Seputar Kaltim

    Jelang Bantuan Rp150 Juta per RT Direalisasikan, DPMD Kukar Rampungkan Seleksi Tim Pendamping

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    04 Juni 2026 pukul 22:35 WITA

    Kepala DPMD Kukar, Arianto (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Tahapan persiapan pelaksanaan Program Dedikasi RT-KU Terbaik mulai memasuki fase akhir. Kini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah merampungkan pembentukan Tim Pendamping Dedikasi Kukar Idaman Terbaik (Pendekar) yang akan bertugas mengawal jalannya program hingga ke tingkat rukun tetangga (RT).

    Keberadaan tim pendamping tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam implementasi program unggulan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin yang menargetkan penyaluran bantuan fiskal sebesar Rp150 juta untuk setiap RT di Kukar.

    Kepala DPMD Kukar, Arianto mengatakan seluruh regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan program kini telah rampung. Menurutnya, keberadaan payung hukum menjadi syarat utama sebelum program tersebut direalisasikan.

    “Dalam merealisasikan program dedikasi RT-KU Terbaik itu harus ada regulasi. Bentuknya peraturan bupati. Alhamdulillah sudah terbit di akhir Mei kemarin,” ujar Arianto, Kamis (4/6/2026).

    Tidak hanya mengatur mekanisme pelaksanaan program, pemerintah daerah juga telah menerbitkan aturan mengenai pembentukan tenaga pendamping di berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten hingga RT.

    “Dalam melaksanakan program tersebut, kita merencanakan ada pendamping-pendamping di tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, tingkat desa dan kelurahan, bahkan nanti sampai ke RT. Regulasinya sudah tersedia dalam Perbup 11/2026,” paparnya.

    Arianto menjelaskan sebelum bantuan Rp150 juta per RT mulai disalurkan, pemerintah perlu membentuk tim Pendekar yang akan menyusun konsep, sistem kerja serta memastikan implementasi program berjalan seragam di seluruh wilayah Kukar.

    Kini , PMD Kukar akan segera menetapkan tujuh calon tenaga ahli pendamping tingkat kabupaten setelah seluruh rangkaian seleksi selesai dilaksanakan. Masa sanggah yang dibuka pascaseleksi pun telah berakhir, tanpa adanya protes dari para peserta.

    “Saat ini tahapannya sudah sampai masa sanggah dan tidak ada sanggahan. Prinsipnya karena tahapannya sudah lewat, kita akan menetapkan tujuh orang tersebut,” ungkapnya.

    Sebelumnya, para peserta telah menjalani rangkaian seleksi berupa tes tertulis dan wawancara untuk mengukur kemampuan serta kompetensi yang dibutuhkan dalam mendukung program dedikasi daerah tersebut.

    Setelah melalui tahapan itu, ketujuh tenaga ahli yang dinyatakan lolos akan bertugas menyusun pedoman, konsep dan mekanisme pelaksanaan RT-KU Terbaik agar dapat diterapkan secara terpadu di tingkat kecamatan, desa, kelurahan hingga RT.

    “Mereka inilah yang nanti membuat konsep dan mekanisme sesuai pedoman agar program ini bisa implementatif,” terang Arianto.

    Tidak hanya itu, tim tersebut juga akan mengkoordinasikan penyusunan tata cara perencanaan, pelaksanaan hingga mekanisme pertanggungjawaban penggunaan bantuan di tingkat bawah.

    Setelah resmi ditetapkan, para tenaga ahli akan langsung dilibatkan dalam penyempurnaan petunjuk teknis sebagai acuan pelaksanaan program.

    “Kita selesaikan dulu tenaga ahlinya. Setelah mereka ditetapkan dan sudah legal menjadi tim, barulah kita memfinalkan petunjuk teknis yang sudah kita susun bersama mereka supaya bisa dilaksanakan,” tuturnya.

    Ke depan, para Pendekar tingkat kabupaten akan mengemban tugas sebagai koordinator utama pelaksanaan program di 20 kecamatan. Para Pendekar tersebut nantinya akan didukung oleh pendamping di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan yang akan dibentuk pada tahapan selanjutnya.

    Arianto juga mengungkapkan pembagian tugas para pendamping kemungkinan akan disesuaikan dengan bidang masing-masing, mulai dari pengelolaan data, sosialisasi, publikasi hingga evaluasi pelaksanaan program.

    "Nanti progresnya akan diumumkan ke publik," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jelang Bantuan Rp150 Juta per RT Direalisasikan, DPMD Kukar Rampungkan Seleksi Tim Pendamping

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    04 Juni 2026 pukul 22:35 WITA

    Kepala DPMD Kukar, Arianto (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Tahapan persiapan pelaksanaan Program Dedikasi RT-KU Terbaik mulai memasuki fase akhir. Kini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah merampungkan pembentukan Tim Pendamping Dedikasi Kukar Idaman Terbaik (Pendekar) yang akan bertugas mengawal jalannya program hingga ke tingkat rukun tetangga (RT).

    Keberadaan tim pendamping tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam implementasi program unggulan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin yang menargetkan penyaluran bantuan fiskal sebesar Rp150 juta untuk setiap RT di Kukar.

    Kepala DPMD Kukar, Arianto mengatakan seluruh regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan program kini telah rampung. Menurutnya, keberadaan payung hukum menjadi syarat utama sebelum program tersebut direalisasikan.

    “Dalam merealisasikan program dedikasi RT-KU Terbaik itu harus ada regulasi. Bentuknya peraturan bupati. Alhamdulillah sudah terbit di akhir Mei kemarin,” ujar Arianto, Kamis (4/6/2026).

    Tidak hanya mengatur mekanisme pelaksanaan program, pemerintah daerah juga telah menerbitkan aturan mengenai pembentukan tenaga pendamping di berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten hingga RT.

    “Dalam melaksanakan program tersebut, kita merencanakan ada pendamping-pendamping di tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, tingkat desa dan kelurahan, bahkan nanti sampai ke RT. Regulasinya sudah tersedia dalam Perbup 11/2026,” paparnya.

    Arianto menjelaskan sebelum bantuan Rp150 juta per RT mulai disalurkan, pemerintah perlu membentuk tim Pendekar yang akan menyusun konsep, sistem kerja serta memastikan implementasi program berjalan seragam di seluruh wilayah Kukar.

    Kini , PMD Kukar akan segera menetapkan tujuh calon tenaga ahli pendamping tingkat kabupaten setelah seluruh rangkaian seleksi selesai dilaksanakan. Masa sanggah yang dibuka pascaseleksi pun telah berakhir, tanpa adanya protes dari para peserta.

    “Saat ini tahapannya sudah sampai masa sanggah dan tidak ada sanggahan. Prinsipnya karena tahapannya sudah lewat, kita akan menetapkan tujuh orang tersebut,” ungkapnya.

    Sebelumnya, para peserta telah menjalani rangkaian seleksi berupa tes tertulis dan wawancara untuk mengukur kemampuan serta kompetensi yang dibutuhkan dalam mendukung program dedikasi daerah tersebut.

    Setelah melalui tahapan itu, ketujuh tenaga ahli yang dinyatakan lolos akan bertugas menyusun pedoman, konsep dan mekanisme pelaksanaan RT-KU Terbaik agar dapat diterapkan secara terpadu di tingkat kecamatan, desa, kelurahan hingga RT.

    “Mereka inilah yang nanti membuat konsep dan mekanisme sesuai pedoman agar program ini bisa implementatif,” terang Arianto.

    Tidak hanya itu, tim tersebut juga akan mengkoordinasikan penyusunan tata cara perencanaan, pelaksanaan hingga mekanisme pertanggungjawaban penggunaan bantuan di tingkat bawah.

    Setelah resmi ditetapkan, para tenaga ahli akan langsung dilibatkan dalam penyempurnaan petunjuk teknis sebagai acuan pelaksanaan program.

    “Kita selesaikan dulu tenaga ahlinya. Setelah mereka ditetapkan dan sudah legal menjadi tim, barulah kita memfinalkan petunjuk teknis yang sudah kita susun bersama mereka supaya bisa dilaksanakan,” tuturnya.

    Ke depan, para Pendekar tingkat kabupaten akan mengemban tugas sebagai koordinator utama pelaksanaan program di 20 kecamatan. Para Pendekar tersebut nantinya akan didukung oleh pendamping di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan yang akan dibentuk pada tahapan selanjutnya.

    Arianto juga mengungkapkan pembagian tugas para pendamping kemungkinan akan disesuaikan dengan bidang masing-masing, mulai dari pengelolaan data, sosialisasi, publikasi hingga evaluasi pelaksanaan program.

    "Nanti progresnya akan diumumkan ke publik," tandasnya.

    (Sf/Rs)