Cari disini...
Seputar Kaltim
Kapolda Kaltim bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Polda Kalimantan Timur (kaltim) bersama Pemkot Samarinda memperkuat koordinasi dengan tokoh lintas agama dan masyarakat menjelang aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April mendatang.
Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas keamanan di wilayah Kaltim, khususnya di ibu kota provinsi, Samarinda.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan pihaknya telah menjalin kesepakatan dengan ormas keagamaan seperti PWNU, Muhammadiyah dan Dewan Masjid untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif.
"Kami sepakat bahwa Kaltim adalah provinsi yang damai dan tertib. Kami menghormati hak konstitusi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kami wajib melayaninya. Namun kami juga meminta agar massa aksi menghormati hak warga lain yang beraktivitas," ujar Irjen Pol Endar usai pertemuan silaturahmi di Samarinda, Jumat (17/4/2026).
Untuk mengamankan jalannya aksi, kapolda mengungkap akan mengerahkan 1.700 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, hingga petugas kesehatan dan pemadam kebakaran.
Aksi tersebut diprediksi akan terkonsentrasi di dua lokasi utama, yakni Kantor DPRD Provinsi Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim.
"Kami mengimbau agar massa saling menjaga dan mengawasi barisannya. Jangan sampai ada penyusup yang memiliki agenda lain dan mengganggu niat murni penyampaian aspirasi ini sehingga menjadi negatif," tegasnya.
Wali Kota Ingatkan Bijak Bermedsos Senada dengan kapolda. Wali Kota Samarinda, Andi Harun juga menekankan pentingnya menjaga suasana damai.
Ia memberikan perhatian khusus pada penggunaan media sosial yang seringkali menjadi pemicu ketegangan jika tidak disikapi dengan benar.
"Masyarakat harus bijak bermedia sosial. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Konfirmasi terlebih dahulu agar tidak terjadi tindakan anarkis yang dapat merusak fasilitas umum," pesan Andi Harun.
Pemkot Samarinda bersama aparat keamanan berkomitmen untuk memfasilitasi jalannya unjuk rasa agar berjalan lancar dan tertib. Andi Harun berharap semangat penyampaian aspirasi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian demi menjaga keamanan Kota Samarinda.
Aksi unjuk rasa pada 21 April mendatang direncanakan dimulai pukul 10.00 WITA dengan sasaran awal Kantor DPRD Kaltim sebelum berlanjut ke Kantor Gubernur. Aparat mengimbau peserta aksi untuk mematuhi aturan perundang-undangan guna menjaga nama baik Kaltim sebagai wilayah yang aman dan kondusif.
(SF/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kapolda Kaltim bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Polda Kalimantan Timur (kaltim) bersama Pemkot Samarinda memperkuat koordinasi dengan tokoh lintas agama dan masyarakat menjelang aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April mendatang.
Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas keamanan di wilayah Kaltim, khususnya di ibu kota provinsi, Samarinda.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan pihaknya telah menjalin kesepakatan dengan ormas keagamaan seperti PWNU, Muhammadiyah dan Dewan Masjid untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif.
"Kami sepakat bahwa Kaltim adalah provinsi yang damai dan tertib. Kami menghormati hak konstitusi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kami wajib melayaninya. Namun kami juga meminta agar massa aksi menghormati hak warga lain yang beraktivitas," ujar Irjen Pol Endar usai pertemuan silaturahmi di Samarinda, Jumat (17/4/2026).
Untuk mengamankan jalannya aksi, kapolda mengungkap akan mengerahkan 1.700 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, hingga petugas kesehatan dan pemadam kebakaran.
Aksi tersebut diprediksi akan terkonsentrasi di dua lokasi utama, yakni Kantor DPRD Provinsi Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim.
"Kami mengimbau agar massa saling menjaga dan mengawasi barisannya. Jangan sampai ada penyusup yang memiliki agenda lain dan mengganggu niat murni penyampaian aspirasi ini sehingga menjadi negatif," tegasnya.
Wali Kota Ingatkan Bijak Bermedsos Senada dengan kapolda. Wali Kota Samarinda, Andi Harun juga menekankan pentingnya menjaga suasana damai.
Ia memberikan perhatian khusus pada penggunaan media sosial yang seringkali menjadi pemicu ketegangan jika tidak disikapi dengan benar.
"Masyarakat harus bijak bermedia sosial. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Konfirmasi terlebih dahulu agar tidak terjadi tindakan anarkis yang dapat merusak fasilitas umum," pesan Andi Harun.
Pemkot Samarinda bersama aparat keamanan berkomitmen untuk memfasilitasi jalannya unjuk rasa agar berjalan lancar dan tertib. Andi Harun berharap semangat penyampaian aspirasi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian demi menjaga keamanan Kota Samarinda.
Aksi unjuk rasa pada 21 April mendatang direncanakan dimulai pukul 10.00 WITA dengan sasaran awal Kantor DPRD Kaltim sebelum berlanjut ke Kantor Gubernur. Aparat mengimbau peserta aksi untuk mematuhi aturan perundang-undangan guna menjaga nama baik Kaltim sebagai wilayah yang aman dan kondusif.
(SF/Lo)