Cari disini...
Seputar Kaltim
BPBD membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (KATANA) di Loa Kumbar sekaligus sosialisasi kebencanaan kepada siswa-siswi SDN Filial 005. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com
Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (KATANA) di Loa Kumbar, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, pada Rabu (20/9/2023).
Hal ini sebagai bentuk perhatian kepada warga Loa Kumbar lantaran wilayah tersebut, terbilang jauh dari jangkauan BPBD, dan harus mendapatkan perhatian. Dari 12 lokasi KATANA yang sudah terbentuk, menurut BPBD, Loa Kumbar memiliki beberapa potensi bencana.
"Dari segi gografis ini rawan sekali dari bencana tanah longsor dan kemudian juga bangunan di sini keseluruhannya dibangun menggunakan bahan kayu yang mana salah satu bencana dikhawatirkan yakni kebakaran," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Samarinda, Masran Daduy Zentra.
Pembentukan KATANA ini sekaligus dirangkai dengan sosialisasi kebencanaan di SDN 005 Loa Kumbar.
Untuk diketahui, Loa Kumbar sebagai kawasan pemukiman warga paling ujung Kota Samarinda, selama ini belum mengalami bencana apapun. Hingga penyebaran virus Covid-19 tidak sama sekali masuk ke Loa Kumbar. Masran menyebut hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan kebencanaan sangat minim. Dikhawatirkan suatu saat terjadi bencana, anak-anak dan masyarakat sudah tidak panik menghadapi.
BPBD fasilitasi pembentukan struktural KATANA, menunjuk warga yang diamanahkan sebagai penanggung jawab, yang nantinya menjadi penghubung komunikasi antara BPBD dengan warga Loa Kumbar apabila terjadi bencana.
"Setelah tim ini terbentuk, nanti akan mengajukan anggaran peralatan penanganan bencana, seperti alat pemadam api (APAR) untuk kebakan dan banyak lagi," bebernya.
Sementara itu, Camat Sungai Kunjang, Dwi Siti Noorbayah, mengakui kawasan ini jarang tersentuk dalam hal kesiapsiagaan bencana, dengan hadirnya BPBD menjadi edukasi awal masyarakat.
"Sangat mengapresiasi kegiatan ini, jadi masyarakat tidak mudah panik dan takut, jadi benar-benar mandiri," ujar Siti.
Ia berharap KATANA ini dapat terbentuk di kelurahan lainnya, sebab ia mengatakan wilayah Sungai Kunjang ini banyak perbukitan dan pertambangan yang dapat memicu bencana longsor dan banjir.
"Ini kelurahan yang pertama, tahun depan tadi akan dibentuk lagi dan akan dianggarkan," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

BPBD membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (KATANA) di Loa Kumbar sekaligus sosialisasi kebencanaan kepada siswa-siswi SDN Filial 005. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com
Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (KATANA) di Loa Kumbar, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, pada Rabu (20/9/2023).
Hal ini sebagai bentuk perhatian kepada warga Loa Kumbar lantaran wilayah tersebut, terbilang jauh dari jangkauan BPBD, dan harus mendapatkan perhatian. Dari 12 lokasi KATANA yang sudah terbentuk, menurut BPBD, Loa Kumbar memiliki beberapa potensi bencana.
"Dari segi gografis ini rawan sekali dari bencana tanah longsor dan kemudian juga bangunan di sini keseluruhannya dibangun menggunakan bahan kayu yang mana salah satu bencana dikhawatirkan yakni kebakaran," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Samarinda, Masran Daduy Zentra.
Pembentukan KATANA ini sekaligus dirangkai dengan sosialisasi kebencanaan di SDN 005 Loa Kumbar.
Untuk diketahui, Loa Kumbar sebagai kawasan pemukiman warga paling ujung Kota Samarinda, selama ini belum mengalami bencana apapun. Hingga penyebaran virus Covid-19 tidak sama sekali masuk ke Loa Kumbar. Masran menyebut hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan kebencanaan sangat minim. Dikhawatirkan suatu saat terjadi bencana, anak-anak dan masyarakat sudah tidak panik menghadapi.
BPBD fasilitasi pembentukan struktural KATANA, menunjuk warga yang diamanahkan sebagai penanggung jawab, yang nantinya menjadi penghubung komunikasi antara BPBD dengan warga Loa Kumbar apabila terjadi bencana.
"Setelah tim ini terbentuk, nanti akan mengajukan anggaran peralatan penanganan bencana, seperti alat pemadam api (APAR) untuk kebakan dan banyak lagi," bebernya.
Sementara itu, Camat Sungai Kunjang, Dwi Siti Noorbayah, mengakui kawasan ini jarang tersentuk dalam hal kesiapsiagaan bencana, dengan hadirnya BPBD menjadi edukasi awal masyarakat.
"Sangat mengapresiasi kegiatan ini, jadi masyarakat tidak mudah panik dan takut, jadi benar-benar mandiri," ujar Siti.
Ia berharap KATANA ini dapat terbentuk di kelurahan lainnya, sebab ia mengatakan wilayah Sungai Kunjang ini banyak perbukitan dan pertambangan yang dapat memicu bencana longsor dan banjir.
"Ini kelurahan yang pertama, tahun depan tadi akan dibentuk lagi dan akan dianggarkan," tutupnya.
(Sf/Rs)