ribu di pasaran," ujarnya.

    Marlina berharap operasi pasar murah dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga daya beli warga tetap stabil menjelang perayaan Iduladha.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jelang Iduladha, Pemkab PPU Tekan Harga Sembako Lewat Operasi Pasar, Digelar di Enam Titik

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    17 Mei 2026 pukul 14:15 WITA

    Operasi pasar menyambut Hari Raya Iduladha 1447/2026 yang digelar Diskukmperindag PPU menyasar enam titik strategis mulai 17-19 Mei 2026. (Foto: Diskukmperindag PPU)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) menggelar operasi pasar sembako dan LPG 3 kilogram menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026.

    Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari mulai 17 hingga 19 Mei 2026 di enam titik strategis yang tersebar di empat kecamatan.

    Lokasi operasi pasar dipusatkan di Pasar Induk Penajam dan Kantor Kelurahan Sotek untuk wilayah Kecamatan Penajam, Kantor Desa Bangun Mulyo di Kecamatan Waru, Kantor Desa Babulu Darat dan Babulu Laut di Kecamatan Babulu, serta Kantor Kelurahan Maridan di Kecamatan Sepaku.

    Kepala Bidang Perdagangan Diskukmperindag PPU, Marlina, mengatakan operasi pasar digelar sebagai langkah antisipasi pemerintah daerah menghadapi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan nasional (HKBN).

    "Operasi pasar merespon tren peningkatan permintaan masyarakat akan bahan pokok, kita upayakan terpenuhi kebutuhannya dengan harga yang lebih rendah," kata Marlina, Minggu (17/5/2026).

    Sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah pasaran, di antaranya beras premium Rp77 ribu per 5 kilogram, beras SPHP Rp63 ribu per 5 kilogram, gula pasir Rp18.500 per kilogram, tepung terigu Rp12 ribu per kilogram, serta Minyakita Rp15.700 per liter.

    Selain itu, bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp38 ribu per kilogram, telur ayam Rp55 ribu per rak, minyak goreng kemasan Rp43 ribu per dua liter, serta minyak goreng curah Rp19 ribu per liter.

    Menurut Marlina, operasi pasar murah menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga sekaligus menekan potensi inflasi jelang Iduladha.

    Inflasi Kabupaten PPU pada April 2026 tercatat sebesar 2,10 persen atau termasuk yang terendah dibandingkan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur seperti Balikpapan, Berau, dan Samarinda.

    Beberapa komoditas yang memberi andil inflasi di antaranya tomat sebesar 0,29 persen, semangka 0,11 persen, bawang merah 0,04 persen, minyak goreng 0,03 persen, dan bakso siap santap sebesar 0,08 persen.

    Sementara komoditas yang mengalami deflasi meliputi ayam ras, cabai rawit, ikan tongkol, terung, hingga kacang panjang.

    Meski begitu, menjelang Iduladha pemerintah memprediksi tekanan harga masih berpotensi terjadi pada telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, hingga daging sapi. Namun stok dipastikan tetap aman.

    "Sepanjang ini, harga cukup stabil. Ayam ras Rp34 ribu, cabai merah Rp70 ribu, tomat Rp25 ribu, bawang merah Rp45 ribu, bawang putih Rp40 ribu di pasaran," ujarnya.

    Marlina berharap operasi pasar murah dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga daya beli warga tetap stabil menjelang perayaan Iduladha.

    (Sf/Rs)