Seputar Kaltim

    Jelang HUT ke-81 RI, Pemkab Kutim Siapkan Film Perjuangan untuk Pelajar

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    11 Agustus 2026 pukul 11:31 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan agenda berbeda untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT ke-81 RI). Pemkab berencana memutar film perjuangan bagi pelajar dari tingkat SD hingga SMA.

    Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pemutaran film tersebut rencananya digelar di Gedung Serbaguna Sangatta pada 16 atau 17 Agustus 2026.

    “Insyaallah pada peringatan 17 Agustus tahun ini ada yang berbeda yang ingin kami sajikan. Pemerintah akan memutar film perjuangan, mungkin bersifat dokumenter, yang nanti akan kita undang para pelajar baik di tingkat SD, SMP maupun SMA,” ujar Ardiansyah.

    Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk mendekatkan sejarah perjuangan bangsa kepada generasi muda.

    Ardiansyah menilai, pengenalan sejarah penting dilakukan karena pembelajaran sejarah di tingkat sekolah dasar kini tergabung dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

    Ia kemudian menyinggung sejumlah tokoh yang dinilainya perlu lebih dikenal oleh generasi muda, mulai dari Bung Tomo, H.O.S. Tjokroaminoto, Soekarno hingga Jenderal Soedirman.

    “Siapa itu Bung Tomo? Siapa itu H.O.S. Tjokroaminoto? Siapa itu Soekarno yang kita kenal hanya presiden pertama? Tapi siapa itu Soekarno pada saat awalnya menjadi seorang pemuda,” katanya.

    Untuk pilihan film yang akan ditampilkan, Ardiansyah menyebut kisah perjuangan Jenderal Soedirman menjadi salah satu yang dipertimbangkan.

    Ia menceritakan perjuangan Soedirman yang tetap memilih berjuang meski dalam kondisi sakit dan menjalani perawatan.

    Dengan persetujuan dokter dan perawat, Soedirman kemudian meninggalkan tempat perawatan dan ditandu para prajurit untuk melanjutkan perjuangan melalui gerilya.

    “Saya tidak tega kalau saya di rumah sakit. Saya harus berjuang,” kata Ardiansyah, mengutip kisah perjuangan Jenderal Soedirman.

    Bagi Ardiansyah, kisah tersebut penting dikenalkan kepada generasi muda agar mereka tidak hanya mengetahui nama para pahlawan, tetapi juga memahami perjuangan yang dilakukan dalam mempertahankan kemerdekaan.

    Ia mengaku khawatir generasi muda semakin sedikit mengenal sejarah perjuangan bangsa dan para pahlawan yang berjasa dalam perjuangan kemerdekaan.

    “Sejarah menunjukkan bangsa atau budaya menunjukkan bangsa. Yang kita khawatirkan anak-anak kita dalam pelajaran sejarahnya tidak banyak yang mengenal, apalagi sejarah perjuangan dan pahlawan-pahlawan yang memperjuangkan,” katanya.

    Melalui pemutaran film tersebut, Ardiansyah berharap peringatan HUT RI menjadi momentum bagi pelajar untuk mengenal kembali sejarah perjuangan bangsa.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jelang HUT ke-81 RI, Pemkab Kutim Siapkan Film Perjuangan untuk Pelajar

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    11 Agustus 2026 pukul 11:31 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan agenda berbeda untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT ke-81 RI). Pemkab berencana memutar film perjuangan bagi pelajar dari tingkat SD hingga SMA.

    Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pemutaran film tersebut rencananya digelar di Gedung Serbaguna Sangatta pada 16 atau 17 Agustus 2026.

    “Insyaallah pada peringatan 17 Agustus tahun ini ada yang berbeda yang ingin kami sajikan. Pemerintah akan memutar film perjuangan, mungkin bersifat dokumenter, yang nanti akan kita undang para pelajar baik di tingkat SD, SMP maupun SMA,” ujar Ardiansyah.

    Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk mendekatkan sejarah perjuangan bangsa kepada generasi muda.

    Ardiansyah menilai, pengenalan sejarah penting dilakukan karena pembelajaran sejarah di tingkat sekolah dasar kini tergabung dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

    Ia kemudian menyinggung sejumlah tokoh yang dinilainya perlu lebih dikenal oleh generasi muda, mulai dari Bung Tomo, H.O.S. Tjokroaminoto, Soekarno hingga Jenderal Soedirman.

    “Siapa itu Bung Tomo? Siapa itu H.O.S. Tjokroaminoto? Siapa itu Soekarno yang kita kenal hanya presiden pertama? Tapi siapa itu Soekarno pada saat awalnya menjadi seorang pemuda,” katanya.

    Untuk pilihan film yang akan ditampilkan, Ardiansyah menyebut kisah perjuangan Jenderal Soedirman menjadi salah satu yang dipertimbangkan.

    Ia menceritakan perjuangan Soedirman yang tetap memilih berjuang meski dalam kondisi sakit dan menjalani perawatan.

    Dengan persetujuan dokter dan perawat, Soedirman kemudian meninggalkan tempat perawatan dan ditandu para prajurit untuk melanjutkan perjuangan melalui gerilya.

    “Saya tidak tega kalau saya di rumah sakit. Saya harus berjuang,” kata Ardiansyah, mengutip kisah perjuangan Jenderal Soedirman.

    Bagi Ardiansyah, kisah tersebut penting dikenalkan kepada generasi muda agar mereka tidak hanya mengetahui nama para pahlawan, tetapi juga memahami perjuangan yang dilakukan dalam mempertahankan kemerdekaan.

    Ia mengaku khawatir generasi muda semakin sedikit mengenal sejarah perjuangan bangsa dan para pahlawan yang berjasa dalam perjuangan kemerdekaan.

    “Sejarah menunjukkan bangsa atau budaya menunjukkan bangsa. Yang kita khawatirkan anak-anak kita dalam pelajaran sejarahnya tidak banyak yang mengenal, apalagi sejarah perjuangan dan pahlawan-pahlawan yang memperjuangkan,” katanya.

    Melalui pemutaran film tersebut, Ardiansyah berharap peringatan HUT RI menjadi momentum bagi pelajar untuk mengenal kembali sejarah perjuangan bangsa.

    (Sf/Rs)