Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pengadaan mobil dinas baru untuk Gubernur kembali menjadi sorotan publik, terutama di tengah isu pemangkasan anggaran.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi, Sri Wahyuni, memberikan penjelasan mengenai alasan di balik pemilihan spesifikasi kendaraan yang dinilai spesifik tersebut.
Ditemui usai sesi wawancara di Kantor TVRI, Samarinda, Jumat (20/2/2026), Sri Wahyuni menceritakan kebiasaan Gubernur saat melakukan kunjungan kerja yang menjadi alasan utama mengapa kendaraan dengan ketangguhan ekstra sangat dibutuhkan.
Menurut Sri, Gubernur memiliki prinsip untuk selalu melihat langsung kondisi riil di lapangan, seberat apa pun medannya.
Ia menceritakan pengalaman saat Gubernur melakukan peninjauan ke daerah Sotek, Bongan.
"Pak Gubernur ini kalau meninjau sebuah lokasi, beliau itu ingin benar-benar sampai ke lokasi tersebut, tembus sampai titiknya. Suatu saat beliau ke Sotek, Bongan, itu sempat tertahan di hutan. Sebenarnya sudah diberitahu bahwa tidak ada jalan, tetapi beliau ingin tahu tembusnya sampai mana. Prinsip beliau, kalau masyarakat bisa tembus, beliau juga ingin sampai di situ," ungkap Sri Wahyuni.
Lebih lanjut, Sri menceritakan pengalamannya sendiri saat mendampingi Gubernur.
Rombongan bahkan terpaksa harus berganti mobil karena kendaraan yang digunakan tidak mampu melewati medan yang berat.
"Pengalaman itu yang saya kira menjadi pertimbangan beliau. Artinya, kendaraan kepala daerah itu memang harus bisa menembus medan Kaltim yang beragam," tambahnya.
Ketangguhan kendaraan dinas ini bukan tanpa tujuan. Sri menegaskan bahwa kunjungan langsung ke daerah pelosok sangat krusial bagi Gubernur dalam mengambil keputusan terkait pembangunan infrastruktur, pembukaan pusat ekonomi baru, hingga konektivitas antarprovinsi.
"Ketika beliau akan memutuskan, misalnya untuk menyetujui pembangunan jalan tertentu, beliau sudah tahu langsung kondisinya seperti apa. Karena ini terkait konektivitas, Kaltara sudah menunggu, Ibu Kota Nusantara (IKN) juga sudah menunggu. Beliau berpikirnya bukan hanya untuk sekarang, tapi untuk nanti," tegasnya.
Ia menambahkan, justru dengan mengetahui secara langsung hambatan di lapangan, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan infrastruktur yang tepat sasaran ke depannya.
Terkait spesifikasi mobil yang dianggap mewah atau berlebihan, Sri Wahyuni meluruskan bahwa kendaraan tersebut memiliki fungsi ganda. Selain tangguh untuk blusukan ke medan berat dan kunjungan rutin ke IKN, mobil tersebut juga dinilai representatif untuk menyambut tamu VIP.
Saat disinggung mengenai kritik publik terkait pengadaan di tengah pemangkasan anggaran, Sri memilih untuk tidak berkomentar banyak dan merujuk pada pernyataan resmi sebelumnya.
"Ya, kemarin Pak Barjas (Bagian Pengadaan Barang dan Jasa) kan sudah menjelaskan. Saya tidak mengulang lagi," ujarnya.
Di akhir wawancara, Sri Wahyuni mengonfirmasi bahwa mobil dinas yang ramai diperbincangkan tersebut saat ini sudah tersedia dan mulai digunakan.
"Sudah operasional. Kalau sudah diadakan, pasti sudah ada (fisiknya)," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pengadaan mobil dinas baru untuk Gubernur kembali menjadi sorotan publik, terutama di tengah isu pemangkasan anggaran.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi, Sri Wahyuni, memberikan penjelasan mengenai alasan di balik pemilihan spesifikasi kendaraan yang dinilai spesifik tersebut.
Ditemui usai sesi wawancara di Kantor TVRI, Samarinda, Jumat (20/2/2026), Sri Wahyuni menceritakan kebiasaan Gubernur saat melakukan kunjungan kerja yang menjadi alasan utama mengapa kendaraan dengan ketangguhan ekstra sangat dibutuhkan.
Menurut Sri, Gubernur memiliki prinsip untuk selalu melihat langsung kondisi riil di lapangan, seberat apa pun medannya.
Ia menceritakan pengalaman saat Gubernur melakukan peninjauan ke daerah Sotek, Bongan.
"Pak Gubernur ini kalau meninjau sebuah lokasi, beliau itu ingin benar-benar sampai ke lokasi tersebut, tembus sampai titiknya. Suatu saat beliau ke Sotek, Bongan, itu sempat tertahan di hutan. Sebenarnya sudah diberitahu bahwa tidak ada jalan, tetapi beliau ingin tahu tembusnya sampai mana. Prinsip beliau, kalau masyarakat bisa tembus, beliau juga ingin sampai di situ," ungkap Sri Wahyuni.
Lebih lanjut, Sri menceritakan pengalamannya sendiri saat mendampingi Gubernur.
Rombongan bahkan terpaksa harus berganti mobil karena kendaraan yang digunakan tidak mampu melewati medan yang berat.
"Pengalaman itu yang saya kira menjadi pertimbangan beliau. Artinya, kendaraan kepala daerah itu memang harus bisa menembus medan Kaltim yang beragam," tambahnya.
Ketangguhan kendaraan dinas ini bukan tanpa tujuan. Sri menegaskan bahwa kunjungan langsung ke daerah pelosok sangat krusial bagi Gubernur dalam mengambil keputusan terkait pembangunan infrastruktur, pembukaan pusat ekonomi baru, hingga konektivitas antarprovinsi.
"Ketika beliau akan memutuskan, misalnya untuk menyetujui pembangunan jalan tertentu, beliau sudah tahu langsung kondisinya seperti apa. Karena ini terkait konektivitas, Kaltara sudah menunggu, Ibu Kota Nusantara (IKN) juga sudah menunggu. Beliau berpikirnya bukan hanya untuk sekarang, tapi untuk nanti," tegasnya.
Ia menambahkan, justru dengan mengetahui secara langsung hambatan di lapangan, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan infrastruktur yang tepat sasaran ke depannya.
Terkait spesifikasi mobil yang dianggap mewah atau berlebihan, Sri Wahyuni meluruskan bahwa kendaraan tersebut memiliki fungsi ganda. Selain tangguh untuk blusukan ke medan berat dan kunjungan rutin ke IKN, mobil tersebut juga dinilai representatif untuk menyambut tamu VIP.
Saat disinggung mengenai kritik publik terkait pengadaan di tengah pemangkasan anggaran, Sri memilih untuk tidak berkomentar banyak dan merujuk pada pernyataan resmi sebelumnya.
"Ya, kemarin Pak Barjas (Bagian Pengadaan Barang dan Jasa) kan sudah menjelaskan. Saya tidak mengulang lagi," ujarnya.
Di akhir wawancara, Sri Wahyuni mengonfirmasi bahwa mobil dinas yang ramai diperbincangkan tersebut saat ini sudah tersedia dan mulai digunakan.
"Sudah operasional. Kalau sudah diadakan, pasti sudah ada (fisiknya)," pungkasnya.
(Sf/Lo)